Notes: Sekedar pengamatan iseng.....
Gara-gara sendirian dirumah, aku sempet isenk nonton sinetron nya smash yang judul nya "cinta cenat-cenut".
Aku jadi ingat presentasi kelompok terakhir Budaya Populer kemarin yang mbahas JDorama. Salah satu slide nya ada yang berjudul "Sinetron vs JDorama" (kalo nggak salah)
Point-point (yang kuingat dan kutangkap) dari presentasi. Penjelasan dibawah menggunakan bahasa ku sendiri :p. Yang kuingat dan kutangkap lho ya...*Kali aja ada kesalahan dalam ingatanku XDD*
----------------------------------------------
Sinetron:
1. Ceritanya monoton : intinya selalu menceritakan tentang kehidupan orang-orang pengusaha kaya di Jakarta yang berebut warisan / posisi di perusahaan keluarga. (yup, kalo kupikir-pikir ada benarnya...hampir semua sinetron gituuu mulu. Walaupun ada cerita tersendiri, tapi masih aja ada unsur "pengusaha" yang punya "perusahaan" yang kelak akan "diwariskan". Yah berkutat di urusan orang-orang kaya pengusaha.)
2. Tokoh dari luar Jakarta biasanya digambarkan 'ndeso' dan 'medok' dengan bahasa daerahnya tempat tokoh tersebut berasal. (iya juga sih.... contoh nya aja tokoh cewek kalo nggak salah yang dari Jawa, pernah yang berasal dari Surabaya. Dia digambarkan medok dengan bahasa Jawa nya. Ada juga yang itsumo itsumo pake blangkon. Padahal kenyataannya orang Jawa apalagi Surabaya, ya nggak segitu nya. Contoh lain aku pernah lihat ada sinetron yang cerita nya seorang cewek tajir dari Jakarta yang liburan ke Bandung -->Sunda. Disana ketemu sama cowok dan cowok itu juga itsumo itsumo pke bahasa Sunda. Tapi bagaimana kehidupan orang-orang Sunda dalam kehidupan nyata? well kuserahkan aja pada penonton yang hidup dalam kultur Sunda.)
3. Lebay, terlalu mendramatisir. Ceritanya kadang kelihatan dibuat-buat. (antagonis kalau udah jahat, jahat nya amit-amit dah....protagonis klo udah baik, kebaikannya nggak masuk akal n bahkan mendekati bego dan lelet. Emang di Jakarta tu gitu ta?? temenku asal Jakarta nggak gitu2 amat deh walau pun ngomong nya tetep pke "gue-elo" XDD)
4. Ceritanya gampang ditebak.
5. Kalo rating penonton tinggi, ceritanya dipanjang-panjangin. (bener tu, nggak peduli kualitas ceritanya nanti nya gimana. Pokoknya panjangin teroooss sampe munek penontonnya. Awal-awal mungkin bagus, akhirnya mbulet. Maklumlah mungkin story writernya jg udh buntu kali ya...) --> kuantitas > kualitas
6. Cukup banyak sinetron yang nyontek dari film luar. (yak ini aku menemukan blog yang bahas list nya --> blog 1 blog 2 )
JDorama:
1. Ceritanya kebanyakan mengandung nasehat, motivasi dan pesan moral.
2. Kualitas cerita lebih diutamakan. Tanpa memandang rating penonton, kalo udah tamat ya tamat walaupun rating nya tinggi. Cuma dibuatin special episode nya dan itu cuma 1 episode.
3. Berbagai profesi ada didalam JDorama, jadi nggak melulu soal "Pengusaha". (bener banget. Bahkan profesi yang mungkin kebanyakan orang indonesia meremehkannya, disini tokohnya sangat ganbaru, semangat dan bangga dengan pekerjaannya dari hati yang terdalam. Menghargai tiap profesi.) #cieileh
Tambahan: Menurut pengamatanku---> JDorama kadang juga ada lebay nya, tapi...gmn ya...bukan lebay mendramatisir gaya sinetron Indonesia. Mungkin pakaian dan reaksi ketika terkejut mendengar suatu berita seperti ---> "EEEHHH...???" XDDDDDD bagian ini mungkin bisa lebih dipahami kalo nonton langsung.
4. Jam tayang nya agak aneh. Seperti ---> pk 7.58. misalnya. Tujuannya supaya penonton nggak pindah channel. Tapi itu channel tv swasta. Kalo NHK tetep seperti yang lain.
5. JDorama banyak jenisnya. (lupa apa aja) Ada yang durasi nya cuma 15 menit dan disetel di pagi hari. Why? karena emang tontonan yang ditonton sembari menikmati sarapan. Unsur-unsur semangat dan motivasi tetep ada di dorama pendek ini.
Tambahan dari kelompok presentasi: Kemungkinan Jepang meniru cerita dari negara lain ada walaupun sekarang banyak JDorama yang di cover dan di tiru oleh negara lain.
------------------------------------------------------------------
Itu sih yg kuingat...kurang lebihnya gomen ne....o.Oa
Lalu, apa hubungannya sama sinetronnya smash??
Di sinetron itu juga lagi ngebahas pewarisan perusahaan, jadinya si anak pengusaha harus sm si cewek *bla bla bla* dan bukan cewek *bla bla bla* <---sengaja nggak kusebut nama nya coz yang kuperhatikan adalah pola cerita nya bukan artis nya. So, point 1 dapet.
Lalu, gimana point-point selanjutnya? Yah, masih lihat perkembangannya nanti kalo misalnya ni sinetron dapet rating tinggi dari penonton, apa yg akan terjadi. Apa nasib nya bakalan seperti "Tersanjung", "Putri yang Tertukar", trus yang ceritanya tentang pesantren tu yang tokohnya Wahyu dan Nada. (rasanya aku ganjil, tuh sinetron mulai dipanjang-panjangin juga kayaknya. Tapi selagi ceritanya wajar, okelah)
Emang aura asia nya di cinta cenat-cenut ini lumayan terasa. *auranya kayak meteor garden XDD. Aura lho, bukan jiplak*
Mungkin di asia sendiri khususnya Jepang juga ada yang tema nya tentang pengusaha. *meteor garden ---> asal nya dari Hana Yori Dango ---> jadi di Jepang juga ada tema itu*
Tapi kan masih banyak tema tema yang lain, tapi kenapa ya yang ditiru / diinspirasi oleh para penyaji sinetron indo tu yang tema nya "Pengusaha" dengan "Perusahaan" serta "Pewaris" yang jadi masalah nya....
Itsumo itsumo....o.O
So, intinya, Sinetron indonesia kebanyakan masih sering masukin unsur "pengusaha" itu... jarang banget unsur / profesi lain... Padahal profesi di Indonesia banyak, dan aku pribadi ngerasa, "ngapain sih? peduli amat sama pengusaha...". Tema seperti itu, bisa jadi bikin orang pengen kaya, pengen ke jakarta trus sukses kayak disinetron. Bukannya memberi semangat ke penonton bagaimana survive dari kehidupan yang sulit, menumbuhkan rasa bersyukur dan saling menolong. Tingkah antagonis dan tingkah anak disinetron juga banyak ga bagus nya buat diliatin ke anak-anak.
No comments:
Post a Comment