Wednesday, 27 March 2013

Mi Udon - Iseng buang-buang bumbu

Note: Share keisengan bikin mi Udon dengan bumbu bubuk racikan sendiri. Sementara bumbu aslinya kubuang. Nggak kok xD kusimpen buat bumbu mi yang lain....

Bumbu bubuk ngeracik sendiri. Itu ada ayam lada hitam nya, kuambil daging nya saja.
Lagi-lagi penampilannya aneh xDD

Kemarin entah kenapa aku pengen banget makan mi yang rasa nya agak lain. Akhirnya aku coba bikin mi udon nongshim, tapi bumbu bubuk nya bikin sendiri nggak pake bumbu asli nya. Selama ini, bumbu bubuk nya kerasa terlalu pedas dan kadang panas di perut. Akhirnya iseng-iseng bikin sendiri bumbu bubuk nya.

Pertama, Rebus sayuran dari kemasan mi udon. Lalu masukkan mi nya. Sembari menunggu matang siapkan:

Bumbu bubuk:

1. Masako
2. Lada Putih
3. Garam
4. Bon cabe original

Aku bingung kalau mau menjelaskan takarannya, takarannya sesuai selera yang penting susunan nya begini:

Masako > Lada Putih > Garam

Bon cabe sesuai selera



Nah, Masako nya ku kasih lebih banyak dari pada Lada Putih lalu yang terakhir garam. Racik di dalam mangkok mi.


Kedua, setalah Mi dan sayurannya matang, tuangkan kuah nya ke mangkok, aduk-aduk sampai larut lalu tuangkan semuanya sekaligus dengan mi dan sayur nya. Kemudian di cek rasanya. Adakah yang kurang pas? Bisa ditambah-tambahkan apa yang kurang.

Ketiga, kalau rasanya sudah cukup pas. Masukkan bon cabe sesuai selera dan aduk-aduk.
Masukkan juga lembaran nori kedalam mi untuk menambah rasa sedap sesuai selera *terserah mau dibiarkan besar-besar atau di sobek kecil-kecil*.
Kalau ada bakso ikan, atau ayam lada hitam, masukkan saja *untuk ayam lada hitamnya, cuma ayamnya saja yang dimasukkan, kuahnya jangan.*

Aroma amis nya samar-samar, sedap. ^_____^
Tentu aja nggak seamis kalau makan ikan lho....
Bumbu bubuk dari kemasan mi yang nggak terpakai, nggak perlu dibuang. Belikan saja mi yang nggak ada bumbunya *semacam mi burung dara atau cap dua telor* lalu bumbu yang nggak terpakai itu akhirnya bisa dipakai :D

Tuesday, 26 March 2013

Membeli manga "Life" setelah sekian lama nggak beli manga - Bahasa yang aneh....

Note: Soal manga yang baru saja kubeli....Maaf sekali, ini hanyalah curcolan dan kritikan yang mungkin seenaknya. Tapi inilah yang ada dipikiranku.....

Aku kaget...
Kemarin malam iseng-iseng surfing internet, pengen lihat perkembangan manga terbitan Indonesia di Internet dan aku menemukan manga Life.

Life - Keiko Suenobu
Sayang kurang vol 10
Ini manga dengan Ijime yang lengkap dan keras. Aku sempat pesimis manga seperti ini nggak mungkin diterbitin Indonesia... Eh lha kok ternyata manga ini sudah terbit disini sejak 2007. Tapi wajar kalau dia masuk terbitan Level, too much violence buat dibaca anak-anak. Okey, karena aku sudah baca manga Online nya baik yang raw japanese maupun english dan aku suka, akupun memutuskan untuk membeli nya. *mumpung ada restu :D *

---------------------------------
Tapi entah kenapa, aku kok kurang nyaman dengan translate an nya.... (maaf sekali....)
Membaca manga ini versi Jepang, aku bisa merasakan perasaan yang dibawa karakter. Alasan yang tak terucap dan tidak dapat diterjemahkan dengan bahasa lain bisa terasa. Tapi setelah membaca Indonesia version, aku jadi merasa kesan dari cerita ini menjadi agak lain....Mungkinkah pemilihan bahasanya yang kurang tepat? Padahal di versi Jepang nya cerita ini cukup mengombang-ambingkan perasaan.

Dan di manga ini istilah ijime diterjemahkan menjadi "penyiksaan"...rasa nya kurang something special gitu....Mending Ijime tetap ditulis ijime saja lalu dikasih keterangan (atau kalau nggak gitu, "penindasan" lebih enak di dengar). Karena ijime itu sendiri merupakan sebuah tindakan bullying ala Jepang yang lebih menekan psikis walaupun disamping itu juga terjadi kekerasan fisik. Kalau dibilang 'penyiksaan', nggak kaget sih kalau kemudian pembaca berkomentar kalau ini tokoh nya terlalu cemen, nggak tegas dan nggak mau melapor, kayak tokoh sinetron... dsb. Selain itu, ijime ini adalah tema utama dari manga ini. Kalau nggak ada emphasis rasanya aneh...

---------------------------------
Di lembar terakhir di volume terakhir, Suenobu sensei bercerita bahwa dalam perjalanan membuat manga ini, beliau mendapat caci maki dan keluhan tapi juga ada dukungan dan tantangan. Sebenarnya beliau sudah merasa kalau manga ini bukan sejenis manga yang akan disukai orang *aku kagum, walau begitu beliau terus saja menerbitkan nya sampai tamat sesuai rencananya*

Yang menarik, ada pernyataan bahwa manga Life ini terlalu lebay dan mustahil terjadi di dunia nyata. Aku pun berpikir, apa jangan-jangan ini kebanyakan orang luar Jepang yang bilang gitu ya? Entah karena kalimat yang kurang mengena di hati atau karena mereka nggak tahu kalau kasus Ijime ada berita aktual nya, gitu kah? Karena beritanya kebanyakan berbahasa Jepang. Dan memahami alasan terjadinya tindakan childish ini di dalam kehidupan sosial Jepang juga tidaklah mudah.


Raw Version

Yah itu tadi sekedar curcol....
Entah kenapa aku lebih suka translate an manga jaman dulu ya.... hmm.... *buka buka manga lama*
Tapi tidak apa-apa, overall baik. Senang juga bisa beli Indonesian version nya ini sebagai koleksi. Bukti kalau manga ini pernah terbit di Indonesia  ^___^
Semoga perkomikan Indonesia lebih meningkat lagi kualitas nya... *tinta dan kertasnya...*
Ya ampuun maaf kan kecerewetanku hahahaha....

Monday, 25 March 2013

猫ちゃん~


Note: Cuma cerita soal kucing yang dibuang....


Tadi pagi ada anak kucing hitam dibuang di seberang rumah di wadahi kardus. Kasian banget... nggak ada yang berani ambil dia soalnya selain warna nya hitam, tampangnya nggak imut, dia juga belekan...Ibu sendiri juga ragu mau ngambil *itu karena belekannya, takutnya berpenyakit* tapi kasian dia udah lemes kayak udh nunggu mati. Akhirnya nekat kucomot aja kubawa ke teras rumah... :'(

Dia masih keciiil banget. Tapi aneh nya dia nggak berisik seperti umumnya anak-anak kucing. Meskipun mengeong, suaranya nggak kenceng. Ibaratnya kalo bocah manusia itu nggak suka teriak-teriak xDD
Dia teriak kalo sakit ato kedinginan. Yah teriak seperlunya doang. Tindakan pertama, ibu ambil nasi yang udah dicampur pindang. Terus aku sikat badannya pake sikat gigi yang sudah nggak kepake. *Sebenernya kalo bisa sikat gigi yang soft tapi keluargaku nggak pernah ada yang beli sikat gigi soft, selalu yang medium. Kerasa nggak bersih gitu di gigi kalo soft. Jadi ya sudahlah disikat pelan-pelan.*

Dia masih takut waktu kusikat-sikat, dia sedikit teriak. Terus dibiarin makan sebentar. Dia sudah mulai mbuntutin sana-sini walau pelan-pelan, dia udah jinak :D . Setelah itu baru deh dimandiin pake air anget. Sementara aku sabunin pake sabun cair antiseptik. Setelah dibilas bersih, dihandukin pake handuk sobek yang udah nggak kepake dan di hairdryer biar nggak kedinginan. Setelah itu kumasukin kardus dan dikasih makan lagi sama ibu sekalian disediain wadah buat pasir buat pipis dan pup nya.

Aku nyoba tanya teman yang dokter hewan. Katanya sih belekannya itu karena air ketuban ibu nya. Tinggal di lap aja matanya pake kapas dan air hangat. Overall dia sehat. Bulu nggak rontok dan nggak kusam, hitam mengkilat.



Masih kecil, ternyata kucing jantan. Ini setelah dimandiin dan dikasih kerdus baru di teras.
Belekan nya juga sudah diseka dan dia sudah bisa melihat dengan baik ^___^


Dia emang nggak cantik kayak kucing liar yg suka mampir kerumah. Tapi entah mengapa, kalo tak liat-liat kayaknya nanti kalo gede dia bakal jadi jantan yg gahar dielu-elu kan kucing betina... wahahahahah soalnya wajahnya udah garang ini walau masih kecil. Tinggal gimana nanti dia di didik, biar nggak kayak kucing yang diambil tetangga, jadi kucing cowok yang annoying dan dewasa sebelum waktunya *masih kecil udah usil, birahi dan suka ngganggu kucing betina yang ending-ending nya juga bakal ditolak mentah-mentah. Bisa menghamili pun karena maksa. =.= *

Karena dia kucing hitam yang dibuang, jadi mengingatkanku pada Ritsuka di manga Loveless. Sayangnya ekornya nggak panjang. Akhirnya aku pengen namanin dia Ritsu :3

Sekarang dia tidur pulas ^____^


Si mio dan kucing kecil liar belum bernama *sebenarnya mereka berdua masih belum jelas namanya*, keliatan kaget dan agak jealous ketika kucing hitam itu dikasih makan sama ibu. Tapi untung aja, setelah itu mereka mau kembali lagi :3

*sigh* Kucing... jeles an kalo master nya punya kucing lain...tapi kenapa kalo udah ketemu pasangan lupa pulang, lupa sama masternya :( Kadang pulang cuma minta makan setelah itu pergi lagi....

----------------tambahan----------------------

By the way, setelah Bloody Mary a.k.a halfbreed anggora hitam betina teman miu itu sudah minggat entah mati gara-gara di pukuli tetangga, akhirnya tinggalah si saudara cowok Miu. Ibu menamai nya No Name *soalnya nggak bernama dan ketika dipanggil gitu dia datang*, tapi sesekali dia dipanggil Mio biar mirip sodaranya Miu.  *postingan lalu soal kucing*



No Name / Mio. Kawaaiiii ne~ :3

Anggora itu akhirnya kunamai Bloody Mary soalnya dia itu udah membantai anak ayam hidup-hidup, terus terakhir itu dia memutilasi kelinci tetangga sampai akhirnya dia di pukulin sama yang punya kelinci. Setelah itu dia tidak terlihat lagi.....

Nah, si Mio ini aneh. Dia itu lembut banget sebagai kucing jantan dan juga sosialis. Meskipun pada suatu hari 4 ekor jantan lagi berebut mendapatkan hati Bloody Mary, tapi dia tenang-tenang saja tiduran di pinggir pot menikmati angin sepoi xD. Dia juga nggak pernah berkelahi sama kucing jantan, apalagi urusan rebutan cewek. Suaranya kecil sih.... Sudah gitu dia berbaik-baik an dengan kucing jantan bahkan kadang manja-manja sama mereka. *disini aku mikir, ah mungkin dia lagi beramah-ramah aja. Masa iya hewan bisa homo?* Namun pada suatu malam, aku denger kucing jantan yang kayak lagi mau kawin sama betina. Tapi apa yang kulihat, si Mio di bekep sama salah satu dari kucing jantan yang suka main sama dia.... Dan itu bukan berkelahi tapi kayak kucing jantan dan betina yang mau kawin.....eeeehhh??? Padahal Mio kan cowok?? Ya ampuun... apa bisa kucing itu jadi homo?? o.Oa

Tapi beberapa minggu lalu, ada anak kucing yang kayak nya udah disapih sama induknya. Dia ditinggalkan di rumah kosong di depan. Ngeong-ngeong bingung. Pas hujan dia berteduh di teras rumah. Entah gimana, tiba-tiba udah akrab sama si Mio dan ikut minta makan kerumah. Si Mio kelihatan sayang. Makanan nya selalu dibagi kadang kalo direbut juga dibiarin, kecuali kalo dikasih tahu. Mio pernah nampar kucing kecil itu gara-gara tahu nya mau direbut wakakakakak.... dia suka tahu ternyata.....

Kadang nggak jarang aku lihat mereka bercanda sambil peluk-peluk....si kucing betina kecil itu juga nggak resist, kayaknya sama-sama sayang. Heee? Setelah sembuh dari ke-homo-an nya sekarang dia pedophile?? Bikin aku teringat Mikoto dan Anna...
Ya sudahlah...yang penting dia sembuh dari ke-homo-an nya... xDD

Ini dua kucing liar yang sekarang sering mampir. Mio dan si kecil betina tak bernama.
Dua-dua nya nggak mau dipegang manusia.


Walau dia sembuh, tapi entah kenapa ibarat manusia, Mio itu nggak jantan ah... =.= *nggak kayak Mikoto*
Kucing piaraan tetangga udh mulai usil dan birahi *padahal masih kecil*, ngusilin si kucing betina kecil itu. Tapi si Mio ini santai-santai saja dan cuma mantengin aja. Padahal si betina kecil itu udah graong-graong berontak *selalu bisa lolos sendiri sih tapi*. Nggak kayak jantan lain yang langsung musuhin kalo cewek nya direbut.... hadeeh.... =.=a

Kadang kalo si kucing betina kecil itu minta makan sendiri dan kita nggak cepet ngasih, biasanya dia ajak si Mio buat minta tolong dimintain makanan hahahahaha... lucunya... xD
Tapi kucing betina itu cerewet ya... =.=a

Monday, 11 March 2013

Nonton Anime Shonen - Nggak nyangka Sad End...

Note : Soal anime yang kutonton 2 hari lalu....


Sabtu - minggu.
Hari libur yang pas buat nonton anime. Bosen juga baca manga terus, pengen nonton anime sekalian improve chokai.

Judul anime yang pengen kutonton 2 hari itu adalah "Togainu no Chi" sama "K Project".
Togainu no Chi
Togainu no Chi banyak di doujinshi kan jadi yaoi. Soalnya anime ini kayaknya termasuk shonen ai. Tapi nggak parah banget. Ini shonen ai brotherhood, nggak sampai menyatakan cinta antar dua cowok. Ini dua sahabat yang saling menyayangi kayak sodara karena yatim piatu dari kecil ceritanya. Film ini action fighting, tapi kayaknya nggak cocok buat underage soalnya banyak kekerasan dan darah-darah. Aku jadi inget dorama Kaiji kalau lihat anime ini. Ending nya sad...tokoh utama sih nggak mati, tapi sahabatnya si Keisuke mati... T.T Terus si Akira balik lagi ke Toshima setelah hidup damai beberapa saat menyadari sebuah tujuan... semoga ada session 2 nya xD

Kalau si K Project ini juga action fighting, tapi nggak sesadis Togainu. Ini ceritanya seperti gang-gang an, clan-clan an. Tapi entah kenapa rasanya permasalahannya terlalu simpel untuk cerita gang-gang an. Ceritanya mencari misteri pelaku pembunuhan salah satu anggota Red Clan. Bikin penasaran juga soalnya anak laki-laki yang mirip pelaku yang ada di video merasa nggak melakukan pembunuhan dan dia kelihatan nggak bersalah. Dia pun berusaha mencari bukti bahwa dia nggak bersalah. Yak hanya sebatas itu masalah nya.... agak kecewa juga padahal disitu disebut ada 7 clan yang terbentuk tapi yang muncul cuma 5 clan aja dan yang tersangkut kasus itu 4 clan. Yaah...jadi menurutku pendek sekali....berharap ada cerita kelanjutannya... apalagi Red King, Silver King (yg dituduh) sama Colorless King (si pelaku) di ceritakan mati di akhir... Colorless king sih nggak apa, dia pembuat onar... tapi Silver king kan penting tuh... Red King juga.... *sigh*  Semoga aja berlanjut juga, di situ tulisannya masih ongoing....


Jadi, 2 hari itu aku nonton shonen sadis ber sad ending....uwaah galau seketika...

By the way, opening song Togainu no Chi bagus juga...kaget, suara vocalis nya punya power...  (mengesampingkan trik rekaman yg banyak diperbincangkan orang). Aku emang suka penyanyi yang suaranya punya power dan nggak datar pas nyanyi.... :D
Grandrodeo - Rosehip Bullet? Begitulah tulisan di opening... yaah saatnya hunting XD

Saturday, 9 March 2013

Time's up?

Note: Ini curhat....
Music: Natsu Yuuzora - atari kousuke

Akhir-akhir ini rasanya maleeees ke kampus...
Paling-paling ngampus cuma bimbingan skripsi. Padahal bisa aja aku ke kampus buat sekedar main. Anak lain yang skripsi juga ada yg datang sekedar main. Tapi entah kenapa ada "awkward feeling" akhir-akhir ini....

Nggak tahu kenapa rasanya kampus makin ramai, traffic dan kerasa sumpek... why?
Teman-teman yg juga lagi skripsi pun ada juga yang ngerasa sama...jadi segan gitu rasanya....
Padahal, dulu liburan puasa pun pada rajin ke kampus. Entah buat nyiapin kegiatan atau sekedar internetan atau sekedar kumpul-kumpul dan buber dikampus. Natsukashii na...ano hi no koto...

Ini parkiran depan SC sebelum dibangun jd kantin.
 Kufoto pke hp motorola E1 jadul ku... 

Aku sempat berpikir dan pengen juga bisa nyicil skripsi di beranda atau di tempat outdoor yg tenang sambil ngobrol ringan .... Mengingat dulu, ngerjain tugas dan belajar bisa bareng-bareng tumplek blek senpai dan kohai nya... Tunggu, itu dunia jaman kapan yg kupikirin?? Sekarang, tiap datang kekampus nyari meja kosong di beranda atau di tempat duduk yang outdoor itu sangat sangat sulit....lingkungan jadi ramai, sesak, panas, berisik.... keadaan itu membuatku mengerti, aku memikirkan suatu masa yg sudah tidak ada lagi....


Itu pak penjual sate kampus kesukaanku. :D
Kalau aku udh cium bau sate dari beranda, pasti aku lari turun nyariin xD
Mendung2 makan sate favorit bareng teman disamping pasca sarjana (yg skrng jadi fak psikologi) selepas kuliah.
Itu hari biasa dan jalanan damai dgn sedikit mobil. Sejuk, suara kemersik pohon yg ketiup angin itu favoritku.
Sekarang ringsek, mobil jejer2, macet...
Sekarang jangan harap bisa liat susasana kyk gini dihari biasa....jangan harap bisa denger suara kemersik pohon....
Aku juga udh jarang liat gerobak bpk itu...


Soal ngobrol, aku sebenernya seneng kalau bisa ngobrol sama siapapun. Ngomongin ini itu, dan macam-macam hal lainnya, menyenangkan bisa tahu banyak hal dan bergurau soal banyak hal. :D
Tapi entah kenapa aku tetap merasa sepi.... Kadang aku terdiam...yang bisa kulakukan adalah makan dikantin, setelah itu nggak tahu mau apa. Kalau nggak ada yang bisa diajak ngobrol ya paling aku pulang atau kalau nggak gitu ngunjungi teman-teman yang sekarang hobi ngendon di kosan xD

Mendadak aku jadi ingat dulu ada juga seseorang yang sepertinya pengen kita semua ini rukun, kyk sodara, akrab dan deket banget. Rukun dan saling bantu seperti sodara bisa-bisa saja, aku juga bukan orang yang suka membeda-bedakan, kadang ke orang yang aku nggak suka pun aku berusaha baik *kecuali problemnya udah parah tingkat dewa, biasanya aku nggak ndeketin kalau nggak ada hal penting* . 

Alice and Kid.
Dua bersaudara yg sepertinya bakal incest kalau seandainya Alice nggak mati.

Tapi kalau soal kedekatan dan keakraban, itu emang nggak bisa dipaksakan. Meskipun suatu komunitas itu memegang persatuan, tapi harus dimengerti bahwa tiap orang punya teman akrab dan teman dekatnya masing-masing dimana mereka tidak khawatir berbagi keresahan dan masalah pribadi. Dimana mereka bisa mendiskusikan hal-hal sepele yang nggak penting untuk diketahui banyak orang dan bisa saling jaga rahasia yang cuma mereka yang tahu. Dimana mereka bisa membicarakan hal-hal yang sama-sama disukai. Dimana mereka bisa saling memahami dan memaklumi kekurangan masing-masing teman. Hah...aku jadi ingat jawaban itu.... Walaupun itu sekarang tinggal fairytale... tapi secara teknis kyknya emang seperti itu... Dan teman akrab dan dekat yang seperti itu yang sekarang nggak ada dikampus.... Rasanya ini bukan soal usia... tapi apakah bisa mix and match dengan teman....

Maybe I guess my time is up....
It's a good memory afterall....

Alice, beda dengan saudara perempuannya hiperaktif.
Dia lebih lembut. Dia mati beberapa bulan setelah saudara perempuannya mati.