Tuesday, 26 March 2013

Membeli manga "Life" setelah sekian lama nggak beli manga - Bahasa yang aneh....

Note: Soal manga yang baru saja kubeli....Maaf sekali, ini hanyalah curcolan dan kritikan yang mungkin seenaknya. Tapi inilah yang ada dipikiranku.....

Aku kaget...
Kemarin malam iseng-iseng surfing internet, pengen lihat perkembangan manga terbitan Indonesia di Internet dan aku menemukan manga Life.

Life - Keiko Suenobu
Sayang kurang vol 10
Ini manga dengan Ijime yang lengkap dan keras. Aku sempat pesimis manga seperti ini nggak mungkin diterbitin Indonesia... Eh lha kok ternyata manga ini sudah terbit disini sejak 2007. Tapi wajar kalau dia masuk terbitan Level, too much violence buat dibaca anak-anak. Okey, karena aku sudah baca manga Online nya baik yang raw japanese maupun english dan aku suka, akupun memutuskan untuk membeli nya. *mumpung ada restu :D *

---------------------------------
Tapi entah kenapa, aku kok kurang nyaman dengan translate an nya.... (maaf sekali....)
Membaca manga ini versi Jepang, aku bisa merasakan perasaan yang dibawa karakter. Alasan yang tak terucap dan tidak dapat diterjemahkan dengan bahasa lain bisa terasa. Tapi setelah membaca Indonesia version, aku jadi merasa kesan dari cerita ini menjadi agak lain....Mungkinkah pemilihan bahasanya yang kurang tepat? Padahal di versi Jepang nya cerita ini cukup mengombang-ambingkan perasaan.

Dan di manga ini istilah ijime diterjemahkan menjadi "penyiksaan"...rasa nya kurang something special gitu....Mending Ijime tetap ditulis ijime saja lalu dikasih keterangan (atau kalau nggak gitu, "penindasan" lebih enak di dengar). Karena ijime itu sendiri merupakan sebuah tindakan bullying ala Jepang yang lebih menekan psikis walaupun disamping itu juga terjadi kekerasan fisik. Kalau dibilang 'penyiksaan', nggak kaget sih kalau kemudian pembaca berkomentar kalau ini tokoh nya terlalu cemen, nggak tegas dan nggak mau melapor, kayak tokoh sinetron... dsb. Selain itu, ijime ini adalah tema utama dari manga ini. Kalau nggak ada emphasis rasanya aneh...

---------------------------------
Di lembar terakhir di volume terakhir, Suenobu sensei bercerita bahwa dalam perjalanan membuat manga ini, beliau mendapat caci maki dan keluhan tapi juga ada dukungan dan tantangan. Sebenarnya beliau sudah merasa kalau manga ini bukan sejenis manga yang akan disukai orang *aku kagum, walau begitu beliau terus saja menerbitkan nya sampai tamat sesuai rencananya*

Yang menarik, ada pernyataan bahwa manga Life ini terlalu lebay dan mustahil terjadi di dunia nyata. Aku pun berpikir, apa jangan-jangan ini kebanyakan orang luar Jepang yang bilang gitu ya? Entah karena kalimat yang kurang mengena di hati atau karena mereka nggak tahu kalau kasus Ijime ada berita aktual nya, gitu kah? Karena beritanya kebanyakan berbahasa Jepang. Dan memahami alasan terjadinya tindakan childish ini di dalam kehidupan sosial Jepang juga tidaklah mudah.


Raw Version

Yah itu tadi sekedar curcol....
Entah kenapa aku lebih suka translate an manga jaman dulu ya.... hmm.... *buka buka manga lama*
Tapi tidak apa-apa, overall baik. Senang juga bisa beli Indonesian version nya ini sebagai koleksi. Bukti kalau manga ini pernah terbit di Indonesia  ^___^
Semoga perkomikan Indonesia lebih meningkat lagi kualitas nya... *tinta dan kertasnya...*
Ya ampuun maaf kan kecerewetanku hahahaha....

No comments: