Disini sekalian aku ceritakan hubungan "es, putih telur dan margarin" dengan si pastel, karena di postingan ini aku akan menceritakan perubahan efek dibanding ujicoba lalu karena mengotak-atik urutan pemberian bahan tsb.
--------------------------------------------------------------------------
Sebelumnya, aku udah bikin pastel yang rasanya hampir mirip molen. Resep itu, walau agak gagal tapi tetap aku dokumentasikan. Karena suatu hari aku pengen iseng mengisinya dengan pisang pake ukuran resep yang itu.
------------Sekilas cerita---------------
Ujicoba kali ini, terinspirasi gara-gara pas bikin martabak, lupa masukin setengah sendok teh minyak ke adonan tepung. Jadilah si minyak dimasukin ketika tepung sudah dikaliskan. Tapi emang berasa beda gitu tepung nya tanpa minyak. Setelah dimasukkan minyak dan diaduk, nggak tau kenapa, adonannya kok smooth banget ya... wow
Aku pun jadi terpikir untuk menerapkan kesalahan itu pada pembuatan pastel. Kalau martabak pake minyak, pastel pake margarin yang di cairkan.
Ngomong-ngomong soal margarin, di uji coba lalu saya melakukan kesalahan. Saya pikir margarin dan mentega sama ternyata beda. Kali ini saya mulai mencari yang namanya margarin. Saya pun mengalami kebingungan. Blue Band itu margarin apa mentega sih?? *maaf sebut merek* tanyaku dalam hati. Waktu cek ingredients antara Blue Band yang ada wadahnya bulat itu dengan Simas margarin yang bentuk sachetan gede kok nggak jauh beda ya.... Saya pun ngecek blue band yang wadahnya sachetan juga...tapi sama saja tuh....o.Oa
Berarti selama ini, saya pake margarin atau jangan-jangan saya nggak pernah tau yang namanya mentega?? Apalgi setelah menemukan postingan ini , wuaa...berarti selama ini aku nggak pernah tau yang namanya mentega.... >.<
Ya sudah deh, dari pada bingung, saya pun membeli simas margarin palmia sachetan. Sachetan memang lebih enak buat memasak karena nggak perlu repot-repot mengambil mentega nya pake sendok. Langsung pencet udah jatuh ke wajan/panci/mangkok hahahaha... Saya ambil yang merek ini karena disitu ada tulisan margarine dan harganya lebih murah.... *awam banget aku*
Soal es, aku nggak memberi air es sesuai ukuran di resep. Mirip kayak ngasih air panas di adonan martabak. Setelah semua bahan siap, masih ku masukin kulkas juga 15 menit biar adonannya dingin. Berharap biar bisa renyah nantinya.
Telur pun aku berpikir untuk menggunakan sedikit saja yaitu cuma satu butir telur ayam kampung cuma sebagai syarat bahan roti. Itu pun saya masukkan putih telur nya saja tanpa kuning telur. Karena saya curiga, jangan-jangan yang bikin pastel kemarin agak lembek kayak molen dan nggak renyah sama sekali, itu karena kebanyakan telur terutama si kuning telur ini....
Selain itu, saya juga belajar bagaimana membentuk pastel dengan model yang udah mainstream itu. Walau mainstream, susah juga....
-------------------------Cerita Selesai-----------------------
Nah, akhirnya, ini nih langkah-langkah ujicoba kemarin. Hasil dari pastel ini lebih renyah dari pada yang lalu. Lumayan lah, udah berasa dan berwujud pastel hahahaha xD
Bahan:
# Tepung terigu segitiga biru 10-12 sdm (karena baru coba-coba jadi bikin sedikit dulu. Kalau mau lebih nggak masalah)
# Garam 1/2 sdt aja
#Baking powder sepucuk sdt (katanya sih, sebaiknya pake baking soda. Tapi saya belum sempat beli)
#Telur ayam kampung 1 butir, ambil putih telur nya saja.
#Air es secukupnya sampai adonan kalis
#Margarin dicairkan 1 sdm
#Abon sapi siap makan
Cara membuat
#Cairkan margarin, lalu biarkan dingin
#Sementara itu, campurkan tepung terigu, garam dan baking powder.
#Beri air es sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga kalis.
#Setelah kalis dan tidak lengket, masukkan mentega cair. Diuleni kembali sampai margarin tercampur rata dengan adonan tepung.
Note: Hasil akhir adonan tepung, diusahakan lembut, empuk, tidak lengket. Kalau sudah diuleni merata masih lengket, ditambah tepung sedikit sedikit sampai tidak lengket dan empuk. Lalu masukkan mentega cairnya dan diuleni lagi untuk meratakan. Kalau setelah margarin cair sudah diratakan dengan adonan tepung yang diuleni tadi tapi masih menyisakan kesan berminyak berlebih, ditambah sedikit tepung terigu lagi sampai tekstur nya lembut, empuk namun tidak terlalu kering atau keras.
#Masukkan adonan tepung tadi kedalam lemari es sekitar 15 menit. Setelah itu keluarkan dan remas-remas sedikit biar adonan nggak kaku.
#Ambil adonan sebesar ibu jari, bentuk bulat lalu pipihkan sampai permukaannya agak tipis membentuk bundar. Jangan terlalu tipis, nanti mudah robek ketika diisi.
#Setelah itu, isi abon di tengah bundaran pipih tsb dan lipat sesuai bentuk yang diinginkan. Diusahakan sambungan adonan di rekatkan cukup kencang, agar ketika digoreng tidak mekar dan isinya terbuka.
#Setelah semua jadi, tinggal digoreng. Masukkan ke toples setelah dingin.
Cukup renyah ternyata~ :D
------------Sekilas cerita---------------
| Cuma bikin setoples |
Aku pun jadi terpikir untuk menerapkan kesalahan itu pada pembuatan pastel. Kalau martabak pake minyak, pastel pake margarin yang di cairkan.
Ngomong-ngomong soal margarin, di uji coba lalu saya melakukan kesalahan. Saya pikir margarin dan mentega sama ternyata beda. Kali ini saya mulai mencari yang namanya margarin. Saya pun mengalami kebingungan. Blue Band itu margarin apa mentega sih?? *maaf sebut merek* tanyaku dalam hati. Waktu cek ingredients antara Blue Band yang ada wadahnya bulat itu dengan Simas margarin yang bentuk sachetan gede kok nggak jauh beda ya.... Saya pun ngecek blue band yang wadahnya sachetan juga...tapi sama saja tuh....o.Oa
Berarti selama ini, saya pake margarin atau jangan-jangan saya nggak pernah tau yang namanya mentega?? Apalgi setelah menemukan postingan ini , wuaa...berarti selama ini aku nggak pernah tau yang namanya mentega.... >.<
Ya sudah deh, dari pada bingung, saya pun membeli simas margarin palmia sachetan. Sachetan memang lebih enak buat memasak karena nggak perlu repot-repot mengambil mentega nya pake sendok. Langsung pencet udah jatuh ke wajan/panci/mangkok hahahaha... Saya ambil yang merek ini karena disitu ada tulisan margarine dan harganya lebih murah.... *awam banget aku*
Soal es, aku nggak memberi air es sesuai ukuran di resep. Mirip kayak ngasih air panas di adonan martabak. Setelah semua bahan siap, masih ku masukin kulkas juga 15 menit biar adonannya dingin. Berharap biar bisa renyah nantinya.
Telur pun aku berpikir untuk menggunakan sedikit saja yaitu cuma satu butir telur ayam kampung cuma sebagai syarat bahan roti. Itu pun saya masukkan putih telur nya saja tanpa kuning telur. Karena saya curiga, jangan-jangan yang bikin pastel kemarin agak lembek kayak molen dan nggak renyah sama sekali, itu karena kebanyakan telur terutama si kuning telur ini....
Selain itu, saya juga belajar bagaimana membentuk pastel dengan model yang udah mainstream itu. Walau mainstream, susah juga....
-------------------------Cerita Selesai-----------------------
Nah, akhirnya, ini nih langkah-langkah ujicoba kemarin. Hasil dari pastel ini lebih renyah dari pada yang lalu. Lumayan lah, udah berasa dan berwujud pastel hahahaha xD
Bahan:
# Tepung terigu segitiga biru 10-12 sdm (karena baru coba-coba jadi bikin sedikit dulu. Kalau mau lebih nggak masalah)
# Garam 1/2 sdt aja
#Baking powder sepucuk sdt (katanya sih, sebaiknya pake baking soda. Tapi saya belum sempat beli)
#Telur ayam kampung 1 butir, ambil putih telur nya saja.
#Air es secukupnya sampai adonan kalis
#Margarin dicairkan 1 sdm
#Abon sapi siap makan
Cara membuat
#Cairkan margarin, lalu biarkan dingin
#Sementara itu, campurkan tepung terigu, garam dan baking powder.
#Beri air es sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga kalis.
#Setelah kalis dan tidak lengket, masukkan mentega cair. Diuleni kembali sampai margarin tercampur rata dengan adonan tepung.
Note: Hasil akhir adonan tepung, diusahakan lembut, empuk, tidak lengket. Kalau sudah diuleni merata masih lengket, ditambah tepung sedikit sedikit sampai tidak lengket dan empuk. Lalu masukkan mentega cairnya dan diuleni lagi untuk meratakan. Kalau setelah margarin cair sudah diratakan dengan adonan tepung yang diuleni tadi tapi masih menyisakan kesan berminyak berlebih, ditambah sedikit tepung terigu lagi sampai tekstur nya lembut, empuk namun tidak terlalu kering atau keras.
#Masukkan adonan tepung tadi kedalam lemari es sekitar 15 menit. Setelah itu keluarkan dan remas-remas sedikit biar adonan nggak kaku.
#Ambil adonan sebesar ibu jari, bentuk bulat lalu pipihkan sampai permukaannya agak tipis membentuk bundar. Jangan terlalu tipis, nanti mudah robek ketika diisi.
#Setelah itu, isi abon di tengah bundaran pipih tsb dan lipat sesuai bentuk yang diinginkan. Diusahakan sambungan adonan di rekatkan cukup kencang, agar ketika digoreng tidak mekar dan isinya terbuka.
#Setelah semua jadi, tinggal digoreng. Masukkan ke toples setelah dingin.
Cukup renyah ternyata~ :D
| Alhamdulillah, udah lumayan bentuknya xD |
| Kuning telur yg nggak diikutkan, digoreng dan kumakan :D |
No comments:
Post a Comment