Huff... akhirnya liburan dua bulan ku yang super puas berakhir juga...
Besok aku sudah memulai semester empat. Karena sks yang kuambil cuma 18 sks, mulai sekarang dalam seminggu aku libur tiga hari! Dari Jum'at sampai minggu, ah...senangnya.... ^o^
Tapi aku harus mencari cara biar nggak ngulang..ngulang..dan ngulang lagi... uuuu...
Ayase, kamu jangan sama Kanou dunk, sama aku aja... *hoalah ora nyaut*
Yang pasti semester ini aku berusaha menyingkirkan sumber-sumber stress yang nggak perlu dan berusaha belajar lagi... Gambatte for the new semester !!
"Yesterday has passed with it's good and evil, while tomorrow has not yet arrived"---Don't be sad---
Sunday, 28 February 2010
Cerita Jaka Tarub juga ada di negara lain!!
Hari ini akhirnya aku punya kesempatan mengusut cerita Jaka Tarub yang sudah kucurigai sejak lama ada juga di negara lain khususnya Jepang, Cina, Korea. Namun mengejutkan, ternyata yang kutemukan malah nggak hanya dinegara itu saja, dicurigai Filipina bahkan Eropa pun memiliki cerita semacam itu.
Walaupun ceritanya intinya sama, namun model ceritanya bervariasi.
Variasi cerita Jaka Tarub yang kutemukan hingga saat ini adalah cerita yang berasal dari Jepang, Cina, Korea dan Eropa (masih membingungkan).
Jepang
Ceritanya berasal dari salah satu Legenda Tanabata. Tanabata merupakan perayaan di Jepang yang diadakan pada bulan ke-7 tanggal 7 menurut kalender lunisolar awal musim gugur. Namun setelah muncul kalender Gregorian di Jepang, Tanabata kemudian diadakan tiap tanggal 7 Juli. Kota yang sering disebut-sebut merayakan festival ini adalah kota Sendai.
Kenapa harus tanggal 7 bulan 7??? Nah, itulah yang dijadikan latar belakang legenda dalam deretan Legenda Tanabata.
Legenda Tanabata memiliki tidak hanya satu Legenda. Yang baru aku tahu adalah adanya Legenda Orihime dan ada kisah pemuda miskin yang akhirnya ketemu bidadari disungai yang ceritanya mirip Jaka tarub.
Berikut adalah link yang kutemukan yang menceritakan berbagai variasi cerita yang berasal dari Jepang yang inti ceritanya sama seperti Jaka Tarub di Indonesia:
1. http://aaduncu.multiply.com/journal/item/203/Festival_Tanabata
2. http://blog.sanriotown.co.id/niwaexia:hellokitty.co.id/2009/10/24/festival-tanabata/
3. http://maygreen.wordpress.com/2007/07/31/niulang-dan-zhinu-sampai-jaka-tarub-dan-nawang-wulan/
Aku sebenernya juga berniat beli buku tentang Tanabata juga XDD penasaran banget...
Cina
Cina merupakan asal muasal diperkenalkannya Festival Tanabata di Jepang pada zaman Nara. Waktu itu namanya Qi Xi. Artinya sama, malam ketujuh. Namun, dari result internet yang kutemukan, Qi Xi malah disebut-sebut sebagai hari Valentine orang cina. Gara-garanya ya salah satu legenda dimana diceritakan pertemuan antara Niu Lang dan bidadari Zhi Nu yang mirip-mirip Jaka Tarub. Namun, ada perasaan cinta didalam cerita tersebut.
Ini adalah Link-link variasi legenda seputar Qi Xi Festival, diantaranya mirip dengan Jaka Tarub:
1. http://en.wikipedia.org/wiki/Qixi_Festival
2. http://www.china.org.cn/english/culture/137956.htm
3. http://www.knowingfood.com/story/qi_xi_7th_sister_festival.html
4. http://maygreen.wordpress.com/2007/07/31/niulang-dan-zhinu-sampai-jaka-tarub-dan-nawang-wulan/
5. http://www.advancedpoetx.com/ZHINUWEB/zhibeste7.html
Dan masih banyak lagi... tapi entah kenapa aku ketawa sendiri baca perbedaan cerita diatas. Kok bisa sih jadi beda-beda seperti itu??
Perbedaan cerita Jaka Tarub versi Qi Xi dan Tanabata atau dengan Jaka Tarub Indonesia sendiri, jika Qi Xi, tampaknya antara bidadari dan si cowok (pengintip, tapi diversi cina ini aku masih belum jelas apa cowok itu awalnya mengintip si bidadari mandi atau tidak) mengalami cinta pada pandangan pertama. Namun mereka terpisah lantaran dewa dan dewi (ortunya bidadari) tidak setuju dengan pernikahan mereka. Lalu si bidadari dipaksa pulang dan mereka dipisahkan oleh lautan bimasakti. Mereka hanya bisa bertemu di malam bulan tujuh tanggal tujuh. Unsur cinta murni disinilah yang tampaknya menyebabkan Qi Xi disebut hari valentine cina.
Sementara Tanabata dan Jaka Tarub Indonesia, kalau diamat-amati, si bidadari dan si cowok pengintip (sekaligus pengumpet selendang si bidadari) menikah gara-gara si bidadari selendangnya ilang dan kebetulan sang tersangka ada disitu dengan inocentnya jadi cowok baik-baik. Tapi, begitu selendang itu ketemu (setelah mereka menikah dan punya anak), tampak kemarahan pada bidadari itu yang merasa ditipu oleh suaminya. Karena marah ia pergi meninggalkan suami dan anaknya. Sampai disitu saja kalau diversi Indonesianya. Kebencian dan kemarahan sang bidadari mengakhiri cerita Jaka Tarub Indonesia. Diversi jepangnya dilanjutkan dengan hukuman pada suaminya. Jika ingin bertemu si istri, si suami harus membuat seribu sendal (kalo g salah, lupa) dari jerami lalu menanamnya. Maka akan tumbuh pohon bambu yang bisa mencapai kahyangan....bla..bla..bla... (silakan baca link-link Tanabata diatas).
Yah, setidaknya dalam Tanabata masih memiliki unsur cinta walaupun awalnya sang biadari marah karena selama ini ditipu. Toh akhirnya waktu mereka dipisahkan secara langsung oleh dewa, mereka janjian ketemuan tiap bulan tujuh tanggal tujuh...! (mirip legenda Qi Xi)
Korea
Versi Korea sebenarnya sama sekali nggak ada mirip-mirip nya sama Jaka Tarub. Cerita ini malah sangat mirip dengan kisah Orihime. Cuma perbedaannya, dalam kisah Orihime menceritakan Orihime si bidadari yang dipertemukan dan jatuh cinta pada penggembala kahyangan, Hikoboshi. Sementara versi Korea, antara seorang penenun bernama Chik-nyo dan penggembala sapi bernama Kyun-wo. Berikut link nya:
http://maygreen.wordpress.com/2007/07/31/niulang-dan-zhinu-sampai-jaka-tarub-dan-nawang-wulan/
Eropa
Nah ini yang lebih lucu lagi berasal dari Eropa, cerita Swanlake (dalam link diatas juga), entah kenapa ceritanya kok jadi kayak Jaka Tarub ya??
http://www.surlalunefairytales.com/swanmaiden/index.html
Didalam cerita di link itu, si cewek-cewek angsa bisa terbang seperti angsa gara-gara pakai jubah bulu dan mereka adalah putri kerajaan "the Land East o' the Sun and West o' the Moon:. Jadi bukan jadi angsa karena dikutuk seperti yang kita tahu selama ini di film-film kartun. Lalu si pemburu yang lewat situ emang sengaja ngambil jubah bulu itu. Intinya sama aja, bidadari sama pengintip sekaligus tukang ngutil baju bidadari itu (psikopat??). Tapi intinya lebih mirip-mirip cerita Tanabata. Setelah nemuin selendangnya (jubah bulunya klo disini), si putri angsa (bidadari) emang dengan marah dia pulang. Tapi masih aja meninggalkan cara bagi suaminya untuk ketemuan. Tapi di versi Eropa ini nggak ada ceritanya mereka dipisahkan oleh bimasakti dan terpaksa bisa ketemuan cuma dibulan ketujuh tanggal tujuh. Akhirnya, si putri angsa bisa dibawa pulang setelah si pemburu (sang pengintip, sang pengutil) berhasil menebak yang manakah istrinya diantara tujuh saudari-saudarinya yang semuanya pake jubah sampai semuanya nggak ada bedanya.
Baru kali ini cerita yang satu itu kudengar. Bener-bener aneh, versi lain cerita Swan Lake yang betul-betul baru buatku... Itu emang gitu ceritanya apa agak maksa ya? nobody know...
Legenda serupa Jaka Tarub ini ada manga nya!
Di blog ku yang lain, aku membahas manga yang tampaknya adalah parodi dari legenda-legenda yang serupa Jaka Tarub diatas... Click Here! if you want to know...
Walaupun ceritanya intinya sama, namun model ceritanya bervariasi.
Variasi cerita Jaka Tarub yang kutemukan hingga saat ini adalah cerita yang berasal dari Jepang, Cina, Korea dan Eropa (masih membingungkan).
Jepang
Ceritanya berasal dari salah satu Legenda Tanabata. Tanabata merupakan perayaan di Jepang yang diadakan pada bulan ke-7 tanggal 7 menurut kalender lunisolar awal musim gugur. Namun setelah muncul kalender Gregorian di Jepang, Tanabata kemudian diadakan tiap tanggal 7 Juli. Kota yang sering disebut-sebut merayakan festival ini adalah kota Sendai.
Kenapa harus tanggal 7 bulan 7??? Nah, itulah yang dijadikan latar belakang legenda dalam deretan Legenda Tanabata.
Legenda Tanabata memiliki tidak hanya satu Legenda. Yang baru aku tahu adalah adanya Legenda Orihime dan ada kisah pemuda miskin yang akhirnya ketemu bidadari disungai yang ceritanya mirip Jaka tarub.
Berikut adalah link yang kutemukan yang menceritakan berbagai variasi cerita yang berasal dari Jepang yang inti ceritanya sama seperti Jaka Tarub di Indonesia:
1. http://aaduncu.multiply.com/journal/item/203/Festival_Tanabata
2. http://blog.sanriotown.co.id/niwaexia:hellokitty.co.id/2009/10/24/festival-tanabata/
3. http://maygreen.wordpress.com/2007/07/31/niulang-dan-zhinu-sampai-jaka-tarub-dan-nawang-wulan/
Aku sebenernya juga berniat beli buku tentang Tanabata juga XDD penasaran banget...
Cina
Cina merupakan asal muasal diperkenalkannya Festival Tanabata di Jepang pada zaman Nara. Waktu itu namanya Qi Xi. Artinya sama, malam ketujuh. Namun, dari result internet yang kutemukan, Qi Xi malah disebut-sebut sebagai hari Valentine orang cina. Gara-garanya ya salah satu legenda dimana diceritakan pertemuan antara Niu Lang dan bidadari Zhi Nu yang mirip-mirip Jaka Tarub. Namun, ada perasaan cinta didalam cerita tersebut.
Ini adalah Link-link variasi legenda seputar Qi Xi Festival, diantaranya mirip dengan Jaka Tarub:
1. http://en.wikipedia.org/wiki/Qixi_Festival
2. http://www.china.org.cn/english/culture/137956.htm
3. http://www.knowingfood.com/story/qi_xi_7th_sister_festival.html
4. http://maygreen.wordpress.com/2007/07/31/niulang-dan-zhinu-sampai-jaka-tarub-dan-nawang-wulan/
5. http://www.advancedpoetx.com/ZHINUWEB/zhibeste7.html
Dan masih banyak lagi... tapi entah kenapa aku ketawa sendiri baca perbedaan cerita diatas. Kok bisa sih jadi beda-beda seperti itu??
Perbedaan cerita Jaka Tarub versi Qi Xi dan Tanabata atau dengan Jaka Tarub Indonesia sendiri, jika Qi Xi, tampaknya antara bidadari dan si cowok (pengintip, tapi diversi cina ini aku masih belum jelas apa cowok itu awalnya mengintip si bidadari mandi atau tidak) mengalami cinta pada pandangan pertama. Namun mereka terpisah lantaran dewa dan dewi (ortunya bidadari) tidak setuju dengan pernikahan mereka. Lalu si bidadari dipaksa pulang dan mereka dipisahkan oleh lautan bimasakti. Mereka hanya bisa bertemu di malam bulan tujuh tanggal tujuh. Unsur cinta murni disinilah yang tampaknya menyebabkan Qi Xi disebut hari valentine cina.
Sementara Tanabata dan Jaka Tarub Indonesia, kalau diamat-amati, si bidadari dan si cowok pengintip (sekaligus pengumpet selendang si bidadari) menikah gara-gara si bidadari selendangnya ilang dan kebetulan sang tersangka ada disitu dengan inocentnya jadi cowok baik-baik. Tapi, begitu selendang itu ketemu (setelah mereka menikah dan punya anak), tampak kemarahan pada bidadari itu yang merasa ditipu oleh suaminya. Karena marah ia pergi meninggalkan suami dan anaknya. Sampai disitu saja kalau diversi Indonesianya. Kebencian dan kemarahan sang bidadari mengakhiri cerita Jaka Tarub Indonesia. Diversi jepangnya dilanjutkan dengan hukuman pada suaminya. Jika ingin bertemu si istri, si suami harus membuat seribu sendal (kalo g salah, lupa) dari jerami lalu menanamnya. Maka akan tumbuh pohon bambu yang bisa mencapai kahyangan....bla..bla..bla... (silakan baca link-link Tanabata diatas).
Yah, setidaknya dalam Tanabata masih memiliki unsur cinta walaupun awalnya sang biadari marah karena selama ini ditipu. Toh akhirnya waktu mereka dipisahkan secara langsung oleh dewa, mereka janjian ketemuan tiap bulan tujuh tanggal tujuh...! (mirip legenda Qi Xi)
Korea
Versi Korea sebenarnya sama sekali nggak ada mirip-mirip nya sama Jaka Tarub. Cerita ini malah sangat mirip dengan kisah Orihime. Cuma perbedaannya, dalam kisah Orihime menceritakan Orihime si bidadari yang dipertemukan dan jatuh cinta pada penggembala kahyangan, Hikoboshi. Sementara versi Korea, antara seorang penenun bernama Chik-nyo dan penggembala sapi bernama Kyun-wo. Berikut link nya:
http://maygreen.wordpress.com/2007/07/31/niulang-dan-zhinu-sampai-jaka-tarub-dan-nawang-wulan/
Eropa
Nah ini yang lebih lucu lagi berasal dari Eropa, cerita Swanlake (dalam link diatas juga), entah kenapa ceritanya kok jadi kayak Jaka Tarub ya??
http://www.surlalunefairytales.com/swanmaiden/index.html
Didalam cerita di link itu, si cewek-cewek angsa bisa terbang seperti angsa gara-gara pakai jubah bulu dan mereka adalah putri kerajaan "the Land East o' the Sun and West o' the Moon:. Jadi bukan jadi angsa karena dikutuk seperti yang kita tahu selama ini di film-film kartun. Lalu si pemburu yang lewat situ emang sengaja ngambil jubah bulu itu. Intinya sama aja, bidadari sama pengintip sekaligus tukang ngutil baju bidadari itu (psikopat??). Tapi intinya lebih mirip-mirip cerita Tanabata. Setelah nemuin selendangnya (jubah bulunya klo disini), si putri angsa (bidadari) emang dengan marah dia pulang. Tapi masih aja meninggalkan cara bagi suaminya untuk ketemuan. Tapi di versi Eropa ini nggak ada ceritanya mereka dipisahkan oleh bimasakti dan terpaksa bisa ketemuan cuma dibulan ketujuh tanggal tujuh. Akhirnya, si putri angsa bisa dibawa pulang setelah si pemburu (sang pengintip, sang pengutil) berhasil menebak yang manakah istrinya diantara tujuh saudari-saudarinya yang semuanya pake jubah sampai semuanya nggak ada bedanya.
Baru kali ini cerita yang satu itu kudengar. Bener-bener aneh, versi lain cerita Swan Lake yang betul-betul baru buatku... Itu emang gitu ceritanya apa agak maksa ya? nobody know...
Legenda serupa Jaka Tarub ini ada manga nya!
Di blog ku yang lain, aku membahas manga yang tampaknya adalah parodi dari legenda-legenda yang serupa Jaka Tarub diatas... Click Here! if you want to know...
Thursday, 18 February 2010
"D" Grade for the first time !
I can't believe it that at last I have my first "D" grade! Yah...akhirnya tiba juga 'peri pengulang' nampang di KHS ku!
Apa aja matkul ku yang dapat D you ask? Mata kuliah Kanji n Dokkai (bacaan) itulah yang kedatangan sang peri. Dan Chukyu (bhs jepang menengah) sudah nyaris dipucuk (Baca: dapet C)
Awal aku denger kabar itu, jgleeeeerrrr....!! shock... akhirnya aku tidur dari siang sampai maghrib gara-gara ngambek. Pokoknya ngambek, entah kepada siapa...
Tapi setelah kupikir-pikir, ada enaknya juga kok ngulang. Aku bisa sedikit refresing dan menghangatkan kembali otakku pelan-pelan, nggak 'overheat' n nggak ngebut banget. Tapi aku bersyukur ambil jurusan ini. Nggak perlu lagi aku pusing melihat rumus-rumus ruwet yang masih perlu disusun lagi seperti waktu SMA. Stelah krs an benar sekali tebakanku soal refresing, diadwal aku ada libur seminggu tiga kali.
Untuk Kanji aku memang agak sulit menghafalkannya. Apalagi yang model nya agak aneh. Aku juga susah ngafalin kanji sejenis kanji 'youji' no ji, kakimasu, dan sebangsanya yang modelnya banyak garis lurus merapat vertikal-vertikal seperti itu. Kanji tomodachi juga aku agak sebal menulis yang bagian belakang. Aku malah suka sama kanji yang modelnya kayak kotak-kotak. Aku kebanyakan mudah mengingat meskipun ada beberapa jenis kanji berbentuk kotak yang aku agak susah nulisnya, yaitu kanji yang sejenis kanji 'kuni'. Trus Kanji lain yang sepertinya mudah kuserap modelnya yaitu kanji iimasu, yomimasu, go dan sejenisnya.
Buat Dokkai, lagi-lagi aku kesulitan di kanji gundul nya. Bisa dibilang aku agak buta huruf gara-gara nggak hafal kanji yang ruwet-ruwet tadi. Lalu ditambah beberapa kosa kata baru yang sempat terlewat nggak dihafal hahahahahaha....
Chukyu yang nyaris diujung tanduk itupun tadinya aku sempat pasrah gara-gara masih belum bisa bedakan kapan aku harus pake partikel ini, kapan aku harus pake partikel itu. Pokoknya bermasalah di partikel. Apalagi UTS ku yang jelas jelek puol Untung sebelum UAS ada pelajaran matome. Jadinya rada tertolong dikit...
Semangat buat semester depan....
Apa aja matkul ku yang dapat D you ask? Mata kuliah Kanji n Dokkai (bacaan) itulah yang kedatangan sang peri. Dan Chukyu (bhs jepang menengah) sudah nyaris dipucuk (Baca: dapet C)
Awal aku denger kabar itu, jgleeeeerrrr....!! shock... akhirnya aku tidur dari siang sampai maghrib gara-gara ngambek. Pokoknya ngambek, entah kepada siapa...
Tapi setelah kupikir-pikir, ada enaknya juga kok ngulang. Aku bisa sedikit refresing dan menghangatkan kembali otakku pelan-pelan, nggak 'overheat' n nggak ngebut banget. Tapi aku bersyukur ambil jurusan ini. Nggak perlu lagi aku pusing melihat rumus-rumus ruwet yang masih perlu disusun lagi seperti waktu SMA. Stelah krs an benar sekali tebakanku soal refresing, diadwal aku ada libur seminggu tiga kali.
Untuk Kanji aku memang agak sulit menghafalkannya. Apalagi yang model nya agak aneh. Aku juga susah ngafalin kanji sejenis kanji 'youji' no ji, kakimasu, dan sebangsanya yang modelnya banyak garis lurus merapat vertikal-vertikal seperti itu. Kanji tomodachi juga aku agak sebal menulis yang bagian belakang. Aku malah suka sama kanji yang modelnya kayak kotak-kotak. Aku kebanyakan mudah mengingat meskipun ada beberapa jenis kanji berbentuk kotak yang aku agak susah nulisnya, yaitu kanji yang sejenis kanji 'kuni'. Trus Kanji lain yang sepertinya mudah kuserap modelnya yaitu kanji iimasu, yomimasu, go dan sejenisnya.
Buat Dokkai, lagi-lagi aku kesulitan di kanji gundul nya. Bisa dibilang aku agak buta huruf gara-gara nggak hafal kanji yang ruwet-ruwet tadi. Lalu ditambah beberapa kosa kata baru yang sempat terlewat nggak dihafal hahahahahaha....
Chukyu yang nyaris diujung tanduk itupun tadinya aku sempat pasrah gara-gara masih belum bisa bedakan kapan aku harus pake partikel ini, kapan aku harus pake partikel itu. Pokoknya bermasalah di partikel. Apalagi UTS ku yang jelas jelek puol Untung sebelum UAS ada pelajaran matome. Jadinya rada tertolong dikit...
Semangat buat semester depan....
Subscribe to:
Comments (Atom)