Note: Sebelumnya saya minta maaf sekali pada para pembaca dan komentator yang ternyata banyak juga yang berminat membaca postingan saya yang berjudul "Dari usia belasan ke duapuluhan - Skincare mendadak harus diubah". Saya sempat menyimpannya dulu di draft karena skincare yang saya bahas disana tampaknya sudah nggak berlaku buat saya. Maksudnya saya sudah nggak pake skincare yang saya bahas di postingan itu karena merasakan gejala ketidak-cocokan lagi.
Maaf ini nggak bermaksud menjatuhkan atau mempromosikan suatu produk. Semua kembali kepada kecocokan kulit masing-masing.
Okey, kenapa skincare di postingan yang saya sebut di atas sudah nggak saya pake?
-------------Just Skip this xD ----------------------------
Sedikit review pada postingan sebelumnya, saya sudah cerita kalau saya mendadak nggak cocok semua rangkaian skincare ponds yang saya pakai dan akhirnya saya menggantinya dengan Garnier karena saya merasa produk itu lebih ramah di kulit saya. Saya menggantinya mulai dari facial foam, scrub, day cream dan night cream. Sebenarnya udah tersirat di postingan lain kalau saya perlahan nggak cocok tapi ini baru cerita lengkapnya.
Nah, setelah pemakaian sekitar 5-6 bulan setelah itu kalau nggak salah, saya harus KKN ke sebuah desa yang terletak di pegunungan yang dingin dan kering selama sebulan. Hal itu akhirnya memaksa saya untuk mengganti sementara skincare saya ke skincare untuk kulit kering. Kondisi kulit ngelupas-ngelupas waktu itu... nggak hanya saya, teman-teman KKN saya juga sama.
Salah satu brand yang saya kenal untuk kulit kering waktu itu baru Nivea. Saya sudah cocok sekali dengan lipbalm-lipbalmnya untuk bibir saya yang kering dan sering mengelupas dan berdarah. Saya beli Nivea Creme yang biru tua, rencananya mau saya pake buat handbody darurat kalau tiba-tiba handbody nivea saya yang botolan kalah oleh cuaca xD. Lalu saya juga sudah sedia pelembab mawar sariayu yang kabarnya sangat efektif untuk kulit kering. Sayangnya saya nggak kepikiran beli krim malamnya sekalian karena saya pikir krim malam garnier sudah cukup berminyak. Saya beli sariayu karena saya masih takut kalau beli nivea Soft yang untuk muka,badan dan tangan itu terlalu lembab di wajah saya.
Disana, saya bisa bertahan pake Garnier cuma seminggu, selanjutnya saya nggak bisa pake karena makin bikin kulit kering. Saya akhirnya mulai pakai pelembab mawar sariayu yang saya bawa dan mengurangi rutinitas cuci muka pake sabun dan cuma pake pembersih dan penyegar mawar. Lama kelamaan nggak mempan juga walau udah ditemplokin banyak-banyak... saya bingung....Lalu suatu waktu, pak kades dan bu kades desa tempat saya kkn mengajak saya dan beberapa teman menuju kota untuk membeli sesuatu. Disana teman-teman juga beli macam-macam, begitu juga saya xD. Namun pada sebuah toko, mata saya tertuju pada cepuk-cepuk krim Nivea yang dipasang di etalase. Salah satunya adalah Nivea Soft. Jadilah saya membelinya dan memakainya di wajah selama sebulan di tempat KKN.
Nah, sebulan pun berlalu dan akhirnya kami pulang ke Surabaya yang panas dan lembab. Akupun kembali memakai Garnier. Namun lama kelamaan aku nggak cocok mulai dari sabun dan scrubnya lalu perlahan nggak cocok juga ke day cream dan night creamnya. Sabunnya sempat ku ganti pake mentholatum Acnes dan scrubnya kuganti sama wardah acne. Tapi setelah setahun berlalu sejak KKN tahun lalu, akhirnya aku nggak cocok day cream dan night cream nya Garnier, aku kembali bingung dan galau.....+.+
Hunting lagi dan lagi, yang akhirnya bener-bener menemukan penggantinya waktu ramadhan lalu.
------------END----------
Jadi, saya sudah nggak pake karena udah nggak cocok lagi. Perubahan tempat dan iklim selama KKN kayaknya bikin kulitku yang baru sebentar ganti produk menjadi kaget dan stress mungkin ya. Apalagi keadaan yang dingin dan kering menuntut saya ganti skincare sementara selama disana, lalu sebulan kemudian balik ke dataran rendah, pastilah mempengaruhi keadaan kulit juga.
Akhirnya, inilah skincare yang kupake sekarang:
Skincare lain juga ada yang saya ganti, salah satunya adalah pembersih dan penyegar. Tadinya saya pake seri mawar sariayu, tapi karena terlalu lembab saya coba seri mawar mustika ratu. Ternyata lebih cocok Mustika Ratu ini di kulit kombinasi saya. Saya pernah membaca keluhan ibu-ibu yang mengeluh karena seri pembersih penyegar mawar mustika ratu kurang lembab kalau dibanding sari ayu...nah karena itulah saya berani coba mustika ratu karena merasa sariayu terlalu lembab. Tapi kalau dari segi aroma sih sebenernya lebih suka Sariayu ya...lebih seger gitu...tapi apa boleh buat.... :(
Untuk yang lainnya sih nggak berubah, kayak peeling dan masker. Peeling la tulip dan mundisari tetap jadi favorit saya, begitu juga dengan masker bengkoang mustika ratu. Alhamdulillah nggak mahal ^___^
Maaf ini nggak bermaksud menjatuhkan atau mempromosikan suatu produk. Semua kembali kepada kecocokan kulit masing-masing.
Okey, kenapa skincare di postingan yang saya sebut di atas sudah nggak saya pake?
-------------Just Skip this xD ----------------------------
Sedikit review pada postingan sebelumnya, saya sudah cerita kalau saya mendadak nggak cocok semua rangkaian skincare ponds yang saya pakai dan akhirnya saya menggantinya dengan Garnier karena saya merasa produk itu lebih ramah di kulit saya. Saya menggantinya mulai dari facial foam, scrub, day cream dan night cream. Sebenarnya udah tersirat di postingan lain kalau saya perlahan nggak cocok tapi ini baru cerita lengkapnya.
Nah, setelah pemakaian sekitar 5-6 bulan setelah itu kalau nggak salah, saya harus KKN ke sebuah desa yang terletak di pegunungan yang dingin dan kering selama sebulan. Hal itu akhirnya memaksa saya untuk mengganti sementara skincare saya ke skincare untuk kulit kering. Kondisi kulit ngelupas-ngelupas waktu itu... nggak hanya saya, teman-teman KKN saya juga sama.
Salah satu brand yang saya kenal untuk kulit kering waktu itu baru Nivea. Saya sudah cocok sekali dengan lipbalm-lipbalmnya untuk bibir saya yang kering dan sering mengelupas dan berdarah. Saya beli Nivea Creme yang biru tua, rencananya mau saya pake buat handbody darurat kalau tiba-tiba handbody nivea saya yang botolan kalah oleh cuaca xD. Lalu saya juga sudah sedia pelembab mawar sariayu yang kabarnya sangat efektif untuk kulit kering. Sayangnya saya nggak kepikiran beli krim malamnya sekalian karena saya pikir krim malam garnier sudah cukup berminyak. Saya beli sariayu karena saya masih takut kalau beli nivea Soft yang untuk muka,badan dan tangan itu terlalu lembab di wajah saya.
Nah, sebulan pun berlalu dan akhirnya kami pulang ke Surabaya yang panas dan lembab. Akupun kembali memakai Garnier. Namun lama kelamaan aku nggak cocok mulai dari sabun dan scrubnya lalu perlahan nggak cocok juga ke day cream dan night creamnya. Sabunnya sempat ku ganti pake mentholatum Acnes dan scrubnya kuganti sama wardah acne. Tapi setelah setahun berlalu sejak KKN tahun lalu, akhirnya aku nggak cocok day cream dan night cream nya Garnier, aku kembali bingung dan galau.....+.+
Hunting lagi dan lagi, yang akhirnya bener-bener menemukan penggantinya waktu ramadhan lalu.
------------END----------
Jadi, saya sudah nggak pake karena udah nggak cocok lagi. Perubahan tempat dan iklim selama KKN kayaknya bikin kulitku yang baru sebentar ganti produk menjadi kaget dan stress mungkin ya. Apalagi keadaan yang dingin dan kering menuntut saya ganti skincare sementara selama disana, lalu sebulan kemudian balik ke dataran rendah, pastilah mempengaruhi keadaan kulit juga.
Akhirnya, inilah skincare yang kupake sekarang:
| Ini yang rutin kupake sehari-hari |
#Sabun dan scrubnya Wardah Acne
#Day Cream nya Wardah Lightening Step 1 (step 1 ini AHA nya 2% katanya, AHA yang dipake Lactic Acid *CMIIW*. Kayaknya nggak berniat naikin step deh...segitu sudah cukup)
#Night creamnya Wardah Intensive Night Cream. Saya nggak nyoba nightcream lightening karena yang saya pengen dari krim malam adalah vitamin dan kelembaban yang nggak terlalu lebay, bukan pencerah.
Saya nguber-nguber produk berbahan Lactic acid dan Salicylic acid juga karena katanya bersifat "exfoliator" kulit-kulit mati, sementara sifat pencerahnya kuanggap bonus. Kulit saya cenderung komedoan dan kasar. Kalau dibiarkan, lama-lama jadilah jerawat. Maka dari itu, butuh produk yang berbahan seperti itu. Hanya saja kendalanya adalah bahan-bahan lain yang mendampingi dua bahan itu, apakah cocok di saya atau tidak. Jadi bahan pendamping juga perlu saya pertimbangkan.
Penggantian skincare itu saya mulai sejak pertengahan ramadhan lalu. Sekarang keadaan kulit semakin baik walau jerawat di waktu sebelum haid memang tak bisa terhindarkan tapi bisa segera hilang dengan perawatan rutin. Sunblock tetap menjadi keharusan untuk dipakai karena menggunakan produk berbahan lactic acid dan salicylic acid memang butuh perlindungan sunblock. Tapi kalau misalnya berolahraga outdoor atau bakalan kepanasan lama diluar, saya nggak pake day cream nya dan cuma pake sunblock aja trus bedakan. Saya nggak mau ada aktifitas "exfoliation" di kulit saya ketika berpanas-panasan.
Skincare lain yang juga diganti....
Skincare lain juga ada yang saya ganti, salah satunya adalah pembersih dan penyegar. Tadinya saya pake seri mawar sariayu, tapi karena terlalu lembab saya coba seri mawar mustika ratu. Ternyata lebih cocok Mustika Ratu ini di kulit kombinasi saya. Saya pernah membaca keluhan ibu-ibu yang mengeluh karena seri pembersih penyegar mawar mustika ratu kurang lembab kalau dibanding sari ayu...nah karena itulah saya berani coba mustika ratu karena merasa sariayu terlalu lembab. Tapi kalau dari segi aroma sih sebenernya lebih suka Sariayu ya...lebih seger gitu...tapi apa boleh buat.... :(
Yang lainnya adalah bedak. Saya nggak pernah berhasil menemukan bedak yang warnanya cocok sama tone kulit saya...sudah berapa puluh ribu, mungkin ratusan ribu sudah saya habiskan untuk mencari bedak yang pas... Kalo yang sekedar cocok dikulit sih sudah ada sebenarnya, tapi warnanya yang nggak cocok...kegelapan... kalau saya pake saya keliatan kayak belum mandi, tapi nanti kalau saya hapus, muka jadi segar lagi (kata ibu). Berarti nggak cocok banget warnanya...=.=a
Merenung dan cari referensi sana-sini, akhirnya nekat coba-coba wardah twc karena bedak taburnya cocok dan adem di kulitku. Awalnya mikir-mikir juga sih.... soalnya twc wardah cukup mahal... Tadinya mau beli pixy, tapi yang shade nya lengkap dan murah yang seri perfect fit bukan yang perfect matte...*sigh* takut bikin jerawatan jadi nggak berani....
Dan ternyata, twc wardah yang kubeli cocok...alhamdulillah nggak sia-sia lagi :D
Saya beli twc yang seri lightening warna light beige yang ada stiker light feel.
Bedak ini unik, kalau nggak dikasih air kayak pake compact powder biasa, berbubuk dan nggak creamy kayak caring. Sampai rada sakit hati dengan harganya....Tapi, pas ke kondangan beberapa minggu lalu, saya coba pake bedak ini pake spon lembab. Bagus ternyata, padahal ini light feel, di muka juga nggak berat, cepet pula pake nya :D
Walau begitu, mudah-mudahan nggak naik lagi harganya....wardah makin naik sih harganya...lama-lama bisa jadi nggak murah lagi deh..... T.T
Merenung dan cari referensi sana-sini, akhirnya nekat coba-coba wardah twc karena bedak taburnya cocok dan adem di kulitku. Awalnya mikir-mikir juga sih.... soalnya twc wardah cukup mahal... Tadinya mau beli pixy, tapi yang shade nya lengkap dan murah yang seri perfect fit bukan yang perfect matte...*sigh* takut bikin jerawatan jadi nggak berani....
Dan ternyata, twc wardah yang kubeli cocok...alhamdulillah nggak sia-sia lagi :D
Saya beli twc yang seri lightening warna light beige yang ada stiker light feel.
Bedak ini unik, kalau nggak dikasih air kayak pake compact powder biasa, berbubuk dan nggak creamy kayak caring. Sampai rada sakit hati dengan harganya....Tapi, pas ke kondangan beberapa minggu lalu, saya coba pake bedak ini pake spon lembab. Bagus ternyata, padahal ini light feel, di muka juga nggak berat, cepet pula pake nya :D
Walau begitu, mudah-mudahan nggak naik lagi harganya....wardah makin naik sih harganya...lama-lama bisa jadi nggak murah lagi deh..... T.T
Untuk yang lainnya sih nggak berubah, kayak peeling dan masker. Peeling la tulip dan mundisari tetap jadi favorit saya, begitu juga dengan masker bengkoang mustika ratu. Alhamdulillah nggak mahal ^___^
No comments:
Post a Comment