Note: ide iseng yang muncul ketika ngeliat suster masang perban kakiku XDD
Pikiran ini sebenarnya muncul setelah aku datang kontrol untuk pertama kali di rumah sakit deket kampus di poli ortopedi. Meskipun dengan ngomel-ngomel karena susah ngelepas perban pertama ku, si suster dengan lihai dan canggih memperban kakiku dan mengikatnya dengan ikatan pita.
Woaa~ ternyata perban bisa ya di pasang begitu~ pikirku. Aku jadi teringat satu hal, Furoshiki, seni melipat kain Jepang yang buku nya pernah kubaca-baca sekilas. *Duengg*
Dari situ aku selalu berusaha mengingat-ingat cara suster memperban kakiku tiap datang ke rumah sakit. Tapi karena susternya cekatan banget sampe aku rada panik karena takut kesenggol, aku kadang miss satu-dua step.
Kalau balutan dari klinik nggak nyaman, kadang aku ganti dan pasang sendiri perban luar nya. Aku mencoba terus cara balutan dari rumah sakit.
Dan sekarang, lukaku sudah kering. Nggak perlu terlalu sering ke klinik, bahkan aku sudah berhenti datang ke rumah sakit. Aku malah semakin edan dengan berpikir macam-macam XDDD
Mulai mikirin bentuk pita model lain, atau mengkreasi pola balutan, dll
*tuh kan tuh kan nggak penting banget.... padahal ini cuma perban*
Aku terus berpikir gimana caranya membalut perban supaya nyaman, rapi, bersih dan juga imut~ XDD
Awalnya aku nyoba, perbannya agak kekendoran tapi pitanya bagus. Trus yang kedua udah agak kenceng, tapi pitanya fail XDDD.
Trus sekarang yang ketiga, sisi bawah kakiku udah rapi, pas, nyaman, pitanya lumayan tapi kurang lebar. Yah tapi nggak apa lah~ Nyaman dipake kok~
Sebenarnya aku mau menambahkan pola lipatan di percobaan ketiga tapi in the end pola nya cuma kelihatan dikit... mungkin hampir nggak kelihatan.
No comments:
Post a Comment