Note: curcol singkat XDD
Sekarang lagi musim nikahan nih. Dimulai dari nikahannya adik kelas sampai dengan tetangga depan rumah. Buset dah, tetangga dua rumah dan sama-sama depan rumah punya hajatan. Widiiw....galau deh mau pake baju apaan ya.... @.@
Dari pengalaman kondangan adik kelas kemarin, ibu rada berceramah xDD. Masalahnya, di usia segini, aku belum punya make up, baju pesta atau hal-hal yg seharusnya dimiliki cewek seusiaku hahahaha....
Aku cuma punya pelembab, bedak sama lip ice xixixixixixi.... Aku juga nggak punya tas pesta....
Akhirnya kali ini ibu minta aku beli tas pesta. Sekalian beli yang lain-lain. Tapi yg lain-lain itu kalau uangnya sisa xDD
Yap, akhirnya dapat deh buat purezento, eyeliner, eyeshadow. Tapi nggak tahu ini cara pake nya xDDD
Kenapa harus beli gituan?
Beberapa hal penting dari omelan ibu yang bla bla bla, alasannya karena aku udah bukan anak-anak lagi. Undangan-undangan semacam ini akan ada terus dan semakin dewasa akan semakin banyak undangan. Begitulah katanya. Jadi, make up cuma dipake pas undangan-undangan itu. Kalo hari biasa sih bedakan juga cukup xDD
"Yesterday has passed with it's good and evil, while tomorrow has not yet arrived"---Don't be sad---
Sunday, 27 November 2011
Sunday, 13 November 2011
11-11-11 Pocky Day??
Yap, tahun ini aku lupa dengan adanya hari ini. Pocky Day.
Tahun lalu, Nozomi-Maki juga pernah ngadain Pocky Day, tapi lupa tanggal berapa. Dan tahun ini giliran native baru yang ngadain pocky day. Tahun ini lebih 'glamour' dari pada maki-nozo tahun lalu yang makan pocky secukupnya. Tahun ini pake tulisan plus kumpulan video iklan pocky...
Mereka ngundang kita ngumpul di beranda jam 11 kurang. Dan ketika jam 11 lewat 11 menit, mereka ngapain gitu aku nggak begitu paham...Tapi senang bisa makan camilan bareng sambil kumpul-kumpul gitu, berfungsi juga menambah keakraban :D
Untuk merayakan Pocky, baik maki-nozo tahun lalu maupun nao-sho di tahun ini, mereka mengadakan kumpul-kumpul dan makan berbagai macam pocky bersama.
Nao-Sho kemarin membeli Pocky satu kresek dengan berbagai macam rasa : Strawberry, Coklat (yang sering kita lihat di Indomaret dengan tulisan "Pocky" besar-besar di wadah nya), Rasa Pizza, Chilli (aku suka banget ini :3), Coklat Kacang, pisang (ini ni yang aku baru tahu) dan macem-macem. Dan kita nggak perlu ke Jepang untuk dapetin itu, cukup di supermarket terdekat xDD
Tapi memang harga Pocky cukup mahal, sekitar 7000 an satu....*sigh*
Ini aku salah denger, ato salah paham (mending anggap sebagai intermezzo aja). Aku menanyakan kenapa ada hari Pocky di Jepang, jawabnya :
Karena perusahaan Glico yang membuat Pocky pertama kali menyatakan melalui media bahwa tanggal 11 bulan 11 adalah hari Pocky. Akhirnya kabar itu pun disaksikan oleh semua orang disana. Dan sejak itu, tanggal 11 bulan 11 dirayakan oleh orang Jepang khusus nya anak-anak muda Jepang sebagai hari pocky.
Nah, bagaimana menurut anda dengan latar belakang hari pocky?
Aku pernah dengar dari sensei ku di perkuliahan. Beliau pernah menceritakan bahwa suatu hari ada sebuah majalah yang memaparkan bahwa Nabe (kalo nggak salah) bisa melangsingkan tubuh dan menurunkan berat badan. Gara-gara itu, hampir di semua supermarket di Jepang, stok Nabe habis selama berhari-hari. Namun, semua orang menuntut majalah tersebut ketika ternyata pernayataan tersebut sama sekali tidak benar. (eh? eh? sapa suruh percaya...aku jadi penasaran, kalimat didalam artikel itu seperti apa sih sampai-sampai se Jepang percaya....? o.O)
Lalu contoh yang biasa kita lihat sehari-hari didalam manga Jepang, gadis-gadis disana begitu percaya ramalan bintang yang ada dimajalah-majalah cewek. Dan itu betul-betul terjadi. (ini didukung pemaparan langsung dari Ikegami sensei yang beberapa bulan lalu datang berkunjung memberikan seminar dan mengisi kelas budaya). Dan amati pula bagaimana kepercayaan gadis-gadis masa kini disana tidak hanya terhadap ramalan bintang tapi juga yang lainyang kebanyakan di bentuk oleh media sering masuk dalam penceritaan di dalam manga.
Contoh yg pernah kutemui : ttg bertukar ikat kepala saat festival olahraga pada org yg disukai atau menerima kancing kedua seragam cowok yg disukai ketika lulus menandakan org tersebut suka. Well apakah sikap-sikap itu termasuk dalam sikap aimai dan chinmoku yang kupelajari dalam menyatakan cinta? )
Sebegitu mudahnya kah masyarakat disana terpengaruh oleh media? Yang nggak sengaja baca dan punya info ttg ini mungkin bisa sharing disini untuk berbagi pengetahuan tentang budaya Jepang ^_____^
Tahun lalu, Nozomi-Maki juga pernah ngadain Pocky Day, tapi lupa tanggal berapa. Dan tahun ini giliran native baru yang ngadain pocky day. Tahun ini lebih 'glamour' dari pada maki-nozo tahun lalu yang makan pocky secukupnya. Tahun ini pake tulisan plus kumpulan video iklan pocky...
Mereka ngundang kita ngumpul di beranda jam 11 kurang. Dan ketika jam 11 lewat 11 menit, mereka ngapain gitu aku nggak begitu paham...Tapi senang bisa makan camilan bareng sambil kumpul-kumpul gitu, berfungsi juga menambah keakraban :D
Untuk merayakan Pocky, baik maki-nozo tahun lalu maupun nao-sho di tahun ini, mereka mengadakan kumpul-kumpul dan makan berbagai macam pocky bersama.
Nao-Sho kemarin membeli Pocky satu kresek dengan berbagai macam rasa : Strawberry, Coklat (yang sering kita lihat di Indomaret dengan tulisan "Pocky" besar-besar di wadah nya), Rasa Pizza, Chilli (aku suka banget ini :3), Coklat Kacang, pisang (ini ni yang aku baru tahu) dan macem-macem. Dan kita nggak perlu ke Jepang untuk dapetin itu, cukup di supermarket terdekat xDD
Tapi memang harga Pocky cukup mahal, sekitar 7000 an satu....*sigh*
Ini aku salah denger, ato salah paham (mending anggap sebagai intermezzo aja). Aku menanyakan kenapa ada hari Pocky di Jepang, jawabnya :
Karena perusahaan Glico yang membuat Pocky pertama kali menyatakan melalui media bahwa tanggal 11 bulan 11 adalah hari Pocky. Akhirnya kabar itu pun disaksikan oleh semua orang disana. Dan sejak itu, tanggal 11 bulan 11 dirayakan oleh orang Jepang khusus nya anak-anak muda Jepang sebagai hari pocky.
Nah, bagaimana menurut anda dengan latar belakang hari pocky?
Aku pernah dengar dari sensei ku di perkuliahan. Beliau pernah menceritakan bahwa suatu hari ada sebuah majalah yang memaparkan bahwa Nabe (kalo nggak salah) bisa melangsingkan tubuh dan menurunkan berat badan. Gara-gara itu, hampir di semua supermarket di Jepang, stok Nabe habis selama berhari-hari. Namun, semua orang menuntut majalah tersebut ketika ternyata pernayataan tersebut sama sekali tidak benar. (eh? eh? sapa suruh percaya...aku jadi penasaran, kalimat didalam artikel itu seperti apa sih sampai-sampai se Jepang percaya....? o.O)
Lalu contoh yang biasa kita lihat sehari-hari didalam manga Jepang, gadis-gadis disana begitu percaya ramalan bintang yang ada dimajalah-majalah cewek. Dan itu betul-betul terjadi. (ini didukung pemaparan langsung dari Ikegami sensei yang beberapa bulan lalu datang berkunjung memberikan seminar dan mengisi kelas budaya). Dan amati pula bagaimana kepercayaan gadis-gadis masa kini disana tidak hanya terhadap ramalan bintang tapi juga yang lainyang kebanyakan di bentuk oleh media sering masuk dalam penceritaan di dalam manga.
Contoh yg pernah kutemui : ttg bertukar ikat kepala saat festival olahraga pada org yg disukai atau menerima kancing kedua seragam cowok yg disukai ketika lulus menandakan org tersebut suka. Well apakah sikap-sikap itu termasuk dalam sikap aimai dan chinmoku yang kupelajari dalam menyatakan cinta? )
Sebegitu mudahnya kah masyarakat disana terpengaruh oleh media? Yang nggak sengaja baca dan punya info ttg ini mungkin bisa sharing disini untuk berbagi pengetahuan tentang budaya Jepang ^_____^
Labels:
My univ life,
Oo..gitu toh,
Random Japan
Sunday, 6 November 2011
Onigiri+fast food - iseng-iseng malam xDD
Yap, malam ini iseng-iseng aku bikin onigiri yang jauh dari selera Jepang. Setelah tadi pagi menurutku fail dengan ujicoba sushi (walau kata adik sih enak), akhirnya malam ini aku udah enggak lagi coba bikin sushi. Bikin onigiri aja deh buat camilan malam.
Sushi dan onigiri kalau diperhatikan nggak imbang banget antara bikin sama makannya. Bahannya sih nggak melibatkan rempah ini dan itu. Hanya bermain berbagai jenis kecap, saus jepang, garam, gula, jahe, lalu bumbu cair dan bubuk yang harganya tentu saja mahal bila tidak ada pengganti yang setara dari produk lokal.
Untuk sushi, nasi nya harus di siram dulu pake Rice vinegar yang dicampur garam sembari menunggu dinginnya nasi.
Ribet nya sushi asli traditional Jepang bisa baca sendiri di artikel ini = Nipponia no.47
Gimanapun juga, baik sushi traditional maupun sushi jaman sekarang sama-sama nggak imbang sama makannya yang cuma 5 menit udah habis tuh 8 potong sushi. Jadi, mending kalau pengen makan sushi beli aja deh yang murah-murah aja xDD
Lalu onigiri pun sama saja, walau bahan-bahannya sebenarnya simpel dan nggak seribet sushi, lagi-lagi masakan Jepang itu memang ribet di teknik masaknya bukan ribet di bumbu nya yang banyak seperti masakan indonesia yang susah banget kuingat. Onigiri pun tinggal lahap habis sudah. Tapi bikinnya? Harus dikepalin dulu dan itu lama sekali. (itu onigiri aslinya) Tapi sekarang sudah ada cetakan dengan berbagai macam ukuran. Aku suka yang ukuran kecil. Langsung lahap nggak perlu digigit. Tapi resiko nya nggak bisa diisi. Kalau diisi tuna mayonaise kalengan sih masih baik-baik saja.
Nah malam ini aku berpikir, gimana caranya aku bisa tetap pakai cetakan kecil itu tapi tetap bisa nikmatin onigiri yang enak, nggak ribet, seimbang antara bikin dan makannya. Dan memang fast food ala western jadi solusi cepat. Ada nugget di lemari es dan telur. Teringat kata-kata kareshi ku, gimana kalau onigiri isi nugget? Oke deh akhirnya aku coba untuk membuat onigiri nugget dan telur dadar. Onigiri ini tentu saja jauh dari kata menyehatkan. xDD (maaf nggak sempat motret hasilnya.)
Alat yang penting:
~Cetakan onigiri. Aku pilih cetakan kecil-kecil seukuran satu suapan.
~Piring untuk nasi putih. Lebih bagus kalau punya piring ceper dan lebar semacam piring nya gurami. Untuk mendinginkan nasi. Tapi piring biasa juga nggak masalah.
~Piring kecil untuk air garam.
Alat yang lain optional, gunakan sesuai keperluan.
Bahan dan cara membuat:
~ Satu buah nugget (nggak perlu banyak-banyak, cukup satu saja ^___^) => Sebelum digoreng, potong-potong dulu nuggetnya. Setelah itu bagi dua potongan-potongan tadi biar memanjang kayak kentang goreng. Lalu goreng potongan-potongan nugget tadi dengan api kecil. Goreng sampai agak kering. Kenapa aku potong-potong dulu baru ku goreng? Soalnya kalo digoreng utuh aku rada kesulitan nggoreng kering sampe kedalam daging nuggetnya...takutnya ntar malah gosong. Dan kalo nggak kering sampe kedalam, ketika dipotong-potong juga dalamnya masih empuk, nggak kriuk. Kalo dipotong dulu baru digoreng, kriuk nya agak tahan lama walau udah dingin ^___^
~Telur 2 butir aja (optional) => campuri dengan garam sejumput dan juga gula. Usahakan rasa manis sedikit mendominasi dari pada garam tapi jangan terlalu manis dan asinnya garam harus masih ada. Tapi sebenarnya tanpa telur ini juga nggak masalah karena telur dadar ini bukan tokoh utama. Aku hanya memberinya peran sebagai penyeimbang rasa nugget yang sudah asin dan nori panggang yang sedikit gurih. Karena itu aku buat rasa manis nya sedikit mendominasi.
Goreng telur ini seperti cara membuat tamagoyaki. (cara nggorengnya aja bukan bahan-bahan bumbunya)
~Nasi putih => nggak perlu nasi Jepang. Cukup nasi Indonesia tercinta xD. Nasi putih ini jangan sampai menggunung ketika diambil dari magic jar ke piring seperti kita mau makan biasa, tapi diratakan sepermukaan piring. Tujuannya agar nasi nya cepat dingin dan tidak membuat tangan panas.
Setelah nasi sudah dingin, masukkan ke cetakan onigiri. Sebelumnya basahi dulu tangan dengan air garam agar nasi nggak lengket ditangan. Setiap tangan kering dan nasi mulai suka nempel-nempel lagi, basahi lagi tangan dengan air garam. Nasi yang kuambil dipiring total menjadi sekitar 10 cetak onigiri.
~Nori Panggang (Nori korea) = > Potong sesuai kebutuhan. Karena cetakan onigiri ku kecil ya kupotong kecil memanjang dan kubuat melingkari tepian nasi yang sudah dicetak.
Nah, akhirnya aku terinspirasi dengan bentuk Makizushi dan Nigirizushi (lihat bentuk-bentuk sushi pada gambar di postinganku yg lalu ).
Nasi yang dikepal pake cetakan onigiri nggak kuisi apa-apa, kubiarin nasi putih biasa. Lalu aku kasih nori melingkar di pinggirannya. Bentuknya jadi kayak Maki Sushi / makizushi tanpa isi. Dan nugget nya ku taruh diatas nya sambil sedikit ditekan seperti nigirizushi yang ikannya diatas.
Nah, jadi deh~ :3
Tinggal dikasih saos tomat/saos sambel langsung atau dicocol di mangkuk sambel.
Dimakan bersama kareshi yang maen kerumah di sabtu malam, tanoshikatta~ 。.:♪*:・'(*⌒―⌒*)))
--------------------------------------------
Setelah iseng-iseng searching beberapa bulan setelah event ini, ternyata model onigiri yang kubuat yang kupikir mirip makizushi ini ternyata punya nama = onigiri Tenmusu
Sushi dan onigiri kalau diperhatikan nggak imbang banget antara bikin sama makannya. Bahannya sih nggak melibatkan rempah ini dan itu. Hanya bermain berbagai jenis kecap, saus jepang, garam, gula, jahe, lalu bumbu cair dan bubuk yang harganya tentu saja mahal bila tidak ada pengganti yang setara dari produk lokal.
Untuk sushi, nasi nya harus di siram dulu pake Rice vinegar yang dicampur garam sembari menunggu dinginnya nasi.
Ribet nya sushi asli traditional Jepang bisa baca sendiri di artikel ini = Nipponia no.47
Gimanapun juga, baik sushi traditional maupun sushi jaman sekarang sama-sama nggak imbang sama makannya yang cuma 5 menit udah habis tuh 8 potong sushi. Jadi, mending kalau pengen makan sushi beli aja deh yang murah-murah aja xDD
Lalu onigiri pun sama saja, walau bahan-bahannya sebenarnya simpel dan nggak seribet sushi, lagi-lagi masakan Jepang itu memang ribet di teknik masaknya bukan ribet di bumbu nya yang banyak seperti masakan indonesia yang susah banget kuingat. Onigiri pun tinggal lahap habis sudah. Tapi bikinnya? Harus dikepalin dulu dan itu lama sekali. (itu onigiri aslinya) Tapi sekarang sudah ada cetakan dengan berbagai macam ukuran. Aku suka yang ukuran kecil. Langsung lahap nggak perlu digigit. Tapi resiko nya nggak bisa diisi. Kalau diisi tuna mayonaise kalengan sih masih baik-baik saja.
Nah malam ini aku berpikir, gimana caranya aku bisa tetap pakai cetakan kecil itu tapi tetap bisa nikmatin onigiri yang enak, nggak ribet, seimbang antara bikin dan makannya. Dan memang fast food ala western jadi solusi cepat. Ada nugget di lemari es dan telur. Teringat kata-kata kareshi ku, gimana kalau onigiri isi nugget? Oke deh akhirnya aku coba untuk membuat onigiri nugget dan telur dadar. Onigiri ini tentu saja jauh dari kata menyehatkan. xDD (maaf nggak sempat motret hasilnya.)
Alat yang penting:
~Cetakan onigiri. Aku pilih cetakan kecil-kecil seukuran satu suapan.
~Piring untuk nasi putih. Lebih bagus kalau punya piring ceper dan lebar semacam piring nya gurami. Untuk mendinginkan nasi. Tapi piring biasa juga nggak masalah.
~Piring kecil untuk air garam.
Alat yang lain optional, gunakan sesuai keperluan.
Bahan dan cara membuat:
~ Satu buah nugget (nggak perlu banyak-banyak, cukup satu saja ^___^) => Sebelum digoreng, potong-potong dulu nuggetnya. Setelah itu bagi dua potongan-potongan tadi biar memanjang kayak kentang goreng. Lalu goreng potongan-potongan nugget tadi dengan api kecil. Goreng sampai agak kering. Kenapa aku potong-potong dulu baru ku goreng? Soalnya kalo digoreng utuh aku rada kesulitan nggoreng kering sampe kedalam daging nuggetnya...takutnya ntar malah gosong. Dan kalo nggak kering sampe kedalam, ketika dipotong-potong juga dalamnya masih empuk, nggak kriuk. Kalo dipotong dulu baru digoreng, kriuk nya agak tahan lama walau udah dingin ^___^
~Telur 2 butir aja (optional) => campuri dengan garam sejumput dan juga gula. Usahakan rasa manis sedikit mendominasi dari pada garam tapi jangan terlalu manis dan asinnya garam harus masih ada. Tapi sebenarnya tanpa telur ini juga nggak masalah karena telur dadar ini bukan tokoh utama. Aku hanya memberinya peran sebagai penyeimbang rasa nugget yang sudah asin dan nori panggang yang sedikit gurih. Karena itu aku buat rasa manis nya sedikit mendominasi.
Goreng telur ini seperti cara membuat tamagoyaki. (cara nggorengnya aja bukan bahan-bahan bumbunya)
~Nasi putih => nggak perlu nasi Jepang. Cukup nasi Indonesia tercinta xD. Nasi putih ini jangan sampai menggunung ketika diambil dari magic jar ke piring seperti kita mau makan biasa, tapi diratakan sepermukaan piring. Tujuannya agar nasi nya cepat dingin dan tidak membuat tangan panas.
Setelah nasi sudah dingin, masukkan ke cetakan onigiri. Sebelumnya basahi dulu tangan dengan air garam agar nasi nggak lengket ditangan. Setiap tangan kering dan nasi mulai suka nempel-nempel lagi, basahi lagi tangan dengan air garam. Nasi yang kuambil dipiring total menjadi sekitar 10 cetak onigiri.
~Nori Panggang (Nori korea) = > Potong sesuai kebutuhan. Karena cetakan onigiri ku kecil ya kupotong kecil memanjang dan kubuat melingkari tepian nasi yang sudah dicetak.
Nah, akhirnya aku terinspirasi dengan bentuk Makizushi dan Nigirizushi (lihat bentuk-bentuk sushi pada gambar di postinganku yg lalu ).
Nasi yang dikepal pake cetakan onigiri nggak kuisi apa-apa, kubiarin nasi putih biasa. Lalu aku kasih nori melingkar di pinggirannya. Bentuknya jadi kayak Maki Sushi / makizushi tanpa isi. Dan nugget nya ku taruh diatas nya sambil sedikit ditekan seperti nigirizushi yang ikannya diatas.
Nah, jadi deh~ :3
Tinggal dikasih saos tomat/saos sambel langsung atau dicocol di mangkuk sambel.
Dimakan bersama kareshi yang maen kerumah di sabtu malam, tanoshikatta~ 。.:♪*:・'(*⌒―⌒*)))
--------------------------------------------
Setelah iseng-iseng searching beberapa bulan setelah event ini, ternyata model onigiri yang kubuat yang kupikir mirip makizushi ini ternyata punya nama = onigiri Tenmusu
Labels:
Iseng xD,
Makan yuuk,
My Everyday Life
Saturday, 5 November 2011
Instan beef ramen - pertama kali makan...eh...ngincip xDD
Kemarin, jum'at tanggal 4 aku dan kareshi keluar nyoba resto jepang baru yang kayaknya murah meriah. Bukan didalam mall pastinya tapi di rumah makan dipinggiran.Ternyata emang murah meriah walaupun makanan disana nggak ada yang dibawah 10 ribu tapi paling nggak yang 20 ribuan keatas jarang banget dan hampir nggak ada. ^______^ (ada sih yang 5000 an. Cuma snack2 nya doang xD)
Tapi memang karena murah ya memang nggak bisa disamakan kualitasnya sama bentoya, tapi lumayan lah. Enak kok :D
Aku nggak akan nyebut apa resto nya (sebut saja 'resto itu' ) tapi yang pengen aku bahas sekarang adalah Beef Ramen yang dibeli kareshi ku.
Ketika aku mencicipi mi dan kuahnya, rasanya seperti ada yang familiar deh dengan rasa ini...apa ya.......?? pikirku sambil terus nyeruput mi nya....
Ah! akhirnya aku ingat! Ini mirip mi korea instant yang pernah kubeli!! Jangan-jangan memang mie itu yang dipake! (ini cuma jangan-jangan lho xDD)
Hanya saja diresto itu, kuahnya nggak pedes. Lalu diberi tambahan telur rebus setengah matang, daging panggang (rasanya kayak mirip-mirip sate tapi nggak gosong-gosong banget), tahu rebus dan wortel. Harganya 12.000. Dan harga mie instan korea yang pernah kubeli harganya 6.000 (itu kalo bener resto itu pake merek yang sama dengan yang kubeli, coz varian nya banyak dan harganya beda-beda). Yah pantes lah menurutku kalo harganya segituan (walaupun sebenernya harga 10.000 aku rasa udah cukup untung kalo emang orang nya pake merek yang sama dengan yang kubeli). Tapi kalau misalnya di resto Jepang yang besar yang ada di mall mall itu biasanya ramennya asli, bikinnya pasti belibet (pernah liat videonya) dan harganya mahal....
Oke, jadi kira-kira begini resepnya :
~ 1 bungkus mie instan korea.
Mie yang pernah kubeli dan rasanya ramen 'resto itu' rasa dan penampilannya mirip ini :
Itu sayurannya asli sayuran kering dari kemasan mie itu. Jadi meskipun tadinya sayuran itu kisut dan kecil-kecilmirip sayuran kering yang di indomie, ketika dimasak bisa jadi besar seperti sayuran asli nggak kayak sayurannya indomie dan mie instan indonesia umumnya. Ada wortelnya juga dipotong kotak-kotak dalam kemasan itu. Tulisan di kemasan mie itu sih "udon". Ada yang ramen tapi aku belum pernah coba. Entah bagaimana rasa ramen yang sebenarnya. Tapi dari yang kuamati dari ramen 'resto itu' (sensor) rasa mie dan kuahnya mirip dengan mie yang kubeli ini.
Nah, Entah dengan cara apa, pokoknya mie nya dibikin dulu seperti bikin indomie. Jangan lupa sayurannya ikutan direbus. Dan kalau yang kalian beli mirip seperti mie ku diatas, hati-hati, kalian dapet yang pedes apa nggak pedes. Kalo pedes, mending kalian masukin bumbu pedes nya setengah ato seperempatnya aja. Bagi yang nggak doyan pedes ya seperempatnya saja. Kalo sebungkus dimasukin semua, bersiaplah sakit perut besok =.=|| Tapi bagi yang doyan dan tahan pedes ya monggo xD
Mie ini merebusnya agak lama dibandingkan indomie atau mie instan indonesia pada umumnya. Lupa berapa menit...Lihat kemasannya aja untuk lebih jelasnya...
~ Telur rebus setengah mateng dibelah setengah.
Jadi telur nya nggak serta-merta dimasukin bulat-bulat tapi dipotong dan dimasukkan ke mangkok setengah potong saja.
~Tahu dipotong kotak-kotak kecil.
Kira-kira seukuran penghapus yang ukuran kecil. Yang digunakan di resto itu tahu rebus indonesia biasa yang warna putih. Tapi bagus tahu nya nggak kecut. Kalau mau mengganti dengan tofu juga terserah ^___^
~ Beberapa Potong Wortel.
Dipotong bentuk bunga. Kalo susah ya dipotong biasa aja kayak bikin sop. Tapi jangan tebal-tebal dan jangan terlalu banyak. Mungkin sekitar 5-8 iris wortel.
~ Daging sapi
Aku sendiri masih mengira-ngira ini daging diapain ya.... Sekilas aku rasain sih kayak dipanggang dulu dagingnya dengan kecap.
Perkiraan 1: Rasanya ada gosong-gosong nya mirip-mirip sate tapi sate kan di atas api langsung, kalau ini (mungkin) di wajan panggangan.(Mungkin) Dipanggang sebentar jangan sampai gosong kayak sate lalu masukkan ke kuah mie.
Perkiraan 2: Dibikin beef sukiyaki dulu baru dimasukin ke mie kuah nya.
Dagingnya disini dipotong memanjang. Kalau mau yang model fillet lebar-lebar monggo dicoba, lebih enak lagi mungkin :3
Yah itulah hasil pengamatan iseng-iseng ku terhadap beef ramen bersama kareshi xDD
Buat kareshi : Maaf ya...aku mintain terus ramen nya kemarin....m(_ _)m
Tapi memang karena murah ya memang nggak bisa disamakan kualitasnya sama bentoya, tapi lumayan lah. Enak kok :D
Aku nggak akan nyebut apa resto nya (sebut saja 'resto itu' ) tapi yang pengen aku bahas sekarang adalah Beef Ramen yang dibeli kareshi ku.
Ketika aku mencicipi mi dan kuahnya, rasanya seperti ada yang familiar deh dengan rasa ini...apa ya.......?? pikirku sambil terus nyeruput mi nya....
Ah! akhirnya aku ingat! Ini mirip mi korea instant yang pernah kubeli!! Jangan-jangan memang mie itu yang dipake! (ini cuma jangan-jangan lho xDD)
Hanya saja diresto itu, kuahnya nggak pedes. Lalu diberi tambahan telur rebus setengah matang, daging panggang (rasanya kayak mirip-mirip sate tapi nggak gosong-gosong banget), tahu rebus dan wortel. Harganya 12.000. Dan harga mie instan korea yang pernah kubeli harganya 6.000 (itu kalo bener resto itu pake merek yang sama dengan yang kubeli, coz varian nya banyak dan harganya beda-beda). Yah pantes lah menurutku kalo harganya segituan (walaupun sebenernya harga 10.000 aku rasa udah cukup untung kalo emang orang nya pake merek yang sama dengan yang kubeli). Tapi kalau misalnya di resto Jepang yang besar yang ada di mall mall itu biasanya ramennya asli, bikinnya pasti belibet (pernah liat videonya) dan harganya mahal....
Oke, jadi kira-kira begini resepnya :
~ 1 bungkus mie instan korea.
Mie yang pernah kubeli dan rasanya ramen 'resto itu' rasa dan penampilannya mirip ini :
Itu sayurannya asli sayuran kering dari kemasan mie itu. Jadi meskipun tadinya sayuran itu kisut dan kecil-kecil
Nah, Entah dengan cara apa, pokoknya mie nya dibikin dulu seperti bikin indomie. Jangan lupa sayurannya ikutan direbus. Dan kalau yang kalian beli mirip seperti mie ku diatas, hati-hati, kalian dapet yang pedes apa nggak pedes. Kalo pedes, mending kalian masukin bumbu pedes nya setengah ato seperempatnya aja. Bagi yang nggak doyan pedes ya seperempatnya saja. Kalo sebungkus dimasukin semua, bersiaplah sakit perut besok =.=|| Tapi bagi yang doyan dan tahan pedes ya monggo xD
Mie ini merebusnya agak lama dibandingkan indomie atau mie instan indonesia pada umumnya. Lupa berapa menit...Lihat kemasannya aja untuk lebih jelasnya...
~ Telur rebus setengah mateng dibelah setengah.
Jadi telur nya nggak serta-merta dimasukin bulat-bulat tapi dipotong dan dimasukkan ke mangkok setengah potong saja.
~Tahu dipotong kotak-kotak kecil.
Kira-kira seukuran penghapus yang ukuran kecil. Yang digunakan di resto itu tahu rebus indonesia biasa yang warna putih. Tapi bagus tahu nya nggak kecut. Kalau mau mengganti dengan tofu juga terserah ^___^
~ Beberapa Potong Wortel.
Dipotong bentuk bunga. Kalo susah ya dipotong biasa aja kayak bikin sop. Tapi jangan tebal-tebal dan jangan terlalu banyak. Mungkin sekitar 5-8 iris wortel.
~ Daging sapi
Aku sendiri masih mengira-ngira ini daging diapain ya.... Sekilas aku rasain sih kayak dipanggang dulu dagingnya dengan kecap.
Perkiraan 1: Rasanya ada gosong-gosong nya mirip-mirip sate tapi sate kan di atas api langsung, kalau ini (mungkin) di wajan panggangan.(Mungkin) Dipanggang sebentar jangan sampai gosong kayak sate lalu masukkan ke kuah mie.
Perkiraan 2: Dibikin beef sukiyaki dulu baru dimasukin ke mie kuah nya.
Dagingnya disini dipotong memanjang. Kalau mau yang model fillet lebar-lebar monggo dicoba, lebih enak lagi mungkin :3
Yah itulah hasil pengamatan iseng-iseng ku terhadap beef ramen bersama kareshi xDD
Buat kareshi : Maaf ya...aku mintain terus ramen nya kemarin....m(_ _)m
Labels:
Iseng xD,
Makan yuuk,
Oo..gitu toh
Subscribe to:
Comments (Atom)

