Tuesday, 29 October 2013

Erin!! Web belajar bahasa Jepang

Aku lupa udah pernah ngeposting ini apa belum.
Sudah beberapa bulan lalu sebenernya, aku nemuin website Erin. Waaw~ Bikin nostalgia...jaman masih ikutan pelajaran chokai (listening) biasanya diputerin videonya Erin :D

Okey, ini alamat webnya:

https://www.erin.ne.jp/en/

Ini penampakan page depan

Sunday, 27 October 2013

Perubahan Skincare dari usia belasan ke duapuluhan Part 2

Note: Sebelumnya saya minta maaf sekali pada para pembaca dan komentator yang ternyata banyak juga yang berminat membaca postingan saya yang berjudul "Dari usia belasan ke duapuluhan - Skincare mendadak harus diubah". Saya sempat menyimpannya dulu di draft karena skincare yang saya bahas disana tampaknya sudah nggak berlaku buat saya. Maksudnya saya sudah nggak pake skincare yang saya bahas di postingan itu karena merasakan gejala ketidak-cocokan lagi.

Maaf ini nggak bermaksud menjatuhkan atau mempromosikan suatu produk. Semua kembali kepada kecocokan kulit masing-masing. 

Okey, kenapa skincare di postingan yang saya sebut di atas sudah nggak saya pake?

-------------Just Skip this xD ----------------------------
Sedikit review pada postingan sebelumnya, saya sudah cerita kalau saya mendadak nggak cocok semua rangkaian skincare ponds yang saya pakai dan akhirnya saya menggantinya dengan Garnier karena saya merasa produk itu lebih ramah di kulit saya. Saya menggantinya mulai dari facial foam, scrub, day cream dan night cream. Sebenarnya udah tersirat di postingan lain kalau saya perlahan nggak cocok tapi ini baru cerita lengkapnya.

Nah, setelah pemakaian sekitar 5-6 bulan setelah itu kalau nggak salah, saya harus KKN ke sebuah desa yang terletak di pegunungan yang dingin dan kering selama sebulan. Hal itu akhirnya memaksa saya untuk mengganti sementara skincare saya ke skincare untuk kulit kering. Kondisi kulit ngelupas-ngelupas waktu itu... nggak hanya saya, teman-teman KKN saya juga sama.

Salah satu brand yang saya kenal untuk kulit kering waktu itu baru Nivea. Saya sudah cocok sekali dengan lipbalm-lipbalmnya untuk bibir saya yang kering dan sering mengelupas dan berdarah. Saya beli Nivea Creme yang biru tua, rencananya mau saya pake buat handbody darurat kalau tiba-tiba handbody nivea saya yang botolan kalah oleh cuaca xD. Lalu saya juga sudah sedia pelembab mawar sariayu yang kabarnya sangat efektif untuk kulit kering. Sayangnya saya nggak kepikiran beli krim malamnya sekalian karena saya pikir krim malam garnier sudah cukup berminyak. Saya beli sariayu karena saya masih takut kalau beli nivea Soft yang untuk muka,badan dan tangan itu terlalu lembab di wajah saya.

Disana, saya bisa bertahan pake Garnier cuma seminggu, selanjutnya saya nggak bisa pake karena makin bikin kulit kering. Saya akhirnya mulai pakai pelembab mawar sariayu yang saya bawa dan mengurangi rutinitas cuci muka pake sabun dan cuma pake pembersih dan penyegar mawar. Lama kelamaan nggak mempan juga walau udah ditemplokin banyak-banyak... saya bingung....Lalu suatu waktu, pak kades dan bu kades desa tempat saya kkn mengajak saya dan beberapa teman menuju kota untuk membeli sesuatu. Disana teman-teman juga beli macam-macam, begitu juga saya xD. Namun pada sebuah toko, mata saya tertuju pada cepuk-cepuk krim Nivea yang dipasang di etalase. Salah satunya adalah Nivea Soft. Jadilah saya membelinya dan memakainya di wajah selama sebulan di tempat KKN.

Nah, sebulan pun berlalu dan akhirnya kami pulang ke Surabaya yang panas dan lembab. Akupun kembali memakai Garnier. Namun lama kelamaan aku nggak cocok mulai dari sabun dan scrubnya lalu perlahan nggak cocok juga ke day cream dan night creamnya. Sabunnya sempat ku ganti pake mentholatum Acnes dan scrubnya kuganti sama wardah acne. Tapi setelah setahun berlalu sejak KKN tahun lalu, akhirnya aku nggak cocok day cream dan night cream nya Garnier, aku kembali bingung dan galau.....+.+
Hunting lagi dan lagi, yang akhirnya bener-bener menemukan penggantinya waktu ramadhan lalu.

------------END----------

Jadi, saya sudah nggak pake karena udah nggak cocok lagi. Perubahan tempat dan iklim selama KKN kayaknya bikin kulitku yang baru sebentar ganti produk menjadi kaget dan stress mungkin ya. Apalagi keadaan yang dingin dan kering menuntut saya ganti skincare sementara selama disana, lalu sebulan kemudian balik ke dataran rendah, pastilah mempengaruhi keadaan kulit juga.

Akhirnya, inilah skincare yang kupake sekarang:

Ini yang rutin kupake sehari-hari
#Sabun dan scrubnya Wardah Acne 
#Day Cream nya Wardah Lightening Step 1 (step 1 ini AHA nya 2% katanya, AHA yang dipake Lactic Acid *CMIIW*. Kayaknya nggak berniat naikin step deh...segitu sudah cukup)
#Night creamnya Wardah Intensive Night Cream. Saya nggak nyoba nightcream lightening karena yang saya pengen dari krim malam adalah vitamin dan kelembaban yang nggak terlalu lebay, bukan pencerah.

Saya nguber-nguber produk berbahan Lactic acid dan Salicylic acid juga karena katanya bersifat "exfoliator" kulit-kulit mati, sementara sifat pencerahnya kuanggap bonus. Kulit saya cenderung komedoan dan kasar. Kalau dibiarkan, lama-lama jadilah jerawat. Maka dari itu, butuh produk yang berbahan seperti itu. Hanya saja kendalanya adalah bahan-bahan lain yang mendampingi dua bahan itu, apakah cocok di saya atau tidak. Jadi bahan pendamping juga perlu saya pertimbangkan.

Penggantian skincare itu saya mulai sejak pertengahan ramadhan lalu. Sekarang keadaan kulit semakin baik walau jerawat di waktu sebelum haid memang tak bisa terhindarkan tapi bisa segera hilang dengan perawatan rutin. Sunblock tetap menjadi keharusan untuk dipakai karena menggunakan produk berbahan lactic acid dan salicylic acid memang butuh perlindungan sunblock. Tapi kalau misalnya berolahraga outdoor atau bakalan kepanasan lama diluar, saya nggak pake day cream nya dan cuma pake sunblock aja trus bedakan. Saya nggak mau ada aktifitas "exfoliation" di kulit saya ketika berpanas-panasan.


Skincare lain yang juga diganti....

Skincare lain juga ada yang saya ganti, salah satunya adalah pembersih dan penyegar. Tadinya saya pake seri mawar sariayu, tapi karena terlalu lembab saya coba seri mawar mustika ratu. Ternyata lebih cocok Mustika Ratu ini di kulit kombinasi saya. Saya pernah membaca keluhan ibu-ibu yang mengeluh karena seri pembersih penyegar mawar mustika ratu kurang lembab kalau dibanding sari ayu...nah karena itulah saya berani coba mustika ratu karena merasa sariayu terlalu lembab. Tapi kalau dari segi aroma sih sebenernya lebih suka Sariayu ya...lebih seger gitu...tapi apa boleh buat.... :(

Yang lainnya adalah bedak. Saya nggak pernah berhasil menemukan bedak yang warnanya cocok sama tone kulit saya...sudah berapa puluh ribu, mungkin ratusan ribu sudah saya habiskan untuk mencari bedak yang pas... Kalo yang sekedar cocok dikulit sih sudah ada sebenarnya, tapi warnanya yang nggak cocok...kegelapan... kalau saya pake saya keliatan kayak belum mandi, tapi nanti kalau saya hapus, muka jadi segar lagi (kata ibu). Berarti nggak cocok banget warnanya...=.=a

Merenung dan cari referensi sana-sini, akhirnya nekat coba-coba wardah twc karena bedak taburnya cocok dan adem di kulitku. Awalnya mikir-mikir juga sih.... soalnya twc wardah cukup mahal... Tadinya mau beli pixy, tapi yang shade nya lengkap dan murah yang seri perfect fit bukan yang perfect matte...*sigh* takut bikin jerawatan jadi nggak berani....
Dan ternyata, twc wardah yang kubeli cocok...alhamdulillah nggak sia-sia lagi :D
Saya beli twc yang seri lightening warna light beige yang ada stiker light feel.
Bedak ini unik, kalau nggak dikasih air kayak pake compact powder biasa, berbubuk dan nggak creamy kayak caring. Sampai rada sakit hati dengan harganya....Tapi, pas ke kondangan beberapa minggu lalu, saya coba pake bedak ini pake spon lembab. Bagus ternyata, padahal ini light feel, di muka juga nggak berat, cepet pula pake nya  :D
Walau begitu, mudah-mudahan nggak naik lagi harganya....wardah makin naik sih harganya...lama-lama bisa jadi nggak murah lagi deh..... T.T

Untuk yang lainnya sih nggak berubah, kayak peeling dan masker. Peeling la tulip dan mundisari tetap jadi favorit saya, begitu juga dengan masker bengkoang mustika ratu. Alhamdulillah nggak mahal ^___^

Friday, 18 October 2013

Project Robe yang sudah jadi

Note: bahasanya mungkin membingungkan...tapi beneran deh...sebenernya saya ingin berbagi tapi bingung kalau mau nulis tutorial atau step-step pembuatan.... jadi, maaf kalau nggak jelas....

Keisenganku makin hari makin bertambah, menunggu hasil koreksian skripsi bikin nganggur akhirnya pengen belajar macam-macam.

Sebelumnya, aku pengen banget bikin robe Harry Potter yang Hufflepuff. Akhirnya, aku bisa ngerjakan juga ^____^
Project ini jalan seminggu...bedalah sama penjahit yang udah pro yang mungkin bisa bikin ini dua hari, aku masih mikir... dibantu ibuku juga... Apa ibuku penjait? Bukan juga xD Ibuku bantuin aku sambil mengingat materi pelajaran tata busana SMA. Lebih ahli lah dibanding aku yang pelajaran tata busana nya cuma nyampe SMP.

Bikin robe ini, kira-kira kayak bikin jas karena ada kain lapisan dalam. Jas almamater universitasku juga ada lapisan dalamnya. Ini keisengan yang nekat...nggak pernah yang namanya ngalami bikin jas (jangankan jas, baju yang bentuknya simple pun belum pernah ngalamin) tapi nekat bikin robe ini sendiri dengan bahan kain yang nggak murah untuk latihan kalau bagi saya....T.T Tapi memang pengalaman dan skill yang pengen saya kejar dari nyobain bikin beginian. Dengan begini secara tidak langsung saya juga belajar dua hal: bikin jas dan jaket. Awalnya saya pengen pake tutorial yang di internet tapi akhirnya nggak jadi karena pada akhirnya saya kurang sreg...


Robe setelah dicuci

Robe udah mejeng di tembok kamar.
(maaf, kamera nya lemah sekali kalau di dalam ruangan)

Jadi, gimana caranya supaya yang nggak berpengalaman bisa bikin beginian?
Pertama, tentu aja harus sudah pernah njahit pake mesin walaupun sekedar jahitan simple. Seenggaknya bisa membiasakan diri dengan mesin masing-masing. 
Kedua, pandangi jaket hoodie yang kita punya, lalu perhatikan pola nya. Pilih Hoodie yang paling nyaman dan cukup kendor.
Ketiga, ukur bagian-bagian hoodie.
Keempat, Kalau sudah diukur semua bagian-bagiannya, saatnya menggambar pola di kertas koran. Gambar pola lengan, pola bagian punggung, pola bagian depan dan pola tudung. Kalau jaket kan biasanya panjangnya cuma sepinggang, ini ditambahin sendiri panjangnya sampai sebetis atau terserah kalau mau bikin sepanjang mata kaki. Kalau sudah, digunting polanya.
Kelima, tempelkan pola ke kain yang mau dipake dengan jarum pentul. Untuk yang kainnya hitam, jadinya nggak bisa kalau pake kertas karbon...jadi digarisi aja di kainnya pake krayon lalu gunting.
Keenam, sebenarnya setelah semua digunting, tinggal digabung-gabungin aja antara satu sama lain. Tapi di step ini yang susah.... o.oa

Yak, kalo ruwet dengan keterangan diatas tinggal lihat tutorial ini:

Robe , Hoodie , Dasi


----------------------------------------------------------
btw ini dasi yang berhasil kubuat:



Tuesday, 15 October 2013

Ramadhan yang tertinggal - Nonton dan baca dakwah para muslim dan ulama luar negeri

Note: For muslim only. Maaf kalau bahasa dan tulisan ini belepotan dan membuat hati tidak berkenan. Ini postingan yang udah kelamaan baru di post.

Karena kesibukan pada ramadhan lalu, bikin aku cuma bisa tarawih doang dan mendengarkan ceramah dari tv sembari berbuka. Padahal rencananya ramadhan lalu, aku juga mau cari video atau siaran islam dari luar negeri di internet. Ramadhan pas libur sebenernya, tapi banyak tugas dengan deadline yang mencekik T.T. Karena itu, beberapa minggu setelah lebaran aku sempatkan untuk belajar. Makanya ini jadi edisi ramadhan yang tertinggal.... 

Biasanya kalau ustadz Indonesia di tv rata-rata berceramah dengan isi ceramahnya yang bertujuan meningkatkan kualitas ibadah dan perilaku masyarakat Indonesia yang rata-rata memang udah mayoritas muslim. Begitu juga dengan ustadz di masjid.

Nah, aku pengen sesekali nonton ceramah atau acara dakwah dari muslim western atau muslim di luar negeri. Aku sering baca forum-forum islam internasional dan penjelasan mereka sangat mudah dimengerti dan mereka juga mampu menjelaskan hingga mendalam dengan ilmu pengetahuan (waktu itu ceritanya aku pengen tahu tentang ingredients halal atau haram yang ada di makanan atau di shampoo, bedak, krim, sabun dll). Kali ini aku pengen nonton acara dakwahnya, maksudnya biar pengetahuannya lebih bertambah. Pengen tahu apa yang sering diceramahkan oleh para muslim western yang kayaknya lebih meneliti islam lebih dalam.

Sebagai muslim senang bila di luar negeri mulai banyak orang islam, pasar halal makin luas dan jilbab menjadi booming. Asyiiik nggak lama lagi bisa jalan-jalan keluar negeri tanpa khawatir dengan makanan yang nggak halal dan tanpa khawatir orang-orang melihat dengan tatapan aneh pada cewek yang berjilbab dan nggak bingung cari tempat ibadah. :3 Tapi yang haji jadi makin buanyak... bisakah aku berkesempatan naik haji ya...semoga bisa...T.T

Wah OOT, kembali ke topik.

Acara yang kebetulan waktu itu kutemukan adalah salah satu acara peace tv yang diisi oleh Abdur Raheem Green yang diunggah di youtube. Orang Indonesia yang mengunggah 15 episode dari acara tersebut juga memasang terjemahannya dalam bahasa Indonesia.

Aku tertarik dengan Episode 15 yang membahas tanda-tanda hari kiamat. Sejak SD, baru tahu dan baru diajarin beberapa tanda kiamat diantaranya : matahari terbit dari barat, banyak perempuan berpakaian laki-laki dan laki-laki yang berpakaian perempuan, jumlah perempuan lebih banyak dari laki-laki, munculnya dajjal. Kira-kira sebegitu yang diajarkan.

Nah di episode 15 di video itu, dijelaskan lebih banyak lagi tanda-tanda. Ada pula website lain yang menjelaskan lebih banyak lagi artikel tentang hari kiamat seperti bagaimana kronologi tanda kiamat sejak meninggalnya Nabi Muhammad SAW hingga nanti ketika bumi dihancurkan, lalu membahas tentang dajjal : Apa yang terjadi sebelum dia muncul, dan bagaimana tanda-tanda fisiknya, lalu bagaimana supaya kita tidak salah membedakan antara dia dengan Isa AS yang juga turun pada hari itu dan apa kemampuan super si dajjal ini sehingga dia menakutkan lalu orang-orang pada hari itu salah mengira dia Tuhan dan mengikutinya. Lalu kemudian apa doa yang dipanjatkan Nabi Muhammad supaya terhindar darinya.*sepertinya kita harus menghafal hadist seputar ini....dari SD ngeriii deh kalau udah ngomongin dajjal...>.<*. Oiya setelah baca yang ngeri-ngeri, di web itu juga ada artikel tentang bagaimana gambaran surga. :)

Selain itu, episode yang membahas embriologi dan sains juga menarik, yaitu episode 7, 8, 9.

Sebenarnya yang lain juga menarik sih, tapi mungkin agak pro dan kontra dan betul-betul tidak untuk dikonsumsi oleh orang-orang ber-emosi tinggi karena juga membahas agama yang lain. Kita perlu obyektif ketika belajar, namun soal keyakinan kembali kepada diri masing-masing.
Belajar agama via internet itu memang harus punya kesabaran tinggi. Komentator-komentator biasanya pada kasar komentarnya dan saling berusaha beradu bahwa argumen mereka yang paling benar. Jadi, biasanya aku menghindari melihat bagian komentar.