Note: sekedar sharing
Baru kemarin koibito ku cerita, dia nggak pernah dirayakan ulang tahun nya.... Aku sempat nggak percaya...namun begitulah...
Dari kecil nggak pernah dapat sesuatu walau pun cuma kue ulang tahun...ucapan selamat pun didapat karena notif FB...tsumetai ne...
Aku pikir apa karena koibito ku 5 bersaudara ya...makanya jadi pada lupa...
Tapi, Eyang ku yang punya 4 anak nggak pernah lupa hari ulang tahun masing-masing anaknya.
Tiap bapak ulang tahun, eyang selalu telepon kerumah walau pun sekedar mengucapkan selamat ulang tahun. Kadang minta tolong ke ibu untuk titip buatin nasi kuning atau bubur merah. Dulu malah eyang sendiri yang nganterin nasi kuning kerumah waktu rumah ku masih di ketintang *berarti aku masih kecil* berhubung akhir-akhir waktunya beliau sakit sampai akhirnya meninggal di usia 72 tahun. *beberapa minggu setelah beliau ulang tahun*.
Sekarang ibuku yang buatin nasi kuning buat bapak, aku dan adik kalo ulang tahun. Begitulah budaya di keluarga ketika anggota keluarga ber ulang tahun. Minimal memberi ucapan selamat ulang tahun (plus cipika cipiki). Kalau nggak gitu kasih makanan (biasanya nasi kuning). Sepupu-sepupuku juga. Meskipun nggak dirayakan besar-besaran sampai ngundang orang, biasanya beli cake atau makanan trus setengahnya dibagikan ke saudara-saudara. Kalau lagi bokek ya cuma beli makanan/cake atau bikin nasi kuning untuk makan sekeluarga saja.
Aku pun sempat bertanya pada ibuku yang jumlah saudaranya lebih banyak, 9 bersaudara!
"Bu, ibu 9 bersaudara. Gitu itu apa orang tua nya ibu ingat sama hari ulang tahun anak-anak nya? Mesti dibuatin nasi kuning?" Tanyaku menghampiri ibu ku yang sedang memindahkan pakaian di mesin cuci ke pengering pakaian.
"Ya nggak nduk. Ya biasa aja." Jawab ibu ku.
"Berarti nggak dirayain juga donk?"
"Ya enggak, orang jaman dulu nggak ada gitu itu. Apalagi orang desa...sehari-hari aja belum tentu makan nasi. Kadang-kadang makan telo."
"Ooo..." Jawabku sambil mengerutkan kening.
"Tapi ibu kok bikinin nasi kuning kalo ulang tahun?" Tanyaku lagi.
"Soalnya eyang itu dulu sering bawain bapak nasi kuning kalau ulang tahun, makanya jadi ketularan XDD." Jawab ibu ku tertawa. Aku tertegun, mungkin kalau ibu nggak pernah tahu kebiasaan itu dari eyang, mungkin beliau juga nggak pernah ngerti yang seperti itu. Bisa saja terjadi.
"Tapi itu perlu juga." Kata ibuku lagi.
"Ah iya, habis ini adik ya yang ulang tahun." Kata ibuku yang tiba-tiba teringat hari ulang tahun adik sebentar lagi.
Betul...menurutku perlu juga. Walau cuma sekedar ucapan selamat, terutama dari orang tua, mereka selalu menyampaikan doa serta sesuatu yang membuatku bersemangat menjalani tahun berikutnya. Walau pun aku tahu, orang pun juga tahu, semakin bertambah tahun semakin habis waktu kita...
3 comments:
bersyukurlah tanggal lahirmu masih diinget tampa harus diingetkan orang lain :)
semoga lama kelamaan tanggal lahirmu juga akan diingat~ (aku misalnya XDD)
ah, bsk anakku nggak boleh mengalami hal seperti itu... :(
hehehe~
amin amin~
:)
Post a Comment