Sunday, 13 November 2011

11-11-11 Pocky Day??

Yap, tahun ini aku lupa dengan adanya hari ini. Pocky Day.
Tahun lalu, Nozomi-Maki juga pernah ngadain Pocky Day, tapi lupa tanggal berapa. Dan tahun ini giliran native baru yang ngadain pocky day. Tahun ini lebih 'glamour' dari pada maki-nozo tahun lalu yang makan pocky secukupnya. Tahun ini pake tulisan plus kumpulan video iklan pocky...




Mereka ngundang kita ngumpul di beranda jam 11 kurang. Dan ketika jam 11 lewat 11 menit, mereka ngapain gitu aku nggak begitu paham...Tapi senang bisa makan camilan bareng sambil kumpul-kumpul gitu, berfungsi juga menambah keakraban :D

Untuk merayakan Pocky, baik maki-nozo tahun lalu maupun nao-sho di tahun ini, mereka mengadakan kumpul-kumpul dan makan berbagai macam pocky bersama.
Nao-Sho kemarin membeli Pocky satu kresek dengan berbagai macam rasa : Strawberry, Coklat (yang sering kita lihat di Indomaret dengan tulisan "Pocky" besar-besar di wadah nya), Rasa Pizza, Chilli (aku suka banget ini :3), Coklat Kacang, pisang (ini ni yang aku baru tahu) dan macem-macem. Dan kita nggak perlu ke Jepang untuk dapetin itu, cukup di supermarket terdekat xDD
Tapi memang harga Pocky cukup mahal, sekitar 7000 an satu....*sigh*

Ini aku salah denger, ato salah paham (mending anggap sebagai intermezzo aja). Aku menanyakan kenapa ada hari Pocky di Jepang, jawabnya :
Karena perusahaan Glico yang membuat Pocky pertama kali menyatakan melalui media bahwa tanggal 11 bulan 11 adalah hari Pocky. Akhirnya kabar itu pun disaksikan oleh semua orang disana. Dan sejak itu, tanggal 11 bulan 11 dirayakan oleh orang Jepang khusus nya anak-anak muda Jepang sebagai hari pocky.


Nah, bagaimana menurut anda dengan latar belakang hari pocky?
Aku pernah dengar dari sensei ku di perkuliahan. Beliau pernah menceritakan bahwa suatu hari ada sebuah majalah yang memaparkan bahwa Nabe (kalo nggak salah) bisa melangsingkan tubuh dan menurunkan berat badan. Gara-gara itu, hampir di semua supermarket di Jepang, stok Nabe habis selama berhari-hari. Namun, semua orang menuntut majalah tersebut ketika ternyata pernayataan tersebut sama sekali tidak benar. (eh? eh? sapa suruh percaya...aku jadi penasaran, kalimat didalam artikel itu seperti apa sih sampai-sampai se Jepang percaya....?  o.O)
Lalu contoh yang biasa kita lihat sehari-hari didalam manga Jepang, gadis-gadis disana begitu percaya ramalan bintang yang ada dimajalah-majalah cewek. Dan itu betul-betul terjadi. (ini didukung pemaparan langsung dari Ikegami sensei yang beberapa bulan lalu datang berkunjung memberikan seminar dan mengisi kelas budaya). Dan amati pula bagaimana kepercayaan gadis-gadis masa kini disana tidak hanya terhadap ramalan bintang tapi juga yang lainyang kebanyakan di bentuk oleh media sering masuk dalam penceritaan di dalam manga.

Contoh yg pernah kutemui : ttg bertukar ikat kepala saat festival olahraga pada org yg disukai atau menerima kancing kedua seragam cowok yg disukai ketika lulus menandakan org tersebut suka. Well apakah sikap-sikap itu termasuk dalam sikap aimai dan chinmoku yang kupelajari dalam menyatakan cinta? )

Sebegitu mudahnya kah masyarakat disana terpengaruh oleh media? Yang nggak sengaja baca dan punya info ttg ini mungkin bisa sharing disini untuk berbagi pengetahuan tentang budaya Jepang ^_____^

No comments: