Wednesday, 28 August 2013

Setelah lebaran - Rest in Peace, Blacky


Note: cuma cerita soal lebaran dan Blacky yang meninggalkan kami setelah itu...Maaf penulisan agak nggak karuan...


Lebaran tahun ini ada suka dan ada duka. Ini kuceritakan dukanya dulu.....

Pulang ke desa ini, kami terpaksa meninggalkan blacky di rumah. Awalnya kami berharap semoga dia bisa mencari makan sendiri bareng mio dan pacarnya. Biasanya kedua kucing itu suka ngajak main dan cari makanan diluar ketika malam. Sengaja kami biarkan supaya nantinya dia bisa mandiri dan sistem imunnya makin kuat. Hanya saja kami semakin khawatir karena makin hari, blacky makin jarang main sama kedua kucing itu. Kalau malam dia cuma meringkuk di keranjangnya, tidur sampai besok pagi. Kebanyakan kerjaannya tidur terus sampai perutnya berlemak dan bergelambir o.Oa


Dia lebih gede dari pada pacar mio (tengah), padahal dia berondong xDD

-----------Kronologi------------------
Kita liburan di desa dua hari, hari minggu kami pulang kerumah. Blacky menghampiri sambil mengeong dengan suaranya yang serak seperti orang yang suaranya habis karena batuk. Walaah jangan-jangan dia nggak nyari makan selama dua hari.... Aku langsung mengangkatnya masuk dan segera memberinya frieskies. Waktu itu nggak ada ikan sama sekali di kulkas...kami cuma bisa memberinya frieskies. T.T Sebetulnya kasihan....mestinya dia makan nasi hangat dan ikan...

Mulai hari senin tanggal 12, blacky makin manja. Kayak nggak mau ditinggalin lagi. Sehabis makan dia nggak mau tidur padahal biasanya langsung tidur, dia maunya dielus-elus baru nanti tidur. Dia manja sekali sama ibu, ibu selalu ditemani. Ibu sholat ditungguin di keset depan kamar sholat. Ibu ngaji, dia tiduran di sebelahnya. Ibu baca koran, minta pangku, ibu masak juga dia minta pangku. Hanya saja wajahnya dan perilakunya nggak bersemangat. Kita sempat berpikir mungkin karena dia sudah besar jadinya kayak kucing-kucing dewasa yang cuma mau duduk dengan tampang datar dan sudah nggak mau diajak main.

Tapi, sekitar hari rabu, jadi batuk-batuk dan mulai nggak doyan makan. Dia kena flu. Yang bisa kulakukan hanyalah memberinya air gula dan pesan ikan pindang. Kata temanku jurusan kedokteran hewan, air gula merupakan pertolongan pertama supaya kucing nggak lemas. Biasanya diberikan ketika dia diare atau nggak doyan makan. Lalu soal pindang, searching di internet, katanya coba diberi ikan yang baunya menyengat, ya sudah aku kasih pindang. Dan nggak perlu dikasih obat yang aneh-aneh, hanya diberi antibiotik saja. Tapi bingung apa antibiotiknya....dan aku semakin khawatir dengan kondisinya yang makin memburuk, lemas dan nggak mau makan.... :'( Selain itu, yang bisa kita lakukan ke dia adalah menyuruhnya tidur siang diatas matras terapi ceragem punyanya ibu dan menjemur dia pas pagi. Dulu dia pernah bersin-bersin dan diare bisa sembuh. Tapi keadaan tidak juga makin membaik....

Hari jumat, tanggal 16 Agustus 2013 malam sekitar pukul 8, Blacky akhirnya mati. Aku dan ibu melihat dia dari ketika nyawanya masih proses dicabut hingga nafas terakhir. T.T Alhamdulillah, prosesnya nggak lama. Malam itu juga, kami berdua nggali tanah halaman depan buat kuburannya. Kain pel warna biru, masih baru, cuma dipake dua kali buat keset di dapur dan baru aja dicuci, kita jadikan kain pembungkus mayatnya. Kain pel itu kesukaannya, kadang dia tiduran disitu. Tetangga-tetangga menyarankan untuk membuangnya saja di sungai...Tapi aku dan ibu berpikir, dia sudah jadi teman yang baik buat keluarga. Akhirnya kita tetap menggali tanah di depan rumah
------------------------------------------------------

Mungkin bagi tetangga dan banyak orang, sikap kami sangat konyol dan lebay karena terlalu menyayangi kucing yang nggak ada harganya ini. Nggak beli, cuma kucing kampung warna hitam putih, nemu di depan rumah entah siapa yang membuangnya pada usia yang mestinya masih belum disapih induknya. Waktu itu sama sekali nggak ada yang mau nolongin hanya karena dia jelek dan matanya berair. Padahal masih bisa disembuhkan dan dijadikan kucing yang sehat.

Bagiku dan ibu, blacky nggak sekedar hewan peliharaan. Dia sudah jadi bagian dari keluarga. Dia lucu dan aku masih nggak tahu dimana jeleknya dia, sayang tidak semua orang tahu itu. Blacky kami temukan sekitar bulan maret, kira-kira itu masih usia sebulanan. Mungkin dia lahir bulan Februari. ( Ini cerita awal ditemukannya . Lalu disini kisah setelah dia sudah lincah. Disitu dia nggak lebih gede dari pada telapak kakiku yang suka dipeluk-peluk sama dia. Trus ini pas dia nemenin aku ngerjain skripsi ).

Lama-lama dia makin besar, gendut dan menurutku makin pintar. Dia nggak mau naik-naik meja makan, ngeong-nya juga nggak begitu berisik, malah imut kayak anak kecil yang manja. Aku dan ibu makin sayang dia, bapak mulai memaklumi keberadaannya walaupun masih nggak suka pegang dan bakal bergidik kalau seandainya tahu blacky sudah pernah diam-diam tiduran di kursi. Sampe besar, mainan yang tetap jadi favoritnya adalah tali. Entah tali atau benang atau mainan ular-ularan, dia suka. Kalau bola-bola kertas suka cuma waktu kecil aja, setelah itu dia sudah bosan.

Ini beberapa foto blacky. Dia nggak fotogenik sih...kalo difoto suka gerak...Jadi harus cepat-cepat xD


Beberapa hari setelah ditemukan... Dia lagi main-main di halaman rumah

Setelah tiga bulan bersama kami....Sudah segede ini



Kalo pas lagi garap skripsi di ruang tengah, tiba-tiba dia tidur di paha xDD


Dia suka masuk-masuk ke wadah, entah kresek, tas atau kotak...duuhh ekspresinya xD



Main tangkap ular xD




Masih suka mainan sapu (maaf miring xD)

Beberapa hari sebelum meninggal...Ini sudah lima bulan dia bersama kami.
Nggak bersemangat, lesu, kresek disebelah sama sekali nggak digubris padahal biasanya dimainin.
Nggak dia banget pokoknya....*hugs blacky* :'(



Beberapa hari sebelum meninggal, Dia cuma mau manja-manja tiduran di kaki. Padahal biasanya energik :'(
Dia mulai nggak doyan makan...Kucing kalo udah nggak doyan makan itu slalu bikin aku khawatir

Setelah dia nggak ada, keranjangnya aku jadiin tempat tanaman


Sepeninggal dia, aku berdiskusi dengan temanku mahasiswi fkh. Ini sungguh-sungguh telat diskusinya....>.<
Dari situ aku mulai tahu bahwa ketika kucing sakit flu dan demam, bener-bener nggak usah dikasih obat. Cukup kita bantu dia untuk meningkatkan sistem imun dia dengan memberikan vitamin, air gula dan antibiotik untuk mencegah terjadinya infeksi. Kucing nggak bisa minum paracetamol atau obat flu manusia yang lain. Intinya, kita membantunya memenangkan peperangan dengan virus. Namun kali ini kita kalah dengan virus itu.... Jadi sebaiknya, kalau lebaran ninggalin kucing dua hari, pulang-pulang kudu bawa vitamin, ikan dan nasi hangat buat si kucing. Siap-siap masukin si kucing ke dalam rumah buat perawatan selama ketahanan tubuhnya lemah, apalagi kalau diluar dingin. Ini untuk kucing kampung yang nggak dimasukin rumah dan nggak dikandang. Kalau punya cukup duit, lebih baik dititipkan di penitipan hewan yang bagus.

Sampai akhir, bulunya tetap hitam berkilau walaupun sudah mulai agak rontok...
Rest in peace, semoga Tuhan memberi kebahagian kepadanya seperti dia sudah membuat kami terhibur selama lima bulan....

No comments: