Wednesday, 30 January 2013

Dilema Skripsi - Nggak boleh pake wiki? Bukan berarti meninggalkannya sama sekali

Note: Just share another story

--------------------------------

Hmm...sebagai mahasiswa akhir, pasti memusingkan yang namanya skripsi dan proposalnya (bab 1 dari skripsi). Banyak kesulitan-kesulitan yang terjadi. Secinta apapun kepada tema yang diangkat, ada kala nya terasa bosan luar biasa, jenuh, seperti orang yang mau move on aja susah hahahaha....*eh kok curcol*

Nah, udah tahu kan kalau skripsi itu nggak boleh kalau pakai sumber wikipedia atau blog atau website pribadi seseorang? Yang boleh itu dari buku, jurnal ilmiah, berita, penelitian lain (seperti skripsi atau thesis), web site resmi yang terpercaya dsb. Jadi, apa lantas kita nggak nyentuh wikipedia atau blog seseorang sama sekali? Hmm...nggak juga lho, mereka masih berguna. *lho? kok?*

Buatku, wikipedia dan blog seseorang itu bisa jadi clue awal mau jalan kemana kita biar dapat sumber yang terpercaya. Di wikipedia ada list reference dengan link kan? Nah itu dia para pengantar-pengantar kita. Soalnya, wikipedia itu mungkin sebenarnya adalah website (ensiklopedia online) yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya yang disatukan dan diringkas untuk sekedar menambah wawasan orang awam. Jadi emang kalau dipikir-pikir nggak bisa jadi referensi penelitian secara utuh, apalagi siapapun bisa mengedit isi nya. Mending langsung ke sasaran : yaitu dari mana statement yang ada disitu berasal (reference).

Begitu juga dengan blog seseorang. Blog seseorang malah lebih rawan, apalagi kalau kita tidak tahu siapakah pemilik blog ini? Apakah dia mahasiswa? anak sekolah? karyawan? guru? dosen?ilmuwan ? Sekalipun kita sudah tahu kalau itu blog nya dosen atau ilmuwan misalnya, ya tetap kita tidak bisa mentah-mentah menjadikannya referensi. Jadi? Yah lagi-lagi kita harus lihat apa dia mencantumkan reference, atau kah itu sekedar ketikan dari pendapat pribadi. Kalau ada reference ya langsung ke reference nya saja. Tapi kalau nggak ada, biasanya ada keyword yg tadinya kita nggak tahu kalau itu masih berhubungan dengan masalah yang kita bahas, jadi setidaknya bisa membantu sekelumit pengetahuan dan keyword sebagai jurus untuk melakukan pencarian lain di Google. Setelah itu kita langsung mencari informasi lain yang lebih pasti.

Dengan cara seperti itu alhamdulillah, bisa menemukan banyak link yang mengantarku ke file-file pdf artikel, penelitian, jurnal, skripsi orang, website resmi dsb. yang boleh dipakai buat referensi skripsi terutama buat tinjauan pustaka. Kalau soal buku, ya kita jadi tahu info buku yang dipakai, kemudian bisa dicari di perpustakaan kampus masing-masing, toko buku, atau kalau beruntung bisa menemukan e-book nya hahaha...

Saturday, 19 January 2013

Nyobain Fla instant - My Fla rasa Vanilla

Note: hanya share pengalaman.

------------------------------------------
Kemarin, ibu bikin agar-agar plus fla instant rasa vanilla. Fla instan yang ibu beli adalah "My Fla" rasa vanilla.
Cara membuatnya gampang, seperti cara membuat bubur nya super bubur. Diencerkan dengan air panas 200ml aja sambil diaduk-aduk di mangkok.

Setelah jadi, kita siramkan ke agar-agar yang sudah dingin dan siap dimakan. ^___^
Tektur dari my fla ini cukup kental dan creamy (dengan air 200 ml lho). Nah yang jadi perhatian pertama ku setelah mengencerkannya adalah aroma nya. Aromanya hampir mirip dengan es krim durian kalau menurutku. Seperti campuran es krim vanilla+es krim durian. Jadi, aroma duriannya nggak begitu dominan namun cukup kuat *bingung ngejelasinnya*.
Nah, bagi yang kurang menyukai bau durian, seperti nya dipertimbangkan dulu kalau mau membeli fla yang rasa vanilla ini. Tapi bagi yang bisa menerima bau durian, enak kok, tidak masalah ^____^

Walaupun aroma nya cukup kuat *sampai-sampai saya mengira fla ini bakalan maniiis banget*, ternyata nggak terlalu manis lho~ (dengan air 200ml)
Bagi saya yang kurang menyukai rasa manis yang eneg, saya suka sekali dengan fla ini *sampai nambah terus*. Mungkin bagi yang merasa kurang manis dengan campuran air 200ml, mungkin airnya bisa dikurangi biar lebih manis atau ditambahkan gula.

Kesimpulan:
#Gampang sekali bikinnya
#Nggak terlalu mahal sih
#Nggak terlalu manis sampai eneg
#Tekstur Creamy
#Agak bau durian


Lain kali kepengen nyobain rasa yang lain :3

foto menyusul....nggak sempat foto-foto kemasan kemarin...

Friday, 18 January 2013

Nyetel TV? mikir-mikir dulu deh....

Note: subjective things. Banyak orang yang makin nggak menghargai perbedaan akhir-akhir ini....kalimat rada acak-acakan


----------------------------
source
Akhir-akhir ini, acara TV ada yang meningkat kualitasnya, ada yang sama aja, ada juga yang bikin "panas" penonton.

Acara yang bagus-bagus bisa dihitung jari. Tapi acara yang bikin "panas" nggak tahu kenapa sering banget muncul nya. Contoh: channel berita yang suka "manjang-manjangin" topik kontroversial (sinetron dibawa-bawa ke berita ini ceritanya?), acara debat "orang pintar" (yang sering bikin eneg juga), gossip seleb yang lebih ngomongin kejelekan mereka dan keseharian mereka dari pada soal prestasi mereka (itu bisa diulang-ulang terus tiap hari).

Acara-acara seperti itu nggak enak banget diliat. Apalagi pas jam makan... =3=
Pagi udah ada acara gossip di beberapa channel tv, trus ada debat pagi di channel tv lainnya. Acara lagu-lagu cuma dua channel, penyajian berita yang masih enak diliat paling cuma satu dua dari channel tv lokal...

Ngeliat gossip kita kyk diajak ngurusi urusan orang dan dibuat benci seseorang tanpa tahu alasan yang jelas. Acara debat, kita kayak diajak memaksakan pendapat kita ke orang lain dan nggak menghargai perbedaan. Isu keributan yang ada akhir-akhir ini : mulai dari poligami, perda aceh, rasisme yg sering di lontarin politikus-politikus terlebih lagi para capres, dan gosip-gosip artis yang buat-apa-dibahas-berulang-ulang.

Poligami? Biarkan aja mereka ngelakuin apa yang mereka suka, kalau kita nggak setuju dengan itu  nggak perlu diikuti. Dan nggak perlu saling ejek.
Perda dilarang "ngangkang"? selagi kita bukan penduduk aceh khususnya penduduk lhokseumawe, ngapain ribut? Ga ada efeknya ke kita, mau perda itu jadi apa nggak. Biarkan dan hargai aja mereka, toh nggak diberlakukan ke seluruh Indonesia. Yang penting, ulama-ulama juga udah menerangkan kalau cewek ngangkang (jawa: mbegagah) di sepeda motor, kuda, gajah dsb itu ga da hubungannya sama agama, ga ada larangan kecuali soal pakaian. Jadi itu hanya pandangan sopan santun dan adat istiadat aceh yang ingin mereka lestarikan dengan cara mereka. Selesai, ga perlu semua orang meributkan. Ntar kalau pemkot/pemda daerah masing-masing latah bikin larangan "ngangkang" dan nggak sesuai sama masyarakat sekitarnya, baru deh protes ke pemda nya masing-masing. Toh Indonesia negara yang "berwarna", jadi hargai perbedaan. Mau ngangkang, mau nyamping, kalau niatnya emang peluk-peluk cowok yang bonceng ya bisa aja. Coba aja praktekin. Kalo soal keliatan aurat nya, ya dipikir aja masing-masing. Kalo emang lagi pake rok ya jelas dong jangan ngangkang, kalo mau ngangkang ya pake celana panjang. Beres to? Jadi kembali ke penilaian dan tolak ukur kesopanan masing-masing kebudayaan. Allah Maha Tahu, manusia itu makhluk repot dan punya pandangan sendiri-sendiri, dan terjadinya keberagaman itu memang sudah ketentuan-Nya.
Capres rasis? modal tenar? ya udah, pas pemilihan nggak usah dipilih kalau emang dirasa nggak pantes jadi presiden. Pemilihan bebas dan nggak maksa kan.
Artis lagi ngapain hari ini? Do you think people care? Kasian tau mereka, dikit-dikit dikerubungi wartawan kayak gitu. Iya kalau emang ada sesuatu yang penting buat di umumin. Tapi kalau cuma belanja aja dibuntutin aissh....annoying. Apalagi yang kepo pengen tahu isi tas artis, ngapain sih?? o.Oa


Nah, jadi, paling enak dan sehat itu makan nggak pake nonton berita geje tv. Makan dengan tenang dan menikmati, insya Allah terasa nikmat dan lama kenyang nya. Nggak lewat gitu aja, tau-tau habis, perut kenyang lidah nggak puas.
Eh tapi kalau sama lihat acara-acara yang lucu-lucu, acara bagus-bagus sih enak aja xD
Lama-lama aku nggak care sama berita di tv. Sekali tau ya udah. Kadang aku baca berita di Internet atau dari koran aja lebih nyaman. Kalau mau lihat tv searching-searching dulu jadwalnya atau follow twitter program acara yang kita suka, biar dapet info kalau misal ada pergantian jam. Besok-besok pengeeen deh punya tv kabel, kalau acara tv indonesia udah gak ada yang enak ditonton ya lari ke acara luar negri.

Acara yang menurutku enak diliat:
-Bukan Jalan-Jalan Biasa (tv one)
-Acara-acara semacam akademi fantasy (IMB, Indonesian Idol, X Factor, master chef dsb)
 *btw, kangen ya sama acara akademi fantasy, nggak hanya seleksi doang tapi juga ditayangkan kesehariannya, susah payahnya jadi penyanyi. Dia pelopor acara semacam itu di Indonesia. Kok nggak tayang lagi ya....*
-Channel Japan (metro tv)
-Acara-acara documenter metro tv
(btw aku suka sama website metro tv. Acara-acara yang kita ketinggalan dan nggak nonton, ada disitu :D)

Thursday, 17 January 2013

Dua Tempat Makan Baru

Note: Cuma cerita soal nyoba 2 tempat makan masakan Jepang yang baru buka 

=====================

Kalau nggak salah dua minggu ini, aku dan kareshi ngunjungi dua tempat makan masakan Jepang yang baru buka. Satunya kedai ramen, satunya kayak rumah makan kecil makanan jepang (yang jadi highlight nya sih sushi, tapi jual macem-macem ternyata). Sengaja ngasih link nggak langsung sebut nama, biar penasaran (kalo misalnya ada) yang baca.

Minggu lalu, pergi ke kedai ramen. Kedai ramen ini unik, istilahnya kalau orang indonesia itu warung. Tapi tentu aja warungnya beda sama warung kopi, warung penyetan. Ini warung yang dimodel mirip warung di Jepang. Mau makan di kedai ini harus sabar. Karena persiapan masaknya 1 jam setelah buka. Aku kesini bareng kareshi sekitar jam 7an. Kedai ini emang baru buka jam 7 malam untuk buka sesi kedua, sesi pertama siang tapi ga tau jam berapa. Tapi makannya jam 8, selesai makan jam setengah 9 malam... hahaha...Nggak papa, datang lebih awal bisa liat proses masaknya. Serasa menghadiri upacara chanoyu dengan dua cowok penyaji. (Mas-mas ini sebenernya udah cocok jadi buttler. Buttler simple rapi sopan sabar dan nggak lebay kayak buttler-buttler ber wig. Itu pendapatku waktu liat mereka.)
Dan hasil ramen nya sepadan sama nunggu (dan harganya) lho menurutku. Aku pengen balik lagi kesitu. Enak ramennya. Aku juga jadi belajar beberapa hal, dan memikirkan beberapa hal. Sayang aku nggak sempat fotoin ramennya, aku pesen chicken ramen waktu itu. Oiya, kedai ini libur kalau hari jumat.

Lalu minggu ini pergi ke rumah makan jepang yang baru buka, itu ada di daerah dekat rumah. Walau tempatnya nggak gitu luas tapi bersih, nyaman, trus ada tv kabel nya. Disini aku pesen sushi callifornia sama okonomiyaki. Aku paling suka okonomiyaki nya. Selain kubis sebagai sayuran utama, mereka juga masukin bawang pre, ayamnya walau potongannya kecil-kecil tapi rata. Aku pernah makan okonomiyaki di bentoya, aku ngerasa kayak makan tepung dan kubis aja, katanya ada topping ayam tapi ayamnya dikiiit banget. Apa yang asli jepang itu gitu ya rasanya?

Kalau soal sushi, bentoya emang enak sushinya. Dan aku agak kecewa dengan sushi di rumah makan yang ini.... tergolong mahal => ukuran roll kecil dengan harga segitu. Tapi yang bikin aku agak ngelus dada....kenapa pake kecap manis sebagai sausnya yang dipiring?? Awalnya aku mengira itu saus okonomiyaki tapi aku curiga dengan rasa eneg yang lama-kelamaan kerasa. Kuingat-ingat lagi, aku pernah makan saus okonomiyaki, rasa saus okonomiyaki nggak kayak gitu. Saus okonomiyaki yang pernah kumakan itu rasanya manis tapi nggak terlalu manis dan ada gurih nya. Trus aku jilat itu kecapnya nggak pake sushi, kental dan manis...beneran itu kayak kecap manis...adakah saus jepang yang kecap nya kayak kecap manis? Masa saus teriyaki? Sepanjang pengalaman aku ngeliat video masak jepang, belum pernah tau mereka pake kecap manis....Mereka nyebut soy sauce aja yang dimaksud itu soyu alias kecap asin.... o.Oa
Hmm....kalau emang bener itu kecap manis, mending mereka ngganti pake saus tiram aja kalau misalnya ga ada saus okonomiyaki.... Atau mayonaise aja sekalian... Soal kecap aku orangnya pilih-pilih. Kecap yang terlalu kental dan manis aku malah kurang suka. Untung waktu itu ada kecap asin yang disediakan, langsung kucelup kecap asin lumayanlah. Tapi bagi yang suka kecap, mungkin patut mencoba sushi ini :D Unik tuh, sushi pake kecap manis. :3


Nah mite, mite.... ini kecap manis atau apa? Ada yg bisa bantu nerka?

Oh iya, nilai plus dari keduanya (kedai dan rumah makan) sama-sama bersih dan nyaman. Pegawai nya juga rapi walau buka kedai dan rumah makan kecil. *sigh* kapan ya ada warung atau rumah makan kecil penyaji masakan indonesia yang bisa rapi, bersih dan murah gitu? Masa harus adaptasi resto atau kedai makanan jepang dulu baru bisa gitu? :|

Thursday, 10 January 2013

Yang jadi favorit ku di awal tahun 2013

Note: Iseng posting. xD

==================================

Selama perjalanan 2012, aku udah beli sana-sini dan dapat ini itu, tentunya ada yang kusuka dari semuanya. Ini cuma postingan iseng kok, seriuss xDD

Langsung aja mulaai~

Tuesday, 1 January 2013

Pastel Kering ujicoba part 2 - Udah lumayan renyah

Note: Ini membahas kelanjutan kisah belajar bikin pastel ku. Maaf lho, aku sama sekali bukan juru masak super handal. Ini baru belajar coba-coba karena kepengen bisa makan masakan bikinan sendiri.


Disini sekalian aku ceritakan hubungan "es, putih telur dan margarin" dengan si pastel, karena di postingan ini aku akan menceritakan perubahan efek dibanding ujicoba lalu karena mengotak-atik urutan pemberian bahan tsb.

--------------------------------------------------------------------------

Sebelumnya, aku udah bikin pastel yang rasanya hampir mirip molen. Resep itu, walau agak gagal tapi tetap aku dokumentasikan. Karena suatu hari aku pengen iseng mengisinya dengan pisang pake ukuran resep yang itu.

------------Sekilas cerita---------------
Cuma bikin setoples

Ujicoba kali ini, terinspirasi gara-gara pas bikin martabak, lupa masukin setengah sendok teh minyak ke adonan tepung. Jadilah si minyak dimasukin ketika tepung sudah dikaliskan. Tapi emang berasa beda gitu tepung nya tanpa minyak. Setelah dimasukkan minyak dan diaduk, nggak tau kenapa, adonannya kok smooth banget ya... wow
Aku pun jadi terpikir untuk menerapkan kesalahan itu pada pembuatan pastel. Kalau martabak pake minyak, pastel pake margarin yang di cairkan.

Ngomong-ngomong soal margarin, di uji coba lalu saya melakukan kesalahan. Saya pikir margarin dan mentega sama ternyata beda. Kali ini saya mulai mencari yang namanya margarin. Saya pun mengalami kebingungan. Blue Band itu margarin apa mentega sih?? *maaf sebut merek* tanyaku dalam hati. Waktu cek ingredients antara Blue Band yang ada wadahnya bulat itu dengan Simas margarin yang bentuk sachetan gede kok nggak jauh beda ya.... Saya pun ngecek blue band yang wadahnya sachetan juga...tapi sama saja tuh....o.Oa
Berarti selama ini, saya pake margarin atau jangan-jangan saya nggak pernah tau yang namanya mentega?? Apalgi setelah menemukan postingan ini , wuaa...berarti selama ini aku nggak pernah tau yang namanya mentega.... >.<

Ya sudah deh, dari pada bingung, saya pun membeli simas margarin palmia sachetan. Sachetan memang lebih enak buat memasak karena nggak perlu repot-repot mengambil mentega nya pake sendok. Langsung pencet udah jatuh ke wajan/panci/mangkok hahahaha... Saya ambil yang merek ini karena disitu ada tulisan margarine dan harganya lebih murah.... *awam banget aku*

Soal es, aku nggak memberi air es sesuai ukuran di resep. Mirip kayak ngasih air panas di adonan martabak. Setelah semua bahan siap, masih ku masukin kulkas juga 15 menit biar adonannya dingin. Berharap biar bisa renyah nantinya.

Telur pun aku berpikir untuk menggunakan sedikit saja yaitu cuma satu butir telur ayam kampung cuma sebagai syarat bahan roti. Itu pun saya masukkan putih telur nya saja tanpa kuning telur. Karena saya curiga, jangan-jangan yang bikin pastel kemarin agak lembek kayak molen dan nggak renyah sama sekali, itu karena kebanyakan telur terutama si kuning telur ini....

Selain itu, saya juga belajar bagaimana membentuk pastel dengan model yang udah mainstream itu. Walau mainstream, susah juga....
-------------------------Cerita Selesai-----------------------

Nah, akhirnya, ini nih langkah-langkah ujicoba kemarin. Hasil dari pastel ini lebih renyah dari pada yang lalu. Lumayan lah, udah berasa dan berwujud pastel hahahaha xD

Bahan:
# Tepung terigu segitiga biru 10-12 sdm (karena baru coba-coba jadi bikin sedikit dulu. Kalau mau lebih nggak masalah)
# Garam 1/2 sdt aja
#Baking powder sepucuk sdt (katanya sih, sebaiknya pake baking soda. Tapi saya belum sempat beli)
#Telur ayam kampung 1 butir, ambil putih telur nya saja.
#Air es secukupnya sampai adonan kalis
#Margarin dicairkan 1 sdm
#Abon sapi siap makan

Cara membuat
#Cairkan margarin, lalu biarkan dingin
#Sementara itu, campurkan tepung terigu, garam dan baking powder.
#Beri air es sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga kalis.
#Setelah kalis dan tidak lengket, masukkan mentega cair. Diuleni kembali sampai margarin tercampur rata dengan adonan tepung.

Note: Hasil akhir adonan tepung, diusahakan lembut, empuk, tidak lengket. Kalau sudah diuleni merata masih lengket, ditambah tepung sedikit sedikit sampai tidak lengket dan empuk. Lalu masukkan mentega cairnya dan diuleni lagi untuk meratakan. Kalau setelah margarin cair sudah diratakan dengan adonan tepung yang diuleni tadi tapi masih menyisakan kesan berminyak berlebih, ditambah sedikit tepung terigu lagi sampai tekstur nya lembut, empuk namun tidak terlalu kering atau keras.

#Masukkan adonan tepung tadi kedalam lemari es sekitar 15 menit. Setelah itu keluarkan dan remas-remas sedikit biar adonan nggak kaku.
#Ambil adonan sebesar ibu jari, bentuk bulat lalu pipihkan sampai permukaannya agak tipis membentuk bundar. Jangan terlalu tipis, nanti mudah robek ketika diisi.
#Setelah itu, isi abon di tengah bundaran pipih tsb dan lipat sesuai bentuk yang diinginkan. Diusahakan sambungan adonan di rekatkan cukup kencang, agar ketika digoreng tidak mekar dan isinya terbuka.
#Setelah semua jadi, tinggal digoreng. Masukkan ke toples setelah dingin.

Cukup renyah ternyata~ :D




Alhamdulillah, udah lumayan bentuknya xD
Kuning telur yg nggak diikutkan, digoreng dan kumakan :D