Tuesday, 21 December 2010

Between Tragedy part 2 - Somehow I feel Lucky

Note: paragraf tdk karuan, mellow, mungkin tdk se-mengesankan seperti yang diharapkan XDDD


Postingan ini menceritakan hal-hal yang membuatku merasa beruntung walau aku tertimpa musibah yang tidak pernah kualami sama sekali sebelumnya.


Ketika dia menungguiku di bangsal bedah, jujur, ada perasaan beruntung. Aku orang yang beruntung, pikirku berkali-kali. Pikiran itu keluar begitu saja. Dengan dia ada disampingku, menyentuh keningku dan menenangkanku, aku jadi tenang. Dengan teman-teman yang datang menjenguk, aku jadi terhibur. Belum tentu orang lain mengalami ini. Melirik ibu sebelah yang patah tulang di lututnya juga mendadak kagum dengan nya. Pasti sakit banget persis seperti yang kurasakan tapi tempatnya ada di lutut. Walau begitu dia nggak merintih sama sekali, hanya terbaring setengah tertidur. Melihat diriku sendiri, alhamdulillah cuma jariku aja yg patah.
*lagi-lagi perasaan aneh dan complicated*

Dirumah aku berencana memberitahu ibuku kalau aku udah punya pasangan. Harus...harus bilang, pikirku. Dan feeling ku mengatakan semua bakal baik-baik saja. Namun, aku tidak bisa mengatakan disaat situasi masih panik. Akhirnya aku mengatakannya ketika makan pagi.
Alhamdulillah...ibuku nggak keberatan...senangnya... :D
Beban di hati hilang sudah, yang ada hanyalah kelegaan dan semangat untuk sembuh. Dia pun bisa main kerumah dengan sepengetahuan ibuku. Inilah hal yang membuatku merasa lebih beruntung dan bersyukur lagi meskipun tertimpa musibah.

Keuntungan lain yg kudapat adalah sementara aku bisa istirahat dan mengerjakan tugas kuliah dengan nyaman tanpa harus mikir rapat ini rapat itu. Walaupun dirumah akhirnya aku merepotkan orang rumah >.<

Kamis itu, anugerah atau musibah? itulah yang sempat ditanyakan L'Holic.
Wah... nggak tahu juga ya...
Namun waktu aku terkapar di RS, sambil menangis aku sempat bertanya, "apa maksud dari kejadian ini?? Kenapa aku jadi begini??"
Aku nggak tahu apa maksud sebenarnya, tapi ternyata, banyak juga hal baik yang kudapat setelah kejadian ini.

Selanjutnya, aku jadi tahu apa yang terjadi di luar sana.
Di poli ortopedi, aku melihat banyak sekali pasien yang memakai tongkat seperti aku. Tapi sungguh ngeri ketika aku melihat kaki mereka. Untuk yang sekedar patah tulang dan dibalut sih sudah biasa kulihat. Tapi aku sungguh kaget dengan orang-orang yang memakai kawat di kaki mereka. Aku ngeri, kawatnya keluar. Ada bapak-bapak yang katanya sudah bertahun-tahun memakai tongkat plus kawat di kakinya. Dan didepan aku liat mas-mas model backpacker-an, nggak pake tongkat sih, tapi kakinya berkawat...*spechless* aku hanya melongo melihatnya....serem banget...

Satu lagi, aku jadi tahu cara memasang perban yang baik dan benar tanpa dibantu plester dan alat perekat lain XDDD

Sungguh senang sekali memiliki keluarga, pacar dan teman-teman yang peduli dan sayang sama aku ^o^
For me, 皆は大切な。ありがとう。。。

3 comments:

LarukuHolic said...

Jangan lagi ada rahasia yaa~
bilang kalo kamu ada apa2...

aku khawatir sama kamu...

kiyomi marin said...

Iyaa~ XD
wkt itu, aku cm g pengen km panik dan khawatir...

LarukuHolic said...

tapi pada akhirnya aku tau juga~
:)