Sunday, 9 June 2013

Pottermore - Masuk Hufflepuff xDD

Note: Ini bahas game pottermore lagi. Sebenarnya ini postingan yang udah lama belum terpublish xD

Seperti yang kubilang di update an post lalu, akhirnya aku masuk Hufflepuff. Udah kerasa aja pas pertanyaan-pertanyaan terakhir. Awalnya aku berharap masuk Ravenclaw. Tapi ternyata baca welcome note, kisah dari house ini, serta karakteristik dari house ini dan yang terpenting pemandangan common room nya, aku mendadak merasa nyaman dan merasa emang ini house yang paling klik buatku :3
*tapi entah kenapa ketika aku baca welcome note nya house lain emang memancing penghuninya merasa nyaman dan senang sih menurutku...mungkin karena kita dibuat berpandangan netral disini. Subarashii banget deh j.k. rowling ini.*





Okey, aku cerita secara general gimana kehidupan di Hufflepuff ini.

Pertama, sedikit potongan kutipan dari welcome notes tentang detail house ini.

Hufflepuff House emblem:
"Our emblem is the badger, an animal that is often underestimated, because it lives quietly until attacked, but which, when provoked, can fight off animals much larger than itself, including wolves."
Pas baca ini, awalnya aku sedikit bertanya-tanya, apa itu badger? Itu beneran sekuat itu? Dan aku tercengang setelah baca di wikipedia. Makhluk lucu itu ternyata makanannya ngeri...kayaknya omnivore :


"The diet of the Eurasian badger consists largely of earthworms, insects, and grubs. They also eat small mammals, amphibians, reptiles and birds, as well as roots and fruit.In southern Spain, badgers mostly feed on rabbits. The honey badger of Africa consumes honey, porcupines and even venomous snakes (such as the puff adder); they will climb trees to gain access to honey from bees' nests. American badgers are fossorial carnivores. Unlike many carnivores that stalk their prey in open country, badgers catch most of their food by digging. They can tunnel after ground-dwelling rodents with remarkable speed. Badgers have been known to become intoxicated with alcohol after eating rotting fruit."

House colour:
Yellow and Black

Semboyan:"Those patient Hufflepuffs are true and unafraid of toil"

Common Room:


sumber
"The Hufflepuff common room is entered from the same corridor as the Hogwarts kitchens. Proceeding past the large still life that forms the entrance to the latter, a pile of large barrels is to be found stacked in a shadowy stone recess on the right-hand side of the corridor. The barrel two from the bottom, middle of the second row, will open if tapped in the rhythm of 'Helga Hufflepuff'.* As a security device to repel non-Hufflepuffs, tapping on the wrong barrel, or tapping the incorrect number of times, results in one of the other lids bursting off and drenching the interloper in vinegar. 
A sloping, earthy passage inside the barrel travels upwards a little way until a cosy, round, low-ceilinged room is revealed, reminiscent of a badger's set. The room is decorated in the cheerful, bee-like colours of yellow and black, emphasised by the use of highly polished, honey-coloured wood for the tables and the round doors which lead to the boys' and girls' dormitories (furnished with comfortable wooden bedsteads, all covered in patchwork quilts). 
A colourful profusion of plants and flowers seem to relish the atmosphere of the Hufflepuff common room: various cactii stand on wooden circular shelves (curved to fit the walls), many of them waving and dancing at passers-by, while copper-bottomed plant holders dangling amid the ceiling cause tendrils of ferns and ivies to brush your hair as you pass under them. 
A portrait over the wooden mantelpiece (carved all over with decorative dancing badgers) shows Helga Hufflepuff, one of the four founders of Hogwarts School, toasting her students with a tiny, two-handled golden cup. Small, round windows just level with the ground at the foot of the castle show a pleasant view of rippling grass and dandelions, and, occasionally, passing feet. These low windows notwithstanding, the room feels perennially sunny. * 
The complexity or otherwise of the entrance to the common rooms might be said to give a very rough idea of the intellectual reputation of each house: Hufflepuff has an unchanging portal and requires rhythmic tapping; Slytherin and Gryffindor have doorways that challenge the would-be entrant about equally, the former having an almost imperceptible hidden entrance and a varying password, the latter having a capricious guardian and frequently changing passwords. In keeping with its reputation as the house of the most agile minds at Hogwarts, the door to the Ravenclaw common room presents a fresh intellectual or philosophical challenge every time a person knocks on it. 
Nevertheless, it ought not to be concluded from the above that Hufflepuffs are dimwits or duffers, though they have been cruelly caricatured that way on occasion. Several outstanding brains have emerged from Hufflepuff house over the centuries; these fine minds simply happened to be allied to outstanding qualities of patience, a strong work ethic and constancy, all traditional hallmarks of Hufflepuff House."

-------------------------------------------------------------------------------------
Okay, itu tadi sekedar profil secara umum. Sekarang bagaimana suasana kehidupan dalam common room chat disini. Penjelasan ini menurut apa yang kurasakan.

Awalnya aku nggak paham pada ngomongin apaan di chat common room. Tapi lama-lama juga paham. Kerjaan anak-anak huffle common room kalau nggak main role play, say hi, menyambut mereka yang baru pulang duel (noh ujung-ujung nya role play an), ngasih tips-tips dan sharing, sedikit bergosip tentang apa yang terjadi yang sehubungan dengan permainan. Sejauh ini belum ada yang bertengkar *semoga sampai seterusnya nggak ada*. Kalau ada yang nggak enak ati gara-gara liat beberapa user lagi role playing di chat, yang lain ada yang menenangkan. *lha wong gimana lagi, media komunikasi di pottermore ini memang tidak ada private message, hanya chat room di common room buat ngobrol sesama member house, di Hall buat saling ngobrol sama house lain juga, atau di ending per chapter. Jadi harus ngertiin.*

Mereka kebanyakan lebih suka bikin potion dari pada duel. Bagi yang suka duel ya dipersilahkan duel. Aku pribadi awalnya ogaaah banget bikin potion. Susah soalnya. Kalau duel bosen, biasanya nerusin perjalanan cerita. Tapi lama-lama membaca obrolan asyik mereka, aku jadi ingin tahu dimana asyiknya bikin potion. Ternyata emang asyik, sensasi nya deg-deg an walaupun butuh waktu lama. Kalau duel cuma bentar trus udah...lama-lama bosan... xD.

Karakter anak-anak disini kebanyakan sabar, santai, friendly, dan menikmati permainan dengan senang. Anak baru nya semangat-semangat, yang lain pasti ada yang menyambut walau cuma satu atau dua. Mereka senang harry potter namun mereka memainkan permainan ini dengan santai, Kayaknya hampir nggak ada yang fanatik dan mereka sadar betul apa tujuan dari site permainan ini. Mereka menghargai individu yang lain. Kalau ada yang kesulitan, yang lain memberi saran dan tips. Nggak dimarai sih kalau lost poin, tapi kadang ditegur dengan halus yang otomatis bikin perasaan sungkan kalau asal-asalan main dan buang-buang poin. xD.

Begitulah kehidupan disini hingga detik ini.

Nyoba Compare lipcare - Silky Girl Magic Pink Lipbalm vs Lip Ice Sheer Colour

Note : Ngomongin lipbalm. Ini sejenis magic lipbalm...aduh bingung nyebut nya... 

Kemarin aku iseng-iseng browsing soal lipbalm. Padahal lipbalm ku udah banyak xD tapi i love lipbalms. Soalnya bibirku super kering, nggak bisa kalo nggak pake lipbalm. Bibirku jadi membaik sejak kenal lipbalm. Kalo lipstick sih nggak terlalu minat... nggak bisa pake lipstick ini bibir kayaknya.

Nah, aku lihat banyak yang review silky girl - silky lips magic pink lipbalm dan katanya murah dan ada di indomaret. Selain itu, lipbalm ini dilihat sekilas mirip banget dengan lip ice. Dan ada salah satu reviewer yang bilang kalo lipbalm silky girl ini greasy. Nah...lipbalm yang greasy bagi orang yang bibirnya normal, kemungkinan di bibirku pastilah bisa melembabkan sekali :D .

Ya sudah, pas belanja, kebetulan dikasir ada dan tinggal satu. Okey deh sekalian kubeli dan harganya cuma 21rb aja, lebih murah dari pada lip ice. ^___^ Ternyata ini di produksi di Thailand tapi nggak tahu apa ini produk thailand. (Thailand rumornya banyak banci nya, tapi aku suka artis-artis thailand yang dandanannya simple *eh apa hubungannya* xD)

Sampai dirumah, secara otomatis aku meng-compare antara silky girl yang baru kubeli ini dengan lip ice (ngomong-ngomong aku nggak jadi kapok beli lip ice :p).

Pake foto hape, jadinya blur :p


Stick nya sama-sama putih. 

Dua-duanya no fragrance, isi stick nya juga sama-sama putih. Cuman, silky girl ini samar-samar bau mint kalau hidung ini bener-bener deket sama lubang stick nya. Isi nya dikit, cuma 1,6 gram (dari semua lipbalm yang kupunya, ini yang isinya paling sedikit), sementara lip ice 2 gram. Keadaan stick dari silky girl ini lunak banget, kelihatan banyak pelembab, jadi kayaknya ini tipe lipbalm yang cepat habisnya. Kalau lip ice masih agak keras.

Silky girl sekali oles udah lembab, dan lip ice emang dari dulu nggak mempan lembabnya di bibirku, harus di tambah sama lipbalm lain yang colorless dan lebih melembabkan untuk kelembapannya (nivea med protection favoritku). Silky Girl ini ada efek dingin mint ketika pertama dioles, kalo lip ice nggak.

Soal warna yang keluar, rasanya sama sih... sama-sama pink fuschia. Cuman aku harus hati-hati sama silky girl, pake nya harus 1x oles aja. Lebih dari itu jadi menor. =.= Efek silky girl ini agak glossy. Glossy nya mirip lipgloss batang nya wardah jadi nggak terkesan berminyak, kelihatan lembab bibirnya. Sementara lip ice minim 2x oles supaya warnanya keluar. Lip ice ini matte di bibir, lebih terkesan natural menurutku. Jadi yang mana nih yang enak? hmm... aku suka dua-dua nya jadi nggak bisa milih, hahaha... karena dua-dua nya memberi efek yang beda di bibir. Jadi bisa dipake sesuai momen nya apa dan pengen penampilan yang bagaimana.

Kedua lipbalm ini sma-sama nggak bisa dibawa sendirian kalau pergi-pergi. Kalau mau touch up harus lihat dulu apa warnanya udah pudar apa belum. Kalau belum pudar tapi kelembapan bibir udah hilang ya touch up pake colourless lipbalm. Kalau nggak gitu bisa menor kemerahan. >.<
Ketahanan warna kedua lipbalm ini lumayan, seenggaknya nggak hilang kalau dipake makan minum asal nggak diseka pake air. Diseka pun kadang masih ada warnanya. Hilang nya karena soal waktu dan seberapa banyak kita makan atau minum xD

Soal kemasan, aku sih suka Silky Girl walau pun dia nggak bisa ngalahin imutnya kemasan nivea lovely lips yang ada gambar kupu-kupunya. Aku suka lipbalm yang tutupnya panjang. Kalau lip ice itu tutupnya kecil, kalau misalnya jatuh kadang menggelinding entah kemana. Jadi harus hati-hati.

Summary:

Silky Girl:
+Lembab
+Sekali oles udah keluar warnanya
+No Fragrance (tapi samar-samar bau mint)
+No Glitter :3
+Wadahnya bagus
+Lebih murah dari lip ice
+Glossy
+Cukup tahan lama (kelembapan+warnanya)
+Nggak masalah diolesin ke bibir yang lagi kering
-2x oles udah bikin menor, efek glossy nya yang makin glossy ketika dioles lagi juga memperparah efek menornya....
-Isi nya dikit, nggak sampai 2 gram
-Sticknya lunak banget.
-Ati-ati kalo mau touch up, jangan sampai menor dan membuat bete sang pacar xD
-Nggak ada keterangan adanya spf atau uv protection

Walaupun nggak masalah digunakan pada bibir kering, ternyata nggak bagus juga digunakan waktu bibir mengelupas. Jelek juga jadinya. Dibersihkan dulu bibir yang mengelupas itu baru pakai.

Lip Ice (Natural) :
+Matte
+Nggak menor (asal jangan dioles berkali-kali...bisa merah banget dan menor juga)
+Lebih kelihatan natural dibanding silky girl (ini menurutku sih, tapi ada juga yang bilang kalo lip ice ini nggak natural)
+No Glitter :3
+Isinya agak banyak = 2 gram
+Sticknya agak keras, jadi lumayan awet
+No Fragrance
+Cukup tahan lama (warnanya)
+Ada keterangan adanya uv protection
+Dimana-mana ada (indomart, superindo, hypermart, drugs store di mall dan semacamnya)
-Harganya agak mahal
-Kurang lembab, lembabnya cepet habis
-Nggak suka tutupnya yang kecil
-Nggak recommended dipake pas bibir kering banget apalagi pecah-pecah, jadi nggak rata. Harus disembuhin dulu bibirnya baru pake.

----------------------------