Sabtu-Minggu ini, iseng-iseng mencoba resep pastel kering dari sini. Aku merasa resep lalu masih juga belum sempurna dan pengen berpetualang mencoba tata cara yang lain walaupun objeknya sama.
Namun aku kaget, karena di resep itu, bahan untuk mengkaliskan tepung sebagian besar adalah "lemak" = duo mentega dan telur, bukan air. Dari 500 gr tepung, airnya cuma 5 sendok makan saja, sementara menteganya 200gr (itu satu sachet gede blue band) dan berduet dengan 4 butir telur *wow*. Hatiku rada berontak pas proses pembuatan...rasanya pengen mengurangi takaran telur dan menambah takaran air. Tapi kalau kayak gitu, gimana aku bisa tahu pastel abon macam apa yang dihasilkan dari resep itu? Ya sudah, akhirnya aku manut resep walaupun dalam proses pembuatannya rada nggak manut wakakakak
Nah, ini yang kusiapkan:
#Tepung segitiga biru 500 gr
#Garam 1/2 sdt
#Soda Kue 1/2 sdt
#5 sdm air
#Margarin 200gr (kalau malas mengukur margarinnya, beli aja blue band sachet yang besar itu isinya 200gr)
#4 butir telur ayam kampung (pake ini udah cukup buanget walaupun telurnya kecil)
#+200 gr abon sapi (diresep itu tulisannya 150 gr, namun setelah kucoba nggak cukup karena nanti tiap pastel isinya 1/2 sdt abon.)
Alat:
Baskom, nampan, sendok takar, sendok biasa, timbangan kue, gunting kecil, gilingan kayu.
Cara membuat versi ku :
1. Campur tepung terigu, garam dan soda kue, lalu aduk rata. Kemudian tambahkan air dan margarin, aduk sampai tepung berbutir-butir. (Margarin nggak perlu dicairkan.)
2. Tambahkan telur secara satu persatu sambil diuleni dengan tangan hingga menjadi adonan yang kalis.
3. Ambil adonan, bentuk bulat seperti bola kecil lalu tipiskan dengan gilingan kayu sampai cukup tipis dan lebar.
4. Isikan 1/2 sdt abon sapi ke tengah tepung yang sudah digiling tipis. Lipat setengah lingkaran dan tekan-tekan pinggirannya agar menutup rapat. Jika pinggirannya tampak kelebaran atau kelebihan adonan, gunting saja, pokoknya tiap pastel isinya 1/2 sdt abon xD. Lalu, lipat-lipat bagian tepinya dengan cara di pilin entah dengan gaya atau bentuk yang bagaimana, yang penting benar-benar menutup erat agar tidak terbuka ketika digoreng. Lakukan step seperti ini hingga adonan habis.
5. Panaskan minyak hingga benar benar panas, lalu goreng pastel hingga matang dan berwarna keemasan atau kuning kecokelatan, dengan menggunakan api sedang. (Waktu kucoba nggoreng, ada efek berbusa seperti kalau kita nggoreng perkedel. Tapi nggak papa, hajar saja! xD )
6. Angkat, tiriskan. Setelah kue pastel abon dingin masukkan ke dalam toples.
Hasil:
Hasilnya bedaaa banget sama uji coba sebelumnya. Ini renyah tapi lebih empuk...krenyesss gitu...bukan kress ataupun kriuk... *susah njelasinnya* Ibuku yang udah nggak bisa makan makanan yang keras-keras, fine-fine aja dengan ini. Kata adik, ini lebih enak dari pada uji coba lalu.
Aku sendiri suka sama tekstur adonannya, mudah digiling dan dibentuk. Aku juga suka renyahnya dan empuknya setelah jadi. Rasanya juga gurih, apalagi diimbangi dengan abonnya. Abon jaman sekarang ada dua, ada yang abon daging sapi saja atau abon sapi plus bawang goreng (saya suka yang plus bawang goreng).
Keuntungan lain yang didapat dengan adonan yang banyak margarin begini adalah, kalau misalnya hari itu belum sempat menghabiskan semua adonan, adonan ini bisa dimasukkan kedalam kotak tupperware dan disimpan di lemari es. Besoknya, adonannya emang agak beku dan keras, namun dibiarkan sebentar dan dipegang-pegang sebentar, adonan ini bisa lentur kembali oleh suhu tangan kita yang hangat. Beda dengan adonan martabak yang lebih banyak air (lagipula martabak juga ga pake margarin kok hahahaha). Adonan martabak yang lebih banyak air, kalau udah keras....wassalam...saya tidak menemukan cara untuk melenturkannya kembali.... kebanyakan kalau udah mengeras jadi mirip kripik dan mudah patah T.T. Jujur aku heran dengan kulit martabak yang dijual di toko...kok bisa tahan ya...
Namun, ada juga negatifnya. Bahannya ini lhoh, bikin orang tua merasa horor.
Kenapa? karena melihat mentega dan telur yang digunakan untuk adonan banyak sekali, udah gitu digoreng lagi (walaah jadi trio lemak...). Akhirnya orang tua jadi was-was mau makan...apakah ini bikin kolestrol? atau berapa lemak jenuh dari kue kering ini? itulah yang jadi kekhawatiran ortuku.... o.o
Keterangan di wadah blue band, lemak total 33% tapi vitamin A 45%, belum lagi ditambah dengan lemak dalam telur plus vitamin-vitaminnya. Mungkin nggak terlalu menakutkan ya untuk yang muda asal jangan kebanyakan. xD *okey ini cuma kekhawatiran kami sebagai orang awam*
Namun kekhawatiran soal lemak jenuh ini juga membuatku menyajikan sekitar setengah toples saja buat kareshi yang lagi nggak boleh kebanyakan makanan berlemak sama dokter. Itupun kami makan berdua plus dikurangi sepiring kecil buat bapak (karena ortu jadi horor, jadi ga berani makan banyak).
Sekarang jadi hati-hati juga kalau makan cookies dan juga jajanan semacam ini, padahal lebaran lalu kalo makan kayak ga ada beban...Entah kenapa, disini saya jadi paham kenapa ada cookies yang dinamai 'butter cookies'. Sekarang kalo lagi makan cookies, nastar dan kue kering jadi mikir 'saya lagi makan mentega....' xDD
Itulah kira-kira plus minusnya. Tapi masih mendinglah ya kalo bikinan sendiri, minyaknya bukan minyak curah, menteganya pake blue band bukan mentega kiloan yang nggak jelas. Jadi, kita tau betul apa yang kita makan dan menggunakan bahan apa saja. Dengan belajar membuat sendiri begini, jadi tahu, apa saja bahan yang dipake untuk kue kering ini. :3
| Ini setelah dimasuki abon dan dipilin, siap digoreng. Tepungnya tampak smooth :3 Masih amburadul bentuknya hahaha. Ini baru separuhnya, 500 gr tepung dapat 2x nya ini. Total dapat sekitar dua toples. |
| Ini separuhnya lagi yang sudah digoreng dan disajikan ke kareshi dan udah dikurangi buat bapak juga. Setelah digoreng, lebih nggak jelas lagi bentuknya xD |
No comments:
Post a Comment