Tuesday, 26 July 2011

Mini Market 'bingung'?

Note: hanya sharing sebagai konsumen dan penjual XD

Ada mini market nggak jauh dari rumah dengan barang dagangan yg selalu berganti-ganti tiap kali kulak'an. Mini market ini kayaknya independent bila dilihat dari namanya alias nggak ikut franchise mini market / supermarket yg udah terkenal dimana-mana. Selain itu murah pula.

Tapi sayang, kayaknya barang dagangannya kebanyakan pada gonta-ganti merk tiap kali kulak'an kecuali yang kutahu, shampo dan camilan yg gede-gede. *cz shampo ku always ada disitu. Begitu juga camilan stik keju juga ada disana. *

Beberapa barang yang kutahu yang suka 'galau' kulaknya tu kayak minyak goreng, detergen, tissu, dan semacamnya...

Kulak'an yang nggak jelas seperti itu bisa kubilang kurang bagus. Iya kalau yang dijual itu semacam accessory, tempat pensil, dompet, hape dan barang-barang semacam itu sih nggak masalah. Barang yang kulaknya nggak pasti itu adalah barang yang selalu diperhatikan merk nya karena alasan kecocokan konsumen dalam mengkonsumsinya bukan karena ada nilai prestige.

Buat tissu, okelah kita abaikan.
Tapi minyak goreng, deterjen dan barang-barang sejenis itu. Juga pembalut wanita. Masa mau simpang siur gitu kulak'annya?
Semua barang itu udah dipilih/ditentukan konsumen untuk dibeli karena mereka udah merasa cocok menggunakannya dan itu ada efek langsung dengan tubuh konsumen. Bukan karena kualitas benda seperti kalo kita beli baju atau tas. Itu pikiran ku sebagai konsumen.

Jangankan barang-barang seperti itu. Barang-barang seperti isi pensil, pensil dan isi binder aja kadang-kadang pembeli melihat merek karena mereka udah merasa cocok dan enak dengan merek seperti itu. Itu yang terjadi di toko alat tulis bapak. Karena pernah ada pembeli kecewa ketika isi pensil yang dia mau ternyata habis di toko dan dia bersedia menunggu datangnya isi pensil itu. Yah akhirnya bapak cepat-cepat kulak'an tuh isi pensil jenis dan merk yang lagi habis di toko.

Namun, nggak semua barang yang kualitas bagus itu juga disenangi oleh sebagian konsumen yang lain. Ada juga sebagian konsumen yang memilih alternatif murah tapi nggak terlalu jelek karena disesuaikan dengan kantong konsumen.

Intinya, ketika menjual barang, kalau sejak awal udah merk itu yang dijual, ya tetap jual aja merk itu. Atau lebih bagus menambah merk lain kalau memang menghendaki variasi jangan mengganti merk yang sudah ada. Jangan juga menjual barang yang dari merk yang kualitas bagus dan mahal melulu, jual juga yang kualitasnya setingkat atau dua tingkat dibawahnya.

Kalau barangnya musiman, sebagai konsumen ngerasa nggak jelas dan nggak pasti barang yang dicari ada disana. Akhirnya mencari mini market yang sudah pasti barang itu dijual disana.

No comments: