Saturday, 9 October 2010

Nasehat yg kudapat minggu ini

Musim orang jadian juga terkadang tidak selalu menimbulkan kesenangan bagi yang lain. Ternyata, ada juga yg merasa sakit hati dengan momen 'jadian nya seseorang dgn pasangannya'.

Curhatan yg kudapat minggu ini seputar dampak/perubahan krn 'jadian':
1. Merasa bahwa teman menjadi jauh.
2. Menyesali mantan yang sudah memiliki cinta yg lain.

Warning sebelum baca lebih lanjut! Tulisan dibawah ini hanya tulisan yang kutulis berdasarkan pengalaman yang kudapatkan! Bukan hal yang menyenangkan sih...tapi bagiku sangat bermakna :D
Oya, tulisannya juga banyak banget, ntar capek lho...XDD


---------------Writing Start!---------


Opsi no 1. Merasa bahwa teman menjadi jauh.
Dua orang teman curhat padaku, mengalami hal yang nyaris sama.
Teman 1:
Ia merasa teman-temannya jauh darinya. Hal itu nampak setelah dia jadian dengan cowok yang disukainya. Ia merasakan suasana berbeda ketika bersama teman. Salah satu temannya juga ada yang terlihat sekali perbedaan sikapnya pada dia. Salah satu teman itu juga teman dari 'teman 1' dan cowoknya. Ia bercerita kalau salah satu teman tersebut meragukan perasaan si 'teman 1' karena 'teman 1' pernah menyukai orang lain tapi mengapa bisa secepat itu menyukai si cowok yang sekarang jadi pacarnya?
'teman 1' menjelaskan padaku kalau ia tidak serta merta menyukai si cowok, tapi mereka sudah pedekate selama liburan dan rasa suka itu tumbuh disaat-saat itu.

Selain itu, si cowok dari 'teman 1' mulai menyadari bahwa mereka terlalu lovey dovey didepan teman-teman lain dan tampaknya mulai mengatur bahwa moment itu akan jadi konsumsi pribadi.

Lalu selain itu, teman-teman menyayangkan karena setelah jadian, mereka sudah jarang kumpul-kumpul seperti dulu lagi...

Teman 2:
Sama hal nya dengan 'teman 1', Ia juga merasa jauh dari teman. Namun sebab utamanya adalah dari si pacar 'teman 2'. Teman-teman sang pacar sudah mulai memisah-misah sehingga pacar tersebut selalu sendirian. Karena alasan itulah ia selalu meminta ceweknya, 'teman 2' untuk selalu menemaninya. Padahal, 'teman 2' ingin sekali bergabung dengan teman-temannya namun kadang-kadang sang pacar jadi ngambek karenanya. Akhirnya, 'teman 2' bingung harus bagaimana...
Menemani pacar terus-terusan membuatnya jauh dari teman-teman, namun berkumpul dengan teman juga membuat sang pacar ngambek...


Friends, curhatan-curhatan itu juga membuatku bernostalgia, teringat lima tahun lalu.
Just skip this if you don't want to know, you'll don't understand after all ;D


Aku pun mengalami hal sama. Ketika aku jadian dengan cowok ku (yang juga teman les ku)waktu itu, entah mengapa teman-temanku saat itu seperti jauh atau mungkin menjauh dari ku. Terutama 'orang itu', orang yang kuanggap sebagai teman, orang tua dan saudara. Aku tak tahu ini betul-betul terjadi atau tidak, tapi cowokku suka mendapat kritikan dari nya. Katanya aku jadi manja setelah punya cowok, padahal aku merasa tingkat kemanjaanku seperti biasa saja. Apakah ekspresiku jadi lain ketika aku berhadapan dengan cowokku dibandingkan dengan 'nya'? Ini hanyalah kemungkinan. Seseorang akan memiliki ekspresi berbeda ketika berhadapan dengan orang yang disukainya atau lebih tepatnya kepada pacar yang dicintainya.
Ataukah cowokku hanya mengada-ada laporan kritikan itu agar memiliki alasan untuk membuatku berubah? Ini juga hanyalah kemungkinan. Karena setelah putus aku baru melihat bakat cowokku dibidang akal-akalan ini, maaf.

Apakah aku merasa bingung saat itu? Ya, tentu saja aku merasa bingung saat itu, dilema dan merasa kecewa dengan teman-teman. Namun, aku yang baru saja masuk SMA tidak bisa menjelaskan dengan baik kepada teman-temanku, begitu juga dengan teman-temanku yang tidak bisa mengungkapkan dengan jelas ke-jealous an mereka.

Akhirnya mereka menunjukkan ke-jealous an mereka dengan mengatakan bahwa aku terlalu manja pada cowokku, karena setelah punya cowok, aku jadi bisa dianterin kemana-mana n kadang bisa dianterin pulang sepulang sekolah karena aku suka buta jalan.
Apakah mereka tak tahu kalau aku bukanlah tipe cewek yang akan memanfaatkan 'fasilitas mewah' itu terus-terusan? Aku juga nggak suka kalau suatu hari aku bakal jadi ketergantungan karenanya. Sebenarnya aku lebih suka bawa kendaraan sendiri atau naik bemo begitu bemo datang dari pada nunggu jemputan. Mereka tidak tahu kalau aku tidak pernah meminta cowokku untuk mengantarkan aku pulang sepulang sekolah, toh dia sendiri yang memang berniat menjemputku dan aku mau diantar pulang karena menghargai dia yang sudah jauh-jauh datang dari surabaya hanya untuk menjemput aku. Nah, aku yang bingung harus jelasin gimana, cuma jawab kalau aku nggak mungkin minta yang aneh-aneh dan nggak suka jadi addictive. Mereka seperti tak mengenalku saja.

Saat les dan kami semua berkumpul, teman-teman dan juga cowokku, aku ingin kita membaur bersama dan ngobrol bersama. Ingin menghabiskan waktu bersama semuanya. Ingin memandang setara antara teman-teman dan cowokku sebagai sekumpulan orang-orang yang kusayangi.

Namun teman-temanku malah menyuruhku ngobrol aja sama cowokku, alasannya karena kita jarang menemukan waktu ketemuan. Bukan itu permasalahannya, waktu berduaan kami bisa kami atur sendiri...Akhirnya aku kadang-kadang main kerumah temen n ngumpul disana ketika aku ingin kumpul dengan mereka. Padahal, kami bukan tipikal orang yang suka mematahkan pertemanan antara satu dan lainnya hanya karena kita pacaran. (nggak tahu lagi sih kalau didalam hati dia pengen deket terus, toh dia nggak pernah bilang).


Intinya, saat itu aku merasa kecewa dengan teman-temanku karena mereka tetap jealous dan sedikit menjauh sama aku meskipun aku sudah berusaha mengatur waktuku dengan mereka dengan waktuku dengan pacarku. Aku juga nggak selalu ingin bareng pacarku terus, aku juga ingin bareng teman-teman juga.

Nah, menilik dari pengalamanku dan curhatan pengalaman dua temanku itu, aku mendapat poin penting dari kasus yang intinya serupa ini.

~Ketika punya pacar, mulai mengatur kapan waktu 100% untuk pacar dan untuk teman. Karena walau bagaimanapun, teman itu sangat berarti. Aku menganggap teman adalah saudara keduaku. Ketika kita punya masalah, baik masalah keluarga, pacar atau yang lain yang lebih banyak ngertiin dan ada buat kita ya tetaplah teman. (itu sih yang kurasakan hingga kini).
~Namanya pacaran, pastilah kita suka lovey dovey sama pasangan. Tapi tunggu. Lihat dulu posisi kita sedang berada dimana. Lebih baik, mesra-mesraan jadikan sebagai konsumsi pribadi. Siapa tahu, mungkin saja ada yang tidak menyukai tindakan kita. Tapi, hati-hati jangan kebablasan ya... XDD
~Sebagai pacar, sebaiknya tidak melarang-larang pacar ketika ia ingin berkumpul dengan temannya. Karena hal itu akan memutuskan pertemanan seseorang. Kecuali teman tersebut membawa dampak sangat-buruk-sekali kepada pacar. Sesekali mencoba berbaur ketika kebetulan pacar berkumpul dengan teman ketika lagi bareng juga tidak ada ruginya.


Opsi no 2. Menyesali mantan yang sudah memiliki cinta yang lain.


Mendengar curhatan temanku yang sedikit ruwet seperti biasa, intinya aku bisa menangkap kalau ia menyesal telah memutuskan pacarnya dan kini pacarnya sudah memiliki yang lain. Yang satu ini, jujur aku berharap semoga tidak mengalaminya, apalagi kejadian ini dikarenakan diriku sendiri. Ah, sungguh tidak mau. =.='

Disini dia bercerita bahwa setelah memutuskan cowok itu (cowok ini juga salah satu temanku) dengan cukup kasar (dia beralasan bahwa kekasarannya disebabkan karena si cowok juga mengatainya negatif), dia mulai pura-pura tak mengenal si cowok. Namun sungguh disayangkan SMS cewek itu (temanku yang curhat ini) kasar banget. Kata-kata kasarnya juga nggak hanya waktu itu saja. Selain itu, ego nya yang tinggi juga membuat si cowok nggak nyaman (mungkin). Di waktu ini, kondisi si cowok sakit hati banget. Namun teman-teman terus mengatakan bahwa ia harus bangkit, tidak boleh lagi ketergantungan dengan cewek itu. Sekian bulan akhirnya ia dapat menemukan gadis lain yang dapat merebut hatinya.

Namun, si temen ku (yang curhat ini), mulai merasakan kehilangan, penyesalan dan nggak terima cowok itu punya yang lain. Ia mulai merengek ingin mempertahankan 50% perasaan cowok itu yang masih tersisa yang lama kelamaan mulai berkurang dan hilang. Tapi setelah kutanya apa alasannya ingin mempertahankan perasaan itu, ia sendiri menjawab tidak tahu. Pokoknya ia nggak terima dan ingin mempertahankannya, hatinya sakit banget. Kabar terakhir yang kudengar, cewek itu melabrak cewek yang sudah menjadi pilihan si cowok. Silahkan aja sih kalau dia mau ngelabrak, toh dia sudah tidak memiliki dasar apapun...

Ah sudahlah, curhatannya juga rada mbulet karena kepanjangan seperti biasa.
Namun aku dapat menangkap poin-poin curhatannya. Sebab-sebab mereka selalu nggak cocok disebabkan karena si cowok sudah mulai pacaran dengan serius, sementara si cewek masih suka 'pacar-pacaran' belum serius dan belum berfikir kedepannya. Lalu komunikasi yang buruk dan kasar.
Satu hal yang nggak jelas adalah rentang waktu ketika dia menyukai cowok dari 'luar kota' itu.
Ah entahlah...aku selalu bingung kalau mempelajari kasus dua orang itu.

Namun yang jelas, aku dapat mengambil beberapa nasehat dari kasus mereka yang sudah berkepanjangan itu:
~Sekasar apapun pacar, kalau bisa jangan ikutan kasar. Kalau memang sudah nggak cocok lagi, mending tegas aja diputusin dengan keputusan yang nggak plin-plan (putus nyambung).
~Biasanya ada nih, orang yang suka nyalah-nyalahin mantan gara-gara diputusin. Nah ati-ati nih sama orang model begini. Yang baru kutemukan hingga hari ini, biasanya orang itu nggak mau introspeksi diri atau nggak mau mengakui kesalahan diri sendiri atau orang itu sebenarnya juga sama-sama pengen putus tapi dia sok penting dengan senang sekali membuat orang lain merasa bersalah atas dirinya.
~Ketika baru saja putus, kita bagai anak kecil yang disapih orang tua nya. Sakit hati masih ada, ngerasa nggak enak atau ada yang kurang kalau nggak ada pacar, kadang masih suka ndeketin atau nelponin mantan yang baru diputusin. Mirip bocah yang masih suka ngempeng pasca disapih XDD
Kadang gara-gara penyakit 'ngempeng' itu yang bikin putus nyambung... Beri komitmen yang jelas kenapa harus putus dengan berbagai pertimbangan akal sehat.

9 comments:

LarukuHolic said...

ngaaaaaaaaaaaaaaaaahahahaha~
nibanme no onna~ SHITEIRU!

penyakitmu ternyata tak berubah dari dulu...
"buta jalan"

kiyomi marin said...

Ancen iku penyakit keturunan *sawangane* XDDD

Weh pyok, sanggup kowe baca sakmunu akeh e tulisanq? XDD

LarukuHolic said...

sanggup2 ae~
saya kan blogreader...
aku malah sering moco crito2 25-30part-an~
moso aku iso nulis2 sakmono akehe gak iso moco sakmene akehe~
XDD ngaaaahahahahaha

ayo dilawan penyakite
ojo didadekno kebiasaan~
ganbare~

kiyomi marin said...

Lha ini sedang dilawan XDD
akhir-akhir iki aku nyoba ngapalno dalan. Biyen pertama aq g apal dalan nang delta n saiki alhamdulillah wes apal PP. Saiki aku lagi ngapalno dalan sekitar TP XDD
Oyo, shortcut neng ngarep e hokky wingi tak manfaatno pas kene nonton RE neng TP XDD trnyata jauh lebih deket...doumo ne... ^^

LarukuHolic said...

sep2~
douiteshimashite ne~

ojok nang mall2 ae, sak suroboyo rek~

Yoana ドモウト said...

そうかも知れませんね。。。
私も同じ意見があった、、、
なぜなぜ心が。。。
*自分聞いて*
=。=ll

kiyomi marin said...

実はこのことはすごく難しいことだと思う。。。
でも、できるだけ、ずっとがまんして、それでいつもがんばる。。。
あなたの心はどうしたの?

Yoana ドモウト said...

何もない、
xD~
大丈夫とおもう、
wwkwkwkwk。。。
Eh,aku ko sering update blog yoh akhir-akhir iki...
dakara...gak enek sing isa diajak ngobrol...
=.=ll

kiyomi marin said...

aq iyo kok XDD
Ya ada hal-hal yg gbs dibicarakan secara umum biasanya kita bicarakan di blog.
Blog ku enek akeh... topik e bedo-bedo...user name e yo bedo-bedo wakakakakakak XDDD