Thursday, 30 August 2012

KKN part 2 - Negeri diatas awan, My Digicam is my travelmate...

Note: lanjutan part 2 dari postingan soal KKN....
Sorry yak kalau mungkin judul "negeri diatas awan" itu eye catching banget, postingan ini bukan mbahas film bukan juga mbahas penemuan super fantastis ditemukannya negeri diatas awan....
-----------------------------------------------------
    Alam dan lingkungan didaerah ini yang mau kubicarakan disini.
Bener-bener takjub, sebagai tempat yang dekat dengan tempat wisata bromo, tempat ini jauh dari hedonisme kota. Bener-bener terasa suasana desa nya. Alam nya masih bagus, dan nggak ada mall, diskotik, cewek bule pake dress pendek+nggak shitagian, orang2 bule yang pada gila berjemur dsb (mungkin wisata gunung sama pantai beda kali ya). Tapi bule tetep banyak kok.
Kemana-mana nggak bisa yang namanya ninggalin digicam. Ada sih kamera hp, tapi nggak bisa bener-bener motret keindahan alam disana. Paling kamera hp buat foto2 pribadi atau foto buat bikin profpic baru.

Bukit yang keliatan sendu sekitar setengah 12 siang
diambil pas naik di bak pickup

    Setiap langkah, nggak bosen-bosennya motret apa yang ada disekitar. Disana, tentu saja aku dan teman-teman bersentuhan langsung dengan masyarakat tengger. Mereka sangat mencintai pekerjaannya sebagai petani. Kalaupun mereka berjualan atau bekerja yang lain selain bertani, itu hanya sambilan saja kata mereka. Ketika musim kemarau, mereka banyak yang kerja sambilan *sering2nya sih jualan* karena mereka libur bertani. Kalau pegawai2 hotel disini atau pegawai travel kebanyakan mah 'orang bawah' *sebutan untuk orang-orang pendatang yang datang dari bawah (kota probolinggo) kebanyakan orang madura*. Maklum, penunjuk arah disini bukan utara selatan timur barat tapi atas bawahtimur barat *kalau ngak salah*  Pernah lihat sendiri, bapak *sebutan pak kades yg menampung kami* bicara dengan pekerja hotel dan travel kebanyakan pakai bahasa madura soalnya mereka orang madura. Bapak yang waktu kecil pernah tinggal di Probolinggo *ini sih bapak ku sendiri xDD* pernah cerita sebelum aku berangkat KKN kalau di probolinggo itu lumayan banyak orang madura nya.

Kondisi air disana pas-pas an (pas untuk mandi, nyuci, masak dan minum) untuk pengairan lahan pertanian susah. Pernah kita ngalami, seharian keran mati....duh, pada nggak mandi deh XDD nggak masalah sih, toh disana duingin banget. Kadang kalau lagi nggak enak badan, mandi nya 2 hari sekali...itu pun bener-bener ngumpulin nyali masuk kamar mandi x.x . Bukannya lebay, tapi yang namanya nggak tahan dingin, udara disini sangat-sangat dingin lebih dingin dari AC. Siang-siang menggigil itu biasa, wong matahari siang-siang aja anget bukannya panas. Desa sebelah malah matahari baru keluar bener2 muncul jam 2 siang, jadi kalau pagi kayak masih jam 6 an gitu #nahlho

 Umumnya, teman-teman kalau cerita suka duka KKN, kenyamanan tempat dan pergaulan menjadi topik utama. Yang tempat nggak enak lah, nggak ada sinyal lah, yang orang-orangnya susah diajak bergaul dengan mahasiswa lah, yang makanannya tiap hari itu-itu aja lah dll... Tapi alhamdulillah, disini kelompok kami nyaman-nyaman saja. Sinyal masih ada *simpati sih* begitu juga dengan sinyal internet juga ada walaupun ngesot XDD *cuma EDGE itu sudah syukur loh, kebanyakan GPRS.* Nggak papa lah, mending ngesot, dari pada diam ditempat. Yah... nasib-nasib an....
semboyan desa tempat KKN, 
kerasa banget nilai moral nya
Tanaman pertanian disini yang terlihat mata waktu itu yang banyak ada kebun bawang pre dan jamur kancing selain itu ada tomat, kubis, katanya ada juga kentang sama strawberry. Wuiihhh bawang pre nyaaa.... dimana-mana.... Sebagai penggemar telor dadar, melihat bawang pre jadi lapar... *.*
Begitu juga dengan rumah jamur juga banyak. Tapi awalnya sempet nggak keliatan loh... soalnya kupikir jamurnya ditanam di ladang gitu, ternyata dibuatkan rumah wow... Disini highlight nya sih tanaman jamur kayaknya.
Komentarku cuma satu : sungguh sumber pangan yang melimpah.... ukurannya gede2, seger2 lebih bagus dari yang di hypermart.... tapi kenapa ya, kita kalau di kota mau dapetin sayur segede gitu aja mahal buanget bin prestige kayak habis ngimpor dari mana gitu... yah...mungkin masalah transport dll kali ya.....

Menginjak minggu-minggu terakhir banyak yang udah kangen sama Mall, kangen nge-hedon shopping, kangen sama fastfood, *kangen pacar masing2 xDD* dll termasuk aku. Kadang aku merasa nggak sopan kalau kangen mall atau kota gitu... rasanya kita lebih merindukan keindahan yang diciptakan manusia dari pada keindahan alam. Alam yang seharusnya kita jaga dan nggak begitu aja mengubahnya menjadi apa yang kita sebut sebagai Mall. Apa mungkin ya alam semakin dengan teganya digasrak digantikan dengan Mall, perumahan dsb karena sudah banyak orang yang udah nggak bisa hidup tanpa mall? Di kota, mau punya rumah hijau dengan udara segar dedaunan itu mahal contoh: Citraland.  Malah horor tuh kalau kendaraan bermasalah, sepi nggak ada pom dan nggak ada tukang tambal ban didalam nya plus nggak mungkin ada penduduk baik nan polos meronda dan mau membantu kalau tidak ada tujuan jahat *oh yes, Modern*. Persamaannya dengan desa ini adalah sama-sama jauh dari peradaban pertokoan *jadi mikir nih kalau misalnya tiba-tiba haid dan stock softex habis gimana yak? xDD*. Kalau di perumahan biasa, jalan kaki udah ada convenient store, apalagi kalau di perkampungan *perkampungan di kota sih*, bisa mungkin sebelah rumah dibangun alfamart indomart. *eh pengen deh punya rumah depan indomart xDD eh apa sih jadi ngelantur*

Tapi jujur, disini tenang, nggak ada yang namanya kendaraan berisik, polusi, orang ngawur dijalan... apalagi kalau kabut lagi turun dan posisinya bergumbul di bawah desa...wuiih serasa berada di negeri diatas awan...berasa lain... subhanallah....walaupun dingin, serasa Tuhan melindungi penduduk diatas sini dengan kumpulan kabut dibawah itu.... Kalau kita tenang, diam dan mendengarkan dengan baik, disini terdengar suara angin lalu lalang yang biasanya cuma kita dengar di ringtone hape atau sound effect  xDD. Tapi suaranya lebih bagus ini lah :D Kalau mau maghrib, kadang nemu kabut yang kayak muncrat dari bukit trus ngalir turun... bagus deh... :3
Kalau ke penanjakan, suaranya lebih keras lagi dan kabut kecil2 kadang terlihat lalu lalang sliwar sliwer seperti casper lagi lari-lari *semoga itu emang kabut dan bukan hantu xDD*

Foto-foto dikamera ku nggak cukup 4 GB sebulan! isinya foto pemandangan sama dokumentasi kegiatan... T.T memori laptop minim, nggak bawa DVD RW lagi....akhirnya separuh nya nitip teman....

Jadi, pesan dan nasehat yang bisa kita petik disini,  kalau kamu hobi foto dan mudah terpukau oleh pemandangan alam plus job mu adalah pubdok:

Ketika KKN ditempat jauh, bawalah kamera, laptop+cadangan storage data yang cukup banyak buat nyimpen foto entah itu HDD external, DVD RW dsb. Apalagi kalau job mu adalah pubdok.

to be continue....

Wednesday, 8 August 2012

KKN part 1 - KKN itu.....

Note: Cuma cerita soal KKN.


-----------------------------------
Kesan pertama mendengar kata "KKN"? Wuiihhh ribetnya... pengen cepet selesei dan berakhir....
Aku termasuk orang yang kurang bisa cepat akrab sama orang. Tapi pertemuan pertama dengan teman-teman KKN aku merasa lega, karena aku merasa teman-teman KKN ku ini bakalan jadi teman-teman yang baik ^_____^

Aku cerita ke teman ku yg seangkatan sama aku dan udah pernah KKN. Ada cerita-cerita yg intinya 'KKN itu menyenangkan' ada juga yg 'Duh...waktu KKN aku nggak ngerasain seneng... pengen ndang selesei... temen-temen ku nggak enak. Setelah KKN udah nggak hubungan lagi seolah tak terjadi apa-apa.' wuihh ini sempet bikin aku ngeri... Tapi pada intinya, pesan penting yg disampaikan teman-teman adalah 'Mau senang atau enggak, di dalam KKN masalah itu pasti ada'. Namanya aja hidup bareng selama sebulan.'. Okey, pesan terakhir ini sangat berarti buatku. Di kemudian hari bener-bener menghindarkan aku dari kekecewaan ketika misalnya ada masalah.

Kesan ketika menghadapi rapat-rapat sebelum berangkat : Ini rapat? eyel-eyelan? apa saling mempertahankan pendapat pribadi?? =.='a Dan aku selalu bingung ni menangkap inti rapat kalau modelnya begini.... terutama divisi ku... beeuugh.... Yang satu seneng mempertahankan pendapat pribadi, asal ngomong nggak dipikir dulu, egois nggak mau susah, seneng menggampangkan sesuatu. Yang satu nya suka mengiyakan saran dari manapun sampai2 aku bertanya-tanya apa dia paham dengan setiap hal yg diiyakannya, tipikal polos anak mami banget, kaichou ni toshite dia nggak punya pendirian (ya karena apa2 diiyakan gitu). Aku diam deh ya, males ngasih saran apapun. Sesuka kalian berdua lah ya... =.=a.
Okey, mungkin untuk pandangan pertama itu aja masalah dan objek errr.... aneh n problematik buatku

Aku dapat tempat KKN yang katanya adalah daerah wisata. Tapi walaupun daerah wisata, tapi menurutku tempat itu masih menjaga alam dan indahnya pedesaan. ^____^
Tempat ini daerah pegunungan dan rasa-rasanya lebih dingin dari pada Malang... x.x

Waw, sebelum berangkat akupun harus siap-siap jaket, kaos tebel, training anget dan macem2 obat buat kakiku yang gampang sobek ketika dingin....
Ini lah lokasi KKN ku:


Lihat Peta Lebih Besar

Nggak tau itu peta bener apa enggak ya.... aku nyari balai desa nya yang lumayan ada lahan berpaving nya kok nggak nemu.... *berharap menemukan rumah pak kades sih* sedikit nyesel karena selama disana nggak terpikir pun buat iseng2 lihat map... Koneksi agak ngesot, jadi mungkin waktu itu agak males xDD

to be continued.....